AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

FACEBOOK & WHATSAPP

Fanpage Komunitas Misykat

WhatsApp Group: Kajian Islam

BERBAGI BUKU

Silakan tulis nama, alamat, dan WhatsApp pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Bencana Paling Besar adalah Putus Harapan (2)

image

Masih ada Harapan

Saya ingin membacakan hadits yang menurut saya, sangat memberikan harapan kepada kita. Telah datang seorang lelaki dan dari A’rab. Dia menemui nabi Rasulullah SAW. Wahai Rasulullah saya ini tidak puasa kecuali satu bulan saya yaitu di bulan puasa. Aku tidak menambah dari situ dan aku juga tidak sholat kecuali sholat yang lima waktu saja. Tidak menambah dari puasa ke puasa, ramadhan saja. Dan dalam hartaku juga tidak ada harta yang bisa disedekahkan atau dipakai haji atau dipakai sunah. Dimana saya nanti kalau saya meninggal dunia.

Jadi seorang lelaki dari dusun atau kampong dalam bahasa arabnya disebut A’rab. Bangsa arab dari kampung itu disebut A’rab. Orang dari kampung itu  disebut A’rab. Walaupun sekarang ini yang memerintahkan Saudi sebenarnya dari kampung semua, dari gurun Nejd.

Saya ini puasanya satu bulan saja kalaupun saya puasa di bulan lain itu hanya qodho. Jadi puasanya itu tetap di bulan puasa aja. Aku tidak menambah dari situ dan aku juga tidak sholat kecuali sholat yang lima waktu saja tidak menambah dari puasa, hanya puasa ramadhan saja. Sholat hanya sholat lima waktu saja dan dalam hartaku juga tidak ada harta yang bisa disedekahkan atau dipakai haji atau dipakai sunah. Aku ini orang miskin. Hartaku tidak cukup bersedekah juga. Kemudian orang itu berkata “Dimana saya nanti kalau saya meninggal dunia ?”

Fatabassama Rasulullah saw

Sesudah membaca hadits ini, terbayanglah wajah Nabi Muhammad SAW. Nabi sedang memberikan pengajian di sebuah majelis. Datang orang bertanya kepada nabi. “ Ya Rasulullah, saya ini orang yang ibadanya sedikit, puasanya hanya puasanya bulan ramadhan. Sholat pun yang wajib-wajibnya saja.” Kemudian dia bertanya, ayng hanya memandang masa depanya saja. “di mana saya nanti kalau saya meninggal dunia?”

Dan tersenyumlah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW itu jangan dibayangkan orangnya keras, seram, seperti front pembela islam (FPI) atau laksana pejuang-pejuang islam seperti itu. Wajah Rasulullah itu lembut. Suaranya jugqa sangat lembut. Dan beliau itu banyak tersenyum. Kalau ditanya dia menjawab dengan tersenyum. Saya membayangkan, sekiranya Rasulullah berada di mimbar ini.

Memang Rasulullah itu banyak sekali tersenyum. Bassaman berarti banyak tersenyum. Dsalam bahasa arab, bassam artinya orang banyak tersenyum. Di negeri arab, banyak anak diberi nama bassam. Di Indonesia tidak begitu popular nama anak bassam. Mungkin kalau disingkat namanya menjadi “asam”. Jadi bassam atau bassama artinya orang yang mudah tersenyum. Rasulullah itu terkenal karena banyak senyum.

Pernah datang kepada saya dulu, seorang utusan dari hizbullah, libanon. Dia datang ke rumah. Orangnya masih muda. Orang hizbullah, cakep lagi orang nya. Orang itu kan kalau cakep atau cantik tidak tersenyum pun kelihatanya tersenyum. Tetapi kalau orang yang tidak cantik atau tidak cakep.. (saya tidak akan meneruskan kalimatnya.) apalagi kalau yang cakep ini senang tersenyum. Sewaktu saya Tanya, “ismak asy-syarif?” (nama anda siapa?) “bassam”, jawabnya seraya tersenyum. Pantes anda senyum terus. Dan dia menjawab saya dengan senyuman.

Saya pernah terpikir untuk mengumpulkan lagi hadits-hadits tentang, pa yang menyebabkan rasul banyak senyum, untuk dijadikan sebuah buku. Mungkin judulnya “tersenyumlah sang Rasulullah” sehingga menjadi satu buku lagi. Padalah buku yang berjudul “mengapa engkau menangis, ya Rasulullah?” belum jadi-jadi juga. Sementara saudara menunggu-nunggu buku tersebut. Karena itu, saudara rajin-rajinlah ke pangajian ini. Mudah-mudahan tiba-tiba terbit dan langsung dibagikan kepada saudara.

Makanya saya katakan kepada ustadz Miftah nanti jangan diberitahukan kapan buku ini terbit, supaya setiap hari ahad banyak yang datang untuk mengaji. Kita akan tiba-tiba saja membagikanya. Bila buku itu terbit, saudara-saudaralah yang pertama kali memperoleh buku itu secara gratis. Saya tidak tahu apa ini janji atau niat. Kalau niat tidak dilaksanakan dapat pahala, kata para ustadz. Kalau niat buruk tidak dilaksanakan,d dia tidak dapat siksa. Padalah niat buruk tidak dilaksanakan juga tetap dapat hukumanya.

Orang itu datang kepada nabi, “ Ya Rasulullah, saya ini tidask banyak puasa kecuali yang wajib saja shalatpun yang wajib saja. Saya pun tidak bisa membayar shadaqah karena saya ini tidak punya harta untuk bersedekah, untuk haji apalagi, juga untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah (tathawusu) . Nanti dimana saya kalau saya meninggal ? mendengar pertanyaan seperti itu, Rasulullah SAW berkata, “kamau bersamaku disurga.”

Saya perhatikan ini sabda nabi. Sekiranya saya orang arab dari dusun itu pasti kelengger mendapatkan jawaban nabi yang pendek. Dimana nanti saya ya Rasulullah kalau saya meninggal dunia. Apa kata Rasulullah ? “benar nanti kamu bersamaku,” kata Rasulullah. Jadi kamu itu nanti bersamaku.coba bayangkan dia ini ibadahnya kurang. Shalat hanya yang wajib saja. Lalu puasa juga hanya yang wajib saja. Tetapi digabungkan dengan Rasulullah sAllahu alaihi wasallam yang ibadahnya bukan main. Yang amal ibadahnya luar biasa. “kamu bersamaku,” Rasulullah mengatakan sambil tersenyum.

Sekiranya saudara datang kepada Rasulullah lalu Rasulullah berkata kepada saudara, “betul kamu akan bersamaku.” Pingsan kita karena kebahagian yang luar biasa. Kita akhirnya tidak mendengar pembicaraan berikutnya dari Nabi SAW.

KH Jalaluddin Rakhmat adalah Ketua Dewan Syura IJABI

 

Sun, 8 Dec 2013 @11:50

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved