AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Catatan untuk Ustadz Hidayat Nur Wahid (1)

image

PENGANTAR

Sebuah catatan untuk Hidayat Nur Wahid, seorang petinggi PKS, dan tokoh Islam mazhab Wahabi. Beliau mendapatkan kritik dari adik sepesantrennya, M.Babul Ulum, yang menulis buku Merajut Ukhuwah Memahami Syiah. Buku ini merupakan hasil riset dari berbagai buku sehingga hasilnya dituangkan dalam buku yang dijadikan bacaan resmi berdasarkan Dirjen Pendidikan Agama Islam. (Redaksi Misykat).

Kampanye Syiah

Ide menulis tema ini bermula dari “kampanye Syiah” yang dilakukan oleh Ustadz Hidayat Nur Wahid setelah seminar Istiqlal tanggal 21 September 1997, di mana beliau menjadi salah satu penyaji makalah. Setelah semua makalah seminar tersebut dibukukan dengan tajuk Mengapa Kita Menolak Syi’ah, beliau getol “memasarkan” buku itu ke tempat-tempat (pesantren-pesantren) di mana beliau mempunyai akses ke dalam. Di antara pesantren yang sempat beliau singgahi adalah ITS Siman, tempat saya menuntut ilmu saat itu.

Waktu itu, sekitar tahun 1998, saat hingar-bingarnya reformasi, partai-partai politik bermunculan bak cendawan di musim hujan. Sebagai seorang deklarator partai Islam (saat itu bernama Partai Keadilan atau PK), beliau dibuat sibuk oleh banyaknya daerah yang ingin segera bergabung dengan partai “masa depan”  tersebut.  Di sela-sela kesibukannya mende-klarasikan partainya di Jawa Timur itulah, beliau menyempat-kan diri menjenguk “ibu kandungnya” di sebelah selatan kota Ponorogo.

Entah mengapa, ketika mampir di kampus Siman, “pidato” politik  beliau hanya terfokus pada tema buku yang hanya berupa kumpulan seminar memberangus Syi’ah.

Padahal, sebagai seorang politikus Muslim, sejatinya beliau berbicara tentang agenda masa depan seluruh umat Islam di Indonesia. Alih-alih berbicara tentang politik Islam dan nasib umat Islam yang masih dihinggapi beragam problematika kehidupan berbangsa dan berislam—tema yang cocok dengan situasi saat itu—beliau malah mengangkat isu-isu usang yang bukan hanya basi, melainkan juga sudah membusuk karena saking basinya, yaitu isu klise soal perbedaan Syi’ah-Sunnah.

Entah mengapa isu ini yang diangkat di ISID? Apa mungkin karena di kampus ISID saat itu mulai merekah benih-benih tasyayyu‘ sehingga perlu didatangkan seorang doktor, penulis desertasi tentang kesesatan Syi’ah untuk mengembalikan ma-hasiswa ISID berpaham Syi’ah ke jalan yang benar? Mengapa isu serupa tidak beliau angkat di Wisma Darussalam pada malam harinya? Hanya Ustadz Hidayat Nur Wahid dan para pembisiknya yang tahu.

“Kalau baru menjadi seorang deklarator partai yang mem-bawa label Islam saja sudah berbicara sedemikian “sadisnya” memfitnah saudaranya karena berbeda madzhab, bagaimana bila menjadi presiden yang sesungguhnya.”

Hatiku berontak. Ingin segera menginterupsi pembicaraannya. Akan tetapi, karena menghormati siapa yang membawanya ke ISID—yang waktu itu ikut duduk di depan kami, mahasiswa ISID—saya bersabar untuk menanti sesi tanya jawab. Di akhir acara, saya menanyakan beberapa pertanyaan tentang topik “kampanyenya” saat itu. Karena alasan sedikit-nya waktu yang tersedia, pertanyaan saya akhirnya dijawab dengan jawaban yang sangat menggelikan. Mungkin karena yang bertanya adalah seorang “anak kemarin sore”, atau

mungkin karena sebab lain. Yang jelas, jawabannya—menurut saya yang masih duduk di Semester III—sungguh tidak menunjukkan kualitas keilmuan beliau sebagai seorang doktor lulusan Universitas Madinah.

Belakang hari, saya justru merasa berterimakasih kepada Ustadz Hidayat Nur Wahid. Untuk itu, saya ucapkan Jazâku-mullâhu khairan katsîrâ. Jawaban Ustadz yang menggelikan seperti itu telah memicu semangat saya untuk lebih mem-perdalam isu Syi’ah.

Setelah pertemuan di mushalla kecil itu, saya bertekad untuk melakukan pengkajian lebih jauh tentang Syi’ah. Tekad itu sempat saya ungkapkan kepada salah seorang teman, Agung Pirsada (alumni 1997) yang kemudian hengkang ke Sulawesi

(merintis pondok pesantrennya Dr. Marwah Daud Ibrahim) untuk mengangkat topik “kampanye” beliau sebagai tema skripsi. Beberapa tahun kemudian, mushalla tempat beliau “berkampanye” tentang Syi’ah berubah menjadi perpustakaan.

Persis di tempat beliau duduk saat itu, saya menyelesaikan skripsi S1, yang akhirnya menghantarkan saya menyelesaikan studi di kampus “Institut Tengah Sawah” itu.

Sekadar membuka memori Ustadz Hidayat Nur Wahid—selanjutnya saya singkat dengan HNW atau saya sebut dengan Ustadz. Kisahnya berawal saat pertemuan dengan mahasiswa ISID di sela-sela kesibukan HNW mende-klarasikan Partai Keadilan (PK) Jawa Timur. Saya termasuk salah satu mahasiswa yang bertanya di forum tanya jawab.

Saat itu saya membacakan buku karya Dr. Syalabi yang ber-judul  Sejarah Kebudayaan Islam. Beberapa tahun kemudian,sekitar akhir tahun 2002, saya, bersama dua orang teman, ber-silaturahmi dengan HNW di Markas PK, di daerah Mampang.

Sebagai seorang senior, sumbang saran HNW sungguh sangat kami harapkan untuk membantu lancarnya kegiatan pen-didikan di Pesantren Az-Zahra, proyek teman saya, yang di-dirikan di daerah Kembangan, Jakarta Barat.

Waktu datang kami memperkenalkan diri sebagai teman Fahmi Al-Muffasir, Country 92, asal Sulawesi yang ditugaskan di Bontang. Beliau adalah alumni Jami’ah Madinah yang saat itu sedang membuka praktek pengobatan  hijamah di rumah dinas Bapak Rambe Kamaruzzaman (Anggota DPR dari Partai Golkar) di kompleks DPR RI Kalibata. HNW adalah salah satu pasien beliau. Atas rekomendasi beliau, saya, Gunung Mulia Lubis (pimpinan Az-Zahra), dan Abdul Ghaffar dari NTT (Semuanya alumni Gontor tahun 1992) dapat bersilaturahmi dengan HNW di markas PK.

Sungguh suatu kehormatan bagi kami bisa bertatap muka langsung dengan seorang “presiden” yang berpengaruh! 

(SUMBER: Merajut Ukhuwah, Memahami Syiah karya Muhammad Babul Ulum; penerbit Marja, 2008. Buku ini telah disahkan Dirjen Pendidikan Agama Islam sebagai buku bacaan agama Islam)


 

Sun, 7 Jun 2015 @08:38

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved