AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

FACEBOOK & WHATSAPP

Fanpage Komunitas Misykat

WhatsApp Group: Kajian Islam

BERBAGI BUKU

Silakan tulis nama, alamat, dan WhatsApp pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Penerbitan Buku Tentang Syiah, Nama MUI Pusat Dicatut?

image

Beberapa hari terakhir ini kita 'dikejutkan' terbitnya buku berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia", yang disebut (tepatnya diklaim) diterbitkan oleh MUI Pusat. Media-media takfiri berlomba-lomba memuat dan meng-copy paste berita terbitnya buku "yang dinanti-nantikan" tersebut. 

Media asuhan Said Samad di Makassar menurunkan berita buku ini dengan suka cita.  Benarkah buku itu diterbitkan secara resmi oleh MUI Pusat? Siapa saja yang berada dibalik penerbitan buku misterius tersebut?

Terbitnya buku itu dengan mengatasnamakan MUI Pusat tentu saja patut dipertanyakan, mengingat pandangan MUI Pusat selama ini yang menjunjung tinggi persatuan Islam, dan mendukung pendekatan antar mazhab Sunni-Syiah (taqrib baynal madzahib). Hal ini bisa dilihat dari pandangan-pandangan yang disampaikan para pengurus teras MUI Pusat selama ini, seperti KH Sahal Mahfudz (Ketua Umum), Prof Dr Din Syamsuddin (Wakil Ketua), Prof Dr Umar Shihab (Ketua), dan tokoh-tokoh MUI Pusat lainnya yang berwawasan luas dan mendukung persatuan ummah.

Setelah kami telusuri dan klarifikasi langsung ke beberapa orang Pengurus MUI Pusat (yang tidak dapat kami sebutkan namanya untuk menjaga sumber dari serangan kelompok intoleran), kami memperoleh fakta sebagai berikut :

  1. Buku itu sebenarnya bukan hasil kajian tim yang dibentuk secara resmi oleh MUI Pusat. Sebagian besar isi buku tersebut adalah kumpulan 'catatan' sekelompok orang yang menamakan dirinya MIUMI, yang sebagian di antara pengurusnya juga menjadi pengurus MUI Pusat.
  2. Karena menganggap respon MUI Pusat 'sangat lambat' dalam menanggapi keinginan sekelompok orang agar MUI Pusat mengeluarkan fatwa sesatnya Syi'ah, maka sekelompok orang di MUI Pusat menjadikan 'catatan-catatan' dari MIUMI dengan tambahan sana-sini (agar tidak terlihat persis sama) menjadi sebuah buku dengan judul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia" dan dilabeli logo dan nama MUI Pusat.
  3. Ironisnya, buku tersebut diterbitkan tanpa sepengetahuan Ketua Umum MUI Pusat (KH Sahal Mahfudz), Wakil Ketua MUI Pusat (Prof Din Syamsuddin), Ketua MUI Pusat (Prof Dr Umar Shihab) dan juga Sekjend MUI Pusat (Drs. H. Ichwan Sam). Bahkan Sekjend MUI Pusat disebutkan sangat terkejut dan marah. Namun buku itu tetap 'lolos' terbit.

Karena munculnya banyak reaksi penolakan di internal MUI Pusat sehubungan terbitnya buku tersebut, maka dalam waktu dekat ini MUI Pusat akan mengadakan pertemuan membahas hal tersebut.

Kesimpulannya: Buku tersebut terbit dengan mencatut nama MUI Pusat dan terbit tanpa melalui mekanisme keorganisasian yang berlaku di MUI Pusat. Anda mau percaya kepada pencatut dan yang menggunakan nama organisasi besar Islam untuk mencapai tujuannya mengoyak persatuan Islam? Silahkan pilih sendiri.

Sumber: LPPI Makassar 

 

Mon, 9 Dec 2013 @10:18

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved