Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Ikhtisar Sahabat menurut Al-Quran (1)

image

Oleh KH Jalaluddin Rakhmat

Ini adalah jawaban umum untuk dialog yang berlangsung di halaman facebook saya. Karena karakteristik fb yang menggapai orang dalam berbagai tindakan kecerdasan, saya mengambil posisi berhadapan dengan orang yang paling awam. Karena itu, Sahabat menurut Al-Quran hanya akan menampilkan ayat demi ayat. Saya berharap saudara fokus pada tanggapan saudara untuk ayat yang dibicarakan dan tidak "melantur" ke sana ke mari. Menurut psikologi abnormal, hanya orang yang abnormal yang berbicara "tidak nyambung" atau loncat ke mana-mana tanpa bisa balik lagi ke pangkalan.

Sahabat Nabi saw meninggalkan Salat Jumat
Sahabat meninggalkan Nabi saw yang sedang salat dan khutbah Jumat karena tergoda oleh perdagangan dan hiburan: "Dan apabila mereka melihat perniagaan dan permainan,mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka meninggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan. Dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki." (Surat Jum'ah 11)

Semua kitab tafsir menyatakan bahwa para sahabat meninggalkan salat jumat dan Nabi saw sedang berkhotbah, karena tertarik dengan perdagangan dan hiburan. Saya kutip beberapa hadis dari Tafsir al-Durr al-Mantsur tulisan Jalaluddin al-Suyuthi ketika menjelaskan ayat di atas:

Dari Jabir bin Abdillah: Ketika Nabi saw sedang berkhotbah datanglah rombongan pedagang ke Madinah. Para sahabat Rasulullah saw berlarian ke tempat dagang itu sehingga tidak tersisa kecuali hanya 12 orang sahabat saja. Menurut Ibn Abbas, yang tinggal di masjid itu hanya 12 orang lelaki dan tujuh orang perempuan. Menurut riwayat lain dari Jabir bin Abdillah, peristiwa ini terjadi berkali-kali, ketika ada rombongan pesta pernikahan melewati masjid, sahabat bubar. Jika ada rombongan pedeagang yang singgah di Batha-, tempat yang berdampingan dengan Baqi dan halaman masjid, mereka juga bubar meninggalkan Nabi saw. Rasulullah saw murka dan bersabda, "Jika yang terakhir mengikuti yang pertama maka api akan memenuhi lembah kalian." Inilah asbab al-nuzul tentang ayat di atas. Tidak ada perbedaan pendapat di antara para ahli tafsir: Ayat ini menceritakan sahabat yang meninggalkan salat jumat dan Nabi saw yang sedang khotbah.

Izinkan saya bertanya kepada sdr dan berikan kepada saya jawaban. Kata Al-Razi, seluruh sahabat harus dijadikan teladan. Mereka adalah hujjah-hujjah agama. Apakah kita, yang datang kemudian ini, mau menjadikan kelakuan sahabat itu sebagai teladan? Apakah menceritakan keburukan sahabat itu "mengecam"? Kalau begitu, siapakah yang mengecam sahabat dalam peristiwa di atas. Di antara sekian banyak jemaah jumah Nabi saw, hanya dua belas orang lelaki dan tujuh perempuan yang tersisa di masjid. Kebanyakan mereka lari meninggalkan masjid, meninggalkan Nabi saw yang sedang berkhotbah.

Pernahkah ada di negeri ini orang yang bubar meninggalkan salat jumat dan mengabaikan khatib hanya karena ada hiburan di sekitar masjid? Apa kata orang kalau sdr ramai-ramai meninggalkan salat jumat sebelum selesai, malah ketika khatib berkhotbah? Paling tidak, sdr dianggap tidak beradab, tidak mengenal etiket. Padahal yang sdr tinggalkan hanyalah khatib di kampung sdr. Siapakah yang ditinggalkan sahabat? Rasulullah saw, sayyidul anaam, manusia yang paling mulia di seluruh alam semesta. Begitukah sahabat-sahabatmu memperlakukanmu ya Rasul Allah? Betapa sabarnya dikau! Alirkan secercah cahaya sabarmu kepada kami!!

Sekiranya sdr khathib, apakah sdr akan bergembira melihat jemaah meninggalkan sdr atau sdr berdukacita karenanya? Apakah sdr menganggap larinya jemaah dari sekitar Anda itu sebagai penghormatan atau penghinaan? Jadi, jawablah yang ini dulu.

 

 

Ini adalah kelanjutan serial tentang sahabat dalam perspektif Al-Quran, sekaligus jawaban pada komentar-komentar tamu saya – baik yang beradab maupun yang biadab. Saya memang tidak menjawab komen itu satu persatu. Pertama, karena saya tidak punya waktu untuk itu; kedua, karena para tamu sudah saling menjawab di antara mereka; dan ketiga, khusus untuk komen-komen orang jahil, Al-Quran menyuruh saya berpaling dari mereka (AQ 7:199). Saya ingin termasuk orang-orang yang diceritakan Allah swt dalam AQ 28:54-55:

Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil."

Saya mengundang saudara untuk memberikan tanggapan. Tetapi, saya ingin mengulangi lagi apa yang saya tulis pada bagian pertama: Saya berharap saudara fokus pada tanggapan saudara untuk ayat yang dibicarakan dan tidak "melantur" ke sana ke mari. Menurut psikologi abnormal, hanya orang yang abnormal yang berbicara "tidak nyambung" atau loncat ke mana-mana tanpa bisa balik lagi ke pangkalan
.

Tue, 21 Mar 2017 @20:24

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved