AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Madzhab Jafariyah [Muhammad Babul Ulum]

image

Madzhab Jafariyah atau yang dikenal dengan istilah Syiah Imamiah Itsna Asyariyah, menurut Syaikh Mahmud Syaltut, mantan Rektor Al-Azhar, Mesir, adalah satu Madzhab yang pengikutnya berhak untuk menjalankan ajaran Islam menurut aturannya.

Sebagai suatu aliran besar dalam Islam, tidak sedikit sumbangsih yang telah diberikan oleh Syi’ah dalam ikut menjaga bangunan masyarakat Islam. Al-Azhar, misalnya, salah satu universitas terkemuka di dunia Islam, adalah salah satu bukti nyata kontribusi Syi’ah dalam dunia ilmu dan pendidikan. 

Selain itu, telah dilakukan pula berbagai usaha tanpa lelah oleh para ulama Syi’ah, dalam dunia tulis-menulis. Karya mereka banyak memenuhi perpustakaan yang tersebar di seluruh penjuru dunia, yang menjadikan Syi’ah sebagai salah satu Madzhab yang banyak dianut oleh mayoritas umat Islam, di samping Madzhab Ahlussunah.

Meskipun demikian, masih banyak kaum Muslimin, baik mereka yang biasa kita sebut sebagai kaum ulama maupun kaum awam, yang salah paham terhadap Syi’ah. Kesalahpahaman mereka yang begitu rupa telah menampakkan penolakan yang sangat keras terhadap keyakinan yang tertera di dalam rujukan asli umat Islam.

Sebuah penolakan yang menurut hemat kita bersumber dari ketidaktahuan akan hakikat Syi’ah. Sebuah penolakan yang lahir karena kebencian dan fanatik buta terhadap subyektivitas keyakinan. Itulah yang akhirnya memunculkan tuduhan-tuduhan ngawur yang disematkan kepada Syi’ah.

Di antara kesalahpahaman yang mesti diluruskan itu adalah munculnya tuduhan yang mengatakan bahwa Syi’ah mempunyai kitab suci lain selain Al-Quran yang ada sekarang; bahwa Syi’ah sangat membenci para sahabat dan tidak mempercayai riwayat mereka yang berujung pada keraguan Syi’ah terhadap hadis Rasulullah Saw sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Quran. Masih banyak tuduhan tanpa dasar lainnya yang mengeluarkan Syi’ah dari lingkungan Islam.

Para ulama Syi’ah, yang terkenal ketinggian ilmu dan kebersihan nuraninya, telah banyak menjawab kekeliruan tuduhan-tuduhan tersebut dengan bahasa yang santun. Tak terhitung dari mereka, yang dulunya berada dalam barisan para penentang Syi’ah, akhirnya takluk dan mengakui kebenaran yang disampaikan para ulama Syi’ah. 

Meskipun demikian, masih banyak mereka yang dengan keras menghujat dan memfitnah Syi’ah melalui subyektivitas pribadi yang mereka klaim bersumber dari buku induk Syi’ah. “Pelangi itu indah!” demikian kiranya benang merah yang dapat kita tarik dari sebuah ungkapan yang dinisbahkan kepada Rasulullah Saw: “Ikhtilâfu ummatî rahmatun.”  

Namun, rahmat itu akan berubah menjadi bencana bila yang muncul kemudian adalah saling menghujat dan memfitnah; apalagi bila menjelma menjadi alat takfîr (mengkafirkan pihak lain). Wal‘iyâdzu billâh. 

[Sumber: Merajut Ukhuwah, Memahami Syiah karya Muhammad Babul Ulum; penerbit Marja, 2008. Buku ini telah disahkan Dirjen Pendidikan Agama Islam sebagai buku bacaan agama Islam]

Fri, 17 Jun 2016 @21:50

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved