Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

FACEBOOK & WHATSAPP

Fanpage Komunitas Misykat

WhatsApp Group: Kajian Islam

BERBAGI BUKU

Silakan tulis nama, alamat, dan WhatsApp pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Syafaat (ringkasan dari Syaikh Jafar Subhani) bagian 2

image

Selain memuat hadis-hadis syafaat dari kalangan Ahlussunah, juga ada hadis-hadis dari jalur Ahlulbait. Hadisnya saya tulis ulang terjemahannya beberapa saja. Bagi yang ingin membacanya bisa langsung membeli buku Adakah Syafaat dalam Islam karya Syaikh Jafar Subhani (Penerbit Pustaka Hidayah, 2011) lihat halaman 264-284.

Rasulullah saw berkata: Sesungguhnya aku, di Hari Kiamat nanti, akan memberi syafaat dan diperkenankan memberikan syafaat. Ali akan memberikan syafaat dan diperkenankan memberikannya, dan Ahli Baitku pun memberikan syafaat dan diperkenankan memberikannya. (manaqib ibnu syahrasyub, jilid II, halaman 15; lihat Majma Al-Bayan, jilid I halaman 104)

Rasulullah saw berkata: Siapa saja perempuan yang shalat lima waktu sehari semalam, puasa pada bulan ramadhan, berhaji ke Bait Al-Haram, menzakati hartanya, menaati suaminya, dan menjadikan Ali sebagai pemimpinnya sesudahku, niscaya dia akan masuk surga melalui syafaat puteriku, Fathimah. (Ash-Shaduq, Al-‘Amali, halaman 291)

Imam Ali r.a mengatakan: Ada tiga kelompok orang yang meminta perkenan syafaat kepada Allah dan dikabulkan, yaitu para Nabi, para ulama, dan syuhada. (Ash-Shaduq, Al-Khishal, halaman 156)

Amirul Mukminin Ali r.a. mendengar dari Nabi Muhammad saw yang bersabda: Apabila manusia telah dihimpun di hari Kiamat maka terdengar suara panggilan: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah Yang Mahaagung asma-Nya telah memungkinkan engkau memberi imbalan kepada para pecintamu, pecinta Ahlul Baitmu, yang menjadikan Ahlul Baitmu itu sebagai pemimpin mereka karena engkau, dan memerangi musuh-musuhmu karena membelamu, dengan apa yang engkau inginkan.’ Maka aku pun berkata: ‘Ya Tuhanku, masukan mereka ke dalam surga.’ Kemudian aku pun memasukkan mereka ke dalam surga menurut kehendakku, dan itulah yang dimaksud dengan ‘tempat terpuji’ yang dijanjikan kepadaku. (Biharul Anwar, jilid VIII, halaman 39-40; Ash-Shaduq, Al-‘Amali, halaman 187)

Muawiyah bin Ammar bertanya kepada Jafar bin Muhammad Ash-Shadiq r.a.: Siapakah yang dimaksud dalam firman Allah yang berbunyi: Siapakah yang bisa memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya? Imam Jafar menjawab: Kamilah orang-orang yang diberi izin untuk memberikan syafaat itu. (Tafsir Al-Iyasyi, jilid I, halaman 136; Al-Baraqi, Al-Mahasin, halaman 183)

Jafar bin Muhammad Ash-Shadiq r.a.—ketika menafsirkan firman Allah yang berbunyi: Mereka tidak dapat memberi syafaat kecuali orang yang telah membuat janji dengan Tuhan Yang Maha Pemurah— mengatakan: Tidak ada orang yang bisa memberikan syafaat dan diperkenankan syafaatnya untuk mereka. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali orang yang diizinkan melalui wilayah Amirul Mukminin dan para imam yang menjadi anak-cucu beliau. Sebab, yang demikian itu merupakan janji di sisi Allah. (Bihar, jilid VIII, halaman 27)

Musa bin Jafar Al-Kadzim r.a. mengatakan: Ketika ayahku (Jafar bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali wa Fathimah binti Muhammad Rasalullah saw) menjelang wafat, Beliau berkata kepadaku: wahai anakku, sesungguhnya syafaat kami tidak akan didapatkan oleh orang yang meremehkan shalat. (kitab Al-Kafi jilid III halaman 270 dan jilid VI halaman 401; At-Tahdzib jilid IX halaman 107; Man La Yahdhuruh Al-Faqih jilid I halaman 133)

Ali bin Musa Ar-Ridha r.a. menukil ucapan dari ayahnya, dari Rasulullah saw, katanya: ‘Barangsiapa yang tidak beriman kepada syafaatku, niscaya syafaatku tidak akan menemuinya.’ Seterusnya Nabi Muhammad saw mengatakan: Sesungguhnya syafaatku teruntuk orang-orang yang melakukan dosa besar di kalangan umatku. Ada pun orang-orang yang berbuat baik, maka tidak ada jalan untuk mempersalahkan mereka.   Al-Husain bin Khalid kemudian bertanya kepada Ar-Ridha r.a.: Wahai Putera Rasulullah saw, apa yang dimaksud dengan firman Allah yang berbunyi: Dan mereka tidak dapat memberi syafaat kecuali kepada orang-orang yang diridhai-Nya. Ar-Ridha menjawab: Yaitu orang-orang yang agamanya diridhai Allah. (Ash-Shaduq, Al-‘Amali, halaman 5)

Demikian ringkasan yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi bahan kajian kembali. Bebakshed… mamnoon.

[ahmad sahidin, pembaca buku]

 

Thu, 4 Jan 2018 @14:07

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved