AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Senandung untuk KH Jalaluddin Rakhmat

image

Kuhaturkan seuntai kata-kata awam, dan sebait syair kekaguman serta sebaris kidung keharuan untuk guruku :  Ust Jalaluddin Rakhmat, dari muridnya yang awam: Rohman Suparman .

Lama saya merenung untuk sekedar bercerita yang sederhana tentang beliau, seperti hendak membuat sebuah lukisan yang rumit, membutuhkan konsentrasi yang dalam. Dimata saya Ust Jalal adalah seorang ulama, filosof, cendikiawan dan juga sastrawan. Dan yang bisa saya ceritakan dalam bait-bait prosa ini, sudah tentu bukan untuk menggambarkan pribadi beliau seutuhnya, namun dalam batasan-batasan yang mampu saya pahami.

Dengan Bismillah... kucoba merenung dengan berpura-pura menjadi sufi, karena melalui sebuah perenungan saya percaya bahwa seseorang akan mengalami suatu keadaan yang ajaib tanpa di reka-reka... penaku mulai bergetar tanpa aku mengerti...

Dan aku menyimaknya... Tuhan...! Siapakah Dia...? Dia seperti Rumi yang berekstase, berputar dalam hasanah cintamu... dan Dia seperti filsuf yang menguraikan hakikat manusia... dan dia seperti Dante, bertutur penuh pesona cinta... aku pun terpesona...!

Sosok karismatik berdiri diatas pijakan ilmu yang dalam, kata-katanya selalu menampar para cendikiawan karbitan dan para penguasa sogokan. Seperti yang pernah dilontarkannya dalam beberapa istilahnya, “Kalian Muslim siboy, mubalig pop, muslim aktual dan muslim konseptual”. Ketika muncul pemikiran Rausan fiqr nya Ali Syariati dan Rausan dhomir nya Ikbal sang penyair, beliau melontarkan pemikiran Ulul Albab. Dan yang aga emosional, adalah teriakannya bagi para perampok dijalan Tuhan atau para perampok akidah.

Ust Jalal sewaktu muda, dikenal sebagai pemikir yang kontroversial. Salah satu sebutan kepada beliau yang masih saya ingat yaitu : Ia adalah ayam jantan yang berkokok diwaktu subuh, membangunkan kita semua dari kejumudan tradisi yang panjang .

Aduhai pemuda ini begitu cerdas dan fasih, aku selalu menyimak kata-katanya dan kalimat-kalimatnya. Dia selalu hadir dalam tidur lelapku hingga saat kini, aduhai Tuhan...! Tentang Dia ada sebuah epilog yang panjang, dan ilegi yang mengharukan, seperti yang aku katakan Dia datang seperti Dante dalam pesona cinta gemintang dan larut berekstase   seperti tarian Rumi yang memutar, mengepakan sayap-sayap mukasyafahnya kala cinta tumbuh pd Sang Maha Kasih .

  Ketika saya masih kecil duduk di bangku 1 SMA, saya telah mengikuti ceramah-ceramahnya, saya resapi pemikiran-pemikirannya yang revolusioner yang selalu menghentakan jiwa yang lugu kala itu, namun saya yang lugu ini tak dapat berkata banyak, hanya bisa termenung lalu tersenyum dan menangis. Beranjak dewasa saya masih mengikuti ceramah-ceramahnya, pemikiran-pemikiran beliau semakin menghujam dada kami, mengoyak kejumudan anak bangsa negeri ini. Sang ayam jantan yang berkokok diwaktu subuh sejatinya membangunkan segelintir anak bangsa yang lama tertidur, ternina bobokan tradisi intelektual yang seremoni, simbolik, kaku, dan penuh penghianatan akan nilai yang sesungguhnya. Seperti yang saya katakan bahwa Dia seperti Rumi yang berekstase, menari dan berputar, putarannya menarik kita semua, masuk dalam rotasi pemikirannya yang revolusioner kala itu. Dan putarannya semakin membesar hingga membungbung ke langit nusantara, itulah IJABI yang fenomenal (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia). Tapi aku pun tak bisa berkata-kata banyak, hanya bisa tersenyum kagum, bertasbih, berdo’a lalu menangis lagi.

Dalam perubahan yang semakin membumi, sosok pribadi yang semakin tinggi tentu membuat banyak orang menjadi iri. Sederet nama-nama kecil tak punya andil, minim ilmu dan wawasan berteriak pongah tanpa perjuangan yang lelah, sederet nama-nama kecil tak punya andil, minim ilmu dan wawasan ingin bersanding dengannya dengan merampok kebesarannya, sederet nama-nama kecil tak punya andil ketika syiah direvolusikannya, berteriak pongah di tengah-tengah Dia azam. Sementara kami duriatNya.

Tuhan...! Siapakah Dia sosok wajah desa ini..! Dia berputar seperti Rumi hingga mengikis hamparan Ibu Pertiwi, hanya dia yang esensi yang lain kebanyakan tradisi, dialah Ayam jantan yang membangunkan diwaktu subuh, membangunkan kita semua yang tertidur panjang dalam Islam tradisi menjadi Islam yang hakiki.

Maka sejak itu nama Syiah tak lagi misteri, sederet nama-nama kecil tak punya andil berbondong-bondong menghampirinya hendak bersanding mencuri kebesarannya dan dikajinya Syiah sambil ditemani secangkir kopi.

Sesekali Dia berjalan ditengah jamaah yang sudah terbangun karena teriakan ayam jantan diwaktu subuh.

Wahai kupu-kupu taman, keindahan sayapmu kala mengepak menghidupkan beribu taman y ang kering...

Aku selalu terbangun ketika kidung cintamu melengking ke langit, bersanding disamping gemintang, aku selalu tersenyum haru ketika aku mendengar helaan nafasmu yang selalu mendesah, mengepak terbang seakan dahaga akan mahabbahNya Sang Maha Kasih, itulah jiwamu.

Namun kisah pengembaraan ragamu bagai sebuah epilog yang panjang ditanah gersang yang berselimut kesepian. Namun aku hanya bisa tersenyum, berdo’a, terharu dan menangis dalam kesunyian yang mencekam.

 

 

Sun, 23 Mar 2014 @21:11

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved