Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Ustadz Babul: Isu Penyesatan Terhadap Syiah Tidak Ada Yang Baru

image

Ustadz Muhammad Babul Ulum,  seorang penulis buku Kesesatan Sunni Syiah dan Polemik Sunni Syiah , dalam pengajian di Masjid al-Munawwarah Bandung menyampaikan bahwa isu penyesatan terhadap Syiah tidak ada yang baru dan masih berulang-ulang. Bahkan, isu yang dipakai untuk menyerang Syiah sudah banyak dijawab oleh ulama Syiah.

Ustadz Babul juga menyampaikan sekarang ini tengah menyelesaikan desertasi doktor pemikiran Islam dengan mengambil penelitian tentang Muawiyat. Ustadz lulusan Pesantren Gontor ini mengaku mengambil judul tersebut terinspirasi dari buku Al-Mushthafa: Manusia Pilihan yang Disucikan  karya Dr. Jalaluddin Rakhmat.

Dalam buku tersebut, Ustadz Jalal memuat informasi sejarah zaman kekuasaan Bani Umayyah, khususnya Muawiyah bin Abu Sufyan, yang memerintahkan orang-orang yang terdekatnya untuk membuat hadits-hadits keutamaan sahabat-sahabat Nabi. Hal itu dibuat agar hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan Imam Ali dan Ahlulbait menjadi hilang. Muawiyah juga sempat melarang orang meriwayatkan keutamaan Imam Ali. Bahkan memerintahkan khatib untuk mencaci maki Imam Ali dan pengikutnya dalam khutbah jumat. Hal itu dilakukan ratusan tahun.

Menurut Ustadz Babul, salah seorang tabiin berbincang dengan sahabat Nabi yang bernama Bara bin Adzib. Tabiin itu memujinya sebagai orang yang beruntung karena telah melihat langsung dan mendengarkan ucapan Rasulullah saw. Bara bin Adzib mengakui banyak hadits-hadits palsu dan hal-hal baru yang dibuat setelah Rasulullah saw meninggal dunia. Hadits dan hal-hal yang baru tersebut dalam sejarah terjadi pada zaman kerajaan Bani Umayyah. Karena itu, Ustadz Babul menjadikannya sebagai bahan penelitian desertasi.

Di hadapan jamaah, Ustadz Babul menyebutkan bocoran temuan dalam penelitiannya bahwa dalam pemerintahan Bani Umayyah terdapat konspirasi. Para penasihat Bani Umayyah yang membisiki para penguasa untuk menindas, melenyapkan, dan mengubah ajaran Islam yang berasal dari Rasulullah saw. Setelah Rasulullah saw wafat, masa kekuasaan khalifah yang tiga terdapat pembisik-pembisik yang menjadi penasihat.

“Para pembisik ini orang-orang yang asalnya tidak Islam kemudian masuk Islam dan mengubah ajaran Islam dari dalam dan melalui kekuasaan. Masa kekuasaan Umar bin Khaththab ada penasihat yang berasal dari Yahudi bernama Ka’ab Al-Ahbar. Masa Abu Bakar, Utsman bin Affan, Muawiyah dan pelanjutnya ada. Mereka ini yang menggerakan penguasa untuk mengubah ajaran Islam dengan alasan kepentingan pemerintahan,” tutur Ustadz Babul.

(redaksi@misykat.net)

Fri, 5 Feb 2016 @23:03

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved