Fitnah Sesat Syiah Sudah Dijawab Ulama

image

Ustadz Muhammad Babul Ulum dalam sebuah pengajian menyampaikan bahwa isu penyesatan terhadap Syiah tidak ada yang baru dan masih berulang-ulang. Bahkan, isu yang dipakai untuk menyerang Syiah sudah banyak dijawab oleh ulama Syiah.

Ustadz Babul sekarang ini sedang menyelesaikan desertasi doktor pemikiran Islam dengan mengambil penelitian tentang Muawiyat. Ustadz lulusan Pesantren Gontor ini mengaku mengambil judul tersebut terinspirasi dari buku Al-Mushthafa: Manusia Pilihan yang Disucikan karya Jalaluddin Rakhmat.

Menurut Ustadz Babul, Ustadz Jalal dalam bukunya menyajikan informasi sejarah zaman kekuasaan Bani Umayyah, khususnya Muawiyah bin Abu Sufyan, yang memerintahkan orang-orang yang terdekatnya untuk membuat hadits-hadits keutamaan sahabat-sahabat Nabi. Hal itu dilakukan agar hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan Imam Ali dan Ahlulbait menjadi hilang. Muawiyah juga sempat melarang orang meriwayatkan keutamaan Imam Ali. Bahkan memerintahkan khatib untuk mencaci maki Imam Ali dan pengikutnya dalam khutbah jumat. Hal itu dilakukan ratusan tahun.

Menurut Ustadz Babul, salah seorang tabiin berbincang dengan sahabat Nabi yang bernama Bara bin Adzib. Tabiin itu memujinya sebagai orang yang beruntung karena telah melihat langsung dan mendengarkan ucapan Rasulullah saw. Bara bin Adzib mengakui banyak hadits-hadits palsu dan hal-hal baru yang dibuat setelah Rasulullah saw meninggal dunia. Hadits dan hal-hal yang baru tersebut dalam sejarah terjadi pada zaman kerajaan Bani Umayyah. Karena itu, Ustadz Babul menjadikannya sebagai bahan penelitian desertasi.

Di hadapan jamaah, Ustadz Babul menyebutkan bocoran temuan dalam penelitiannya bahwa dalam pemerintahan Bani Umayyah terdapat konspirasi. Para penasihat Bani Umayyah yang membisiki para penguasa untuk menindas, melenyapkan, dan mengubah ajaran Islam yang berasal dari Rasulullah saw. Setelah Rasulullah saw wafat, masa kekuasaan khalifah yang tiga terdapat pembisik-pembisik yang menjadi penasihat.

“Para pembisik ini orang-orang yang asalnya tidak Islam kemudian masuk Islam dan mengubah ajaran Islam dari dalam dan melalui kekuasaan. Masa kekuasaan Umar bin Khaththab ada penasihat yang berasal dari Yahudi bernama Ka’ab Al-Ahbar. Masa Abu Bakar, Utsman bin Affan, Muawiyah, dan pelanjutnya juga ada. Mereka ini yang menggerakan penguasa untuk mengubah ajaran Islam dengan alasan-alasan kepentingan pemerintahan,” tutur Ustadz Babul.

(redaksi misykat)

Fri, 9 Sep 2016 @10:02

AUDIO MISYKAT

BAHAN BACAAN
FACEBOOK MISYKAT
BERBAGI BUKU

 Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan nomor WhatsApp pada KONTAK

Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Copyright © 2017 Misykat · All Rights Reserved