AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Siapa yang Menentukan Sesat?

image

Seorang teman cerita bahwa sebuah ormas di Jakarta membuat forum yang mengundang ulama-ulama dari Arab. Sejumlah aktivis muda Islam dari ormas dan yayasan yang semazhab dengannya diundang. Kiyai dan ustadz-ustadz yang mewakili daerah pun hadir.

Panitia telah memfasilitasinya mulai dari ongkos sampai makan dan uang saku. Di sana membahas tentang Syiah dan Ahlulbait. Hanya sayang, yang dibahasnya masih mengulang-ulang bahwa Syiah sesat, memiliki Quran yang berbeda, Nabinya Ali, dan pelaku nikah mut’ah dijamin masuk surga kalau sudah berkali-kali, Syiah diciptakan Ibnu Saba, serta hajinya ke Karbala, Irak.

Apakah benar? Tanya teman. Kami sampaikan bahwa semua yang disampaikan dalam forum tersebut tidak benar. Banyak ulama Syiah yang membantahnya. Seharusnya forum tersebut menghadirkan ulama Syiah atau perwakilan dari ormas Syiah. Bukan memvonis di belakang. Memang orang-orang yang tidak tahu soal sejarah Islam tidak akan bersikap kritis. Menerima begitu saja kebohongan yang dilapisi dengan aksesoris Islam.

Kalau dikonfirmasi kepada para pengikut Syiah atau ustadz yang pernah belajar Syiah di Iran dan Suriah, ternyata semua itu bohong belaka dan fitnah. Hingga sekarang informasi yang melekat pada Syiah tetap buruk dan berulang-ulang demikian. Mungkin karena disampaikan oleh orang-orang yang bergelar kiai atau ustadz, masyarakat percaya begitu saja tanpa berani melakukan pengecekan terhadap sumbernya.

Kalau memang Islam mazhab Syiah itu sesat harusnya dilawan dengan dalil-dalil yang benar. Bukan dengan kekerasan dan provokasi melalui media sosial untuk membenci. Kalau mereka terus keukeuh bahwa Syiah itu sesat harus dibuktikan dengan argumen yang kuat atau ilmiah dan dapat diakui kebenarannya oleh ulama dari masing-masing mazhab. Kalau hanya sekadar menurut ulamanya, ya pasti beda dengan ulama lainnya.

Silakan gelar dialog antarmazhab dalam forum nasional dengan menghadirkan wakil masing-masing mazhab dan ormas yang bersangkutan. Tidak perlu provokasi dan melakukan bakar pesantren dan rumah yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat. Bukankah Islam itu rahmatan lil ‘alamin ? Soal sesat dan tidak pun harusnya dilakukan dengan konteks demikian, bukan malah menunjukkan Islam sebagai laknatan lil ‘alamin.

(As/misykat)

Tue, 31 Jan 2017 @11:28

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved