BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Cikal Bakal Tasyayyu [by Muhammad Babul Ulum]

image

Para ulama berselisih pendapat tentang awal munculnya tasyayyu  (Syiah) dalam Islam. Waktu yang diperdebatkan umumnya berkisar pada permulaan Islam hingga terbunuhnya Imam Ali.

Di antara mereka—mayoritas ulama Syi’ah—berpendapat bahwa ide tasyayyu‘ muncul seiring dengan merekahnya fajar Islam di hari Rasulullah Saw pertama kali mendakwahkan kalimat tauhid. Lafad syi’ah, menurut golongan ini, telah ada sejak era Rasulullah saw sebagaimana Syi’ah (sahabat yang setia pada imam Ali) juga telah muncul pada masa hidup beliau.

Dalam hal ini, Muhammad Husein Kasyif al-Ghitha’ berpendapat, “Sesungguhnya yang pertama kali menanamkan benih Tasyayyu‘ ke dalam ladang Islam adalah Shahîb asy-Syarî‘ah itu sendiri. Artinya, tasyayyu‘ ditanam bersamaan dengan ditanamnya benih Islam, terus dipelihara dan disiramnya hingga tumbuh dan berkembang di masanya serta berbuah sepeninggalnya.”

Kelompok ini berdalih, tatkala turun firman Allah: Dan berilah peringatan keluarga dekatmu. Nabi Muhammad Saw mengumpulkan kerabat dekatnya (Bani Hasyim). Para ahli sejarah berselisih pendapat tentang jumlah mereka waktu itu. Ada yang berpendapat tiga puluh orang, ada pula yang mengatakan kurang lebih empat puluh orang, termasuk para paman beliau, Abu Thalib, Hamzah, dan Abu Lahab.

Setelah kerabat Nabi berkumpul, beliau memperingatkan mereka sebagaimana perintah ayat tersebut, dan berkata, “Siapa di antara kalian yang menolongku untuk menjadi saudaraku, pewarisku, pengemban wasiatku, wazirku, penggantiku untuk memimpin kalian sepeninggalku?”

Tidak ada seorang pun yang hadir menjawab seruan beliau selain Ali bin Abi Thalib. Seraya berdiri, Ali—yang terkecil di antara mereka yang hadir—berkata, “Aku, wahai Nabiyullah. Aku bersedia menjadi pembantumu.”  Kemudian Rasulullah memangkunya seraya berkata, “Dengarlah dia dan taatilah ia.”

Yang hadir pada waktu itu pun berdiri sambil tertawa mengejek Abu Thalib, seraya berkata: “Lihatlah, dia telah menyuruhmu untuk mendengarkan dan taat kepada anakmu.”

Peristiwa di atas, menurut kelompok ini, merupakan cikal bakal tasyayyu. Seruan tasyayyu pada Imam Ali—berdasarkan pada riwayat di atas—datang dari Nabi Muhammad Saw seiring dan sejalan dengan ajakan kepadasyahadatain

Mûsa al-Mûsawi berpendapat lain. Menurutnya, tasyayyu terbentuk sepeninggal Rasulullah Saw. Sebagai buktinya, kata dia, tatkala Imam Ali sedang sibuk mengurus jenazah Rasulullah Saw, Abbas bin Abdul Muthalib, paman beliau, berseru kepadanya, “Ulurkanlah tanganmu untuk aku baiat!” Menyaksikan kejadian itu, orang-orang berkata, “Paman Rasulullah membaiat anak paman Rasulullah.”

Pendapat tersebut diperkuat oleh riwayat Ibnu al-Atsir, dalam Al-Kâmil, tatkala terjadi perdebatan sengit di Saqifah Bani Sa’idah hingga terjadilah apa yang terjadi.

Sebagaimana termaktub dalam buku sejarah, sekelompok kaum Anshar berdiri seraya berkata, “Kami tidak akan membaiat selain Imam Ali.” 

[Sumber: Merajut Ukhuwah, Memahami Syiah karya Muhammad Babul Ulum; penerbit Marja, 2008. Buku ini telah disahkan Dirjen Pendidikan Agama Islam sebagai buku bacaan agama Islam]

Wed, 10 Jan 2018 @17:33

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved