AUDIO KAJIAN ISLAM

TATA CARA SHALAT

Tanya Jawab Islam
image

 

Flash Disk OTG Kajian Islam
image

.

Facebook Misykat
image

.

BAHAN BACAAN (Buku PDF)

Ustadz Miftah: Kalau Syiah Sesat Maka Sunni pun Harus Disesatkan

image

Saya masuk ke dalam masjid. Mendengarkan alunan doa. Sembari mengiringi sebisanya, tiba-tiba dari belakang ada menepuk bahu. Ternyata seorang kawan yang sering hadir dalam pengajian. Ia tanya kenapa baru terlihat. Saya jawab: sedang menyibukan diri.

Alunan doa berhenti. Dari arah belakang dua pemuda dengan kopiah hitam dan mengenakan sarung maju ke depan. Mengambil mikrofon yang diberikan pembaca doa pagi dan sore. Kemudian salah seorang mengalunkan ayat al-Quran tanpa membaca mushaf al-Quran. Temannya di samping memegang mushaf al-Quran. Sesekali mengingatkan yang mengalunkan ayat al-Quran kalau ada kalimat yang terlewat. Indah sekali lantunannya. Sejuk dan tenteram terasa dalam hati.

Lantunan ayat suci al-Quran berhenti ditutup dengan ajakan shalawat. Jamaah yang hadir pun melantunkan shalawat secara bersama. Tiba-tiba  seorang laki-laki membawa buku-buku maju ke depan dan membagikan buku The Prophetic Wisdom: Kisah-kisah Kearifan Para Nabi  karya Miftah F.Rakhmat, yang diterbitkan Mizan.

Kemudian dari belakang, Ustadz Miftah maju ke depan. Ia berdiri di belakang mimbar. Memulai pembicaraannya dengan salam dan shalawat. Kemudian menyampaikan bahwa ia membagikan buku The Prophetic Wisdom kepada jamaah karena ingin berbagi pengetahuan.

Ustadz Miftah bercerita bahwa sebentar lagi edisi revisi dan cetakan kedua buku The Prophetic Wisdom akan terbit dengan tambahan riwayat-riwayat kisah para Nabi dari jalur Keluarga Nabi Muhammad saw (Ahlulbait).

Kemudian Ustadz Miftah menyampaikan, sekarang ini sangat jarang orang memberikan kritik pada doa-doa yang dibaca kaum Muslim Syiah. Buku doa seperti Shahifah Sajjadiyah, Jausan Kabir, dan Kumail tidak ada yang mengkritik. Karena doa tersebut isinya sangat umum dan berupa harapan kepada Allah. Tidak ada yang mempermasalahkannya.

Memang ada satu doa yang isinya dianggap memiliki unsur celaan terhadap dua syaikh dari Quraisy. Doa tersebut dinisbatkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah. Kalau dibandingkan dengan isi hadits-hadits dalam Nahjul Balaghah dan Doa Kumail yang merupakan berasal dari Imam Ali sangat jauh nilai dan cita rasa bahasa yang digunakannya. Apalagi dari segi sanad atas riwayat doa tersebut lemah dan jauh dari gaya bahasa serta kandungan pengetahuan Islami. Karena itu, doa itu tak layak dinisbatkan kepada Imam Ali. 

Dalam ceramahnya, Ustadz Miftah mengatakan bahwa seseorang telah mengirimkan email yang meminta komentarnya atas terbitnya buku Bahaya Kesesatan Akidah Syiah . Ustadz Miftah hanya mengomentari bahwa kalau Syiah sesat maka Sunni pun harus disesatkan karena dalil-dalil imamah dan ajaran-ajaran Ahlulbait berasal dari kitab-kitab hadits Ahlussunah (Sunni).

“Hadits-hadits Ghadir Khum, shalawat, kewajiban mengikuti Ahlulbait, atau hadits tsaqalain dan ahlulkisa disebutkan dalam kitab-kitab hadits Ahlussunah,” katanya.

Menurut Ustadz Miftah, sudah ribuan tahun mazhab Syiah disesatkan. Kemudian dunia dikagetkan dengan gerakan revolusi Islam di Iran oleh para ulama Syiah Iran di bawah komando Ayatullah Ruhullah Khomeini. Pemerintahan Pahlevi di Iran yang didukung Amerika Serikat runtuh dan digantikan pemerintahan Republik Islam Iran. Negara baru itu berdiri dengan mengambil label Islam.

“Anehnya, masyarakat dunia Islam tidak ada yang menggugatnya kalau memang Syiah itu bukan Islam. Sudah jelas Iran itu negeri muslim Syiah. Kalau memang keberatan dengan nama Islam yang digunakan pada negara seharusnya diprotes warga Muslim Dunia. Ternyata tidak. Berarti mazhab Syiah dalam tataran global tidak ada masalah dan diakui,” paparnya.

Memang jarang di dunia ini negara yang mayoritas umat Islam menggunakan label Islam pada negara. Arab Saudi yang merupakan negeri yang penduduknya mengaku beragama Islam tidak melekatkan label Islam. Malah melekatkan nama pendirinya: Kerajaan Arab Saudi Ibnu Suud. Juga Jordania, Bahraian, Kuwait, Mesir, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia tidak melekatkan Islam dalam nama negara.

Ustadz Miftah sempat mengulas masalah politik di Suriah yang berimbas perang saudara dan disebut penindasan Syiah terhadap Sunni. Kalau melihat korban yang jatuh justru warga Syiah yang banyak menjadi korban.

Masih tentang wacana Sunni Syiah, Ustadz Miftah menyebutkan bahwa meski terus disesatkan, tidak ada orang Syiah yang menulis tentang kesesatan Ahlussunah. Paling hanya bantahan untuk mereka yang menyesatkan Syiah. Hanya sekadar menjawab kesalahpahaman orang terhadap mazhab Syiah.

Sangat jarang ditemukan buku dari ulama Syiah yang menyesatkan mazhab lain. Justru yang terus menerus menyerang dan menyesatkan pada Syiah adalah orang-orang yang mengaku Ahlussunah. Bisa jadi itu bukan benar-benar orang Ahlussunah, mungkin berkedok saja.

[Catatan pengajian di Masjid Al-Munawwarah Bandung tahun 2013, ditulis oleh Ahsa Albanduni. Dimunculkan sebagai upaya menjawab tuduhan orang-orang yang anti dan benci Syiah]

Sat, 30 May 2015 @08:24


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved