MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Ridwan Saidi: Indonesia Butuh Kang Jalal

image

Tokoh Betawi Ridwan Saidi menyatakan dukungannya atas Seminar Internasional Al-Ghadir yang digelar  IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) dengan tema Imam Ali: Pemersatu Umat.

"Indonesia tidak membatasi dan menghalangi berkembangnya pemahaman agama tertentu selagi tidak merendahkan pemahaman agama lain," ujar tokoh Betawi yang biasa dipanggil Engkong Ridwan ini di Gedung SMESCO jalan Gatot Subroto Jakarta, Ahad kemarin (26/10/2013).

Menurut Engkong Ridwan, tradisi Ahlulbait bukan hal yang baru dalam khazanah Islam  Indonesia.  Dulu banyak ulama Betawi yang menyenandungkan syair-syair yang memuliakan keluarga Rasulullah saw. Bahkan, dalam di setiap masjid senantiasa digemakan shalawat kepada Rasulullah saw.

Begitu pun dalam acara khitanan, nikah, berangkat haji dan lainnya biasanya pujian dan shalawat kepada Rasulullah saw beserta keluarganya sering dilantunkan orang-orang Betawi.

Lebih lanjut, tokoh Betawi yang juga mantan aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ini memberikan dukungan kepada Kang Jalal (KH.Jalaluddin Rakhmat) selaku Ketua Dewan Syura IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) untuk masuk ke pemerintahan.

"Indonesia butuh Kang Jalal," kata Engkong Ridwan disambut tepuk hadirin.

Tokoh Betawi ini juga menyatakan kegembiraannya bahwa banyak aktivis HMI yang aktif di IJABI.

"Saya sangat senang kalau sekarang banyak anak-anak HMI yang bisa aktif di IJABI," ujarnya.

Begitu juga Prof. Dr. Hj. Masyitoh Chusnan selaku Ketua PP Aisyiyah (lembaga dari ormas Muhammadiyyah) dan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta) dan KH.Saifuddin Amtsir (Rais Syuriah PB NU) menyatakan dukungan terhadap IJABI dan memberikan selamat atas perayaan Idul Ghadir.

Pembicara lainnya adalah Dr.Mohammad Mahdi Mazahery (Consultat for the Minister of Culture, Iran), Dr. Mohammad Hosein Safakhah (Chairperson, Center for Iranian Studies, Azad University), dan Ibrahim Cesar, seorang duta besar dari Paraguay yang menjadi mualaf baru.

Seminar ini diakhiri dengan ceramah dari Kang Jalal (KH Jalaluddin Rakhmat). Dalam ceramahnya Kang Jalal menyampaikan kembali peristiwa Ghadir Khum dengan disertai riwayat-riwayat yang termuat dalam kitab-kitab Ahlussunah.

Selesai doa, para pembicara kemudian berfoto bersama. Masing-masing pembicara mendapat bingkisan dari IJABI yang diserahkan oleh Ketua Dewan Syura dan Pengurus Pusat IJABI. (www.kompasiana.com/albanduni14)

Thu, 3 Apr 2014 @13:29

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved