Rubrik
Terbaru
MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

IJABI Gelar Arbain: Ziarah untuk Cucu Rasulullah saw

image

Meski diguyur hujan, warga IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) Bandung berdatangan ke Aula Muthahhari jalan Kampus Kiaracondong Bandung. Setiap jamaah yang masuk langsung diberi makan malam berupa nasi dus dengan lauk ayam sayur dan tempe. Tidak lupa air minum.

Ketika masuk aula, terlihat penuh dengan jamaah. Sekira lima menit, seorang pembawa acara berdiri dan menyampaikan acara pengajian Arbain Imam Husain (cucu Rasulullah saw) akan dimulai. Ia menyampaikan bahwa ziarah ke makam Imam Husain di Karbala, Irak, lebih banyak dari haji di Makkah dan mandi bersama di Sungai Gangga, India. Orang yang ziarah ke Imam Husain tidak batasi sehingga setiap tahun bisa meningkat jumlahnya.

Pembawa acara mengajak jamaah untuk baca shalawat dan meminta Kang Jalal (KH Jalaluddin Rakhmat) untuk memberikan ceramah. Kang Jalal yang baru pulang dari Manado, menyampaikan bahwa Arbain di Manado banyak diikuti Ahlussunah dan menghadirkan orang-orang dari non-Islam.

Meski tidak diselenggarakan secara nasional, hari keempat puluh wafat Imam Husain layak diperingati sebagai upaya untuk mengingat perjuangan Imam Husain beserta keluarganya dan bentuk kecintaan kepada keluarga Rasulullah saw.

Kemudian Kang Jalal menayangkan video orang-orang yang berziarah ke makam Imam Husain. Video yang tayang pertama adalah seorang yang memakai kursi roda mendorong kursi roda dengan pahanya dan terus bergerak menuju makam Imam Husain. Ada tayangan seorang kakek yang berjalan tertatih-tatih yang berjalan. Kakek itu melambaikan tangan dengan wajah berseri. Orang-orang yang melewati sesekali mencium kepala kakek itu. Tentunya dalam rangka mengambil berkah.

Orang-orang yang berziarah ke Imam Husain biasanya berebut debu Karbala. Mereka yakin bahwa debu itu membawa berkah. Dan menurut Kang Jalal, mengambil berkah itu terdapat dalam Al-Quran surah Thaha berkaitan dengan Samiri yang mengambil jejak dari injakan kaki Nabi Musa as. Orang-orang tidak mengetahui kalau bekas injakan Rasul mengandung berkah. Samiri bisa membuat anak sapi dari emas dan berbicara. Emas dan tanah bekas injakan Rasul yang diambilnya disatukan dan menjadi patung sapi yang berbicara.

“Jejak Rasul itu mengandung berkah,” kata Kang Jalal, “Samiri menggunakannya dengan salah dan ditegur oleh Nabi Musa as. Samiri bisa mengetahui yang orang lain tidak mengetahui sehingga bisa mengambil berkah dari Rasul.”

Kang Jalal juga menyampaikan riwayat bahwa Rasulullah saw menyampaikan: sekiranya nanti orang-orang tidak akan menuhankan Ali akan saya beritahui bahwa jejak injakan kaki Ali itu ada berkah dan pasti akan diperebutkan sebagaimana murid-murid Nabi Isa as melakukannya.

Menurut Kang Jalal, jejak orang suci seperti Nabi dan Imam Ahlulbait mengandung berkah dan ada manfaatnya bagi umat Islam. Karena itu, pengikut Ahlulbait dianjurkan untuk sujud dalam shalat di atas tanah Karbala.

“Ziarah hari keempat puluh syahid Imam Husain dan sujud di atas tanah merupakan tanda seorang mukmin berdasarkan riwayat Imam Hasan Al-Askariy,” kata Kang Jalal.

Dalam tayangan video ziarah Imam Husain, terdapat seorang Kardinal dari agama Nasrani (Kristen) yang didampingi ulama-ulama mendatangi makam Imam Husain. Kardinal yang mengenakan kalung salib itu mencium tanah yang menyatu dengan makam Imam Husain.

Kang Jalal menerangkan bahwa dalam sejarah memang ada seorang pendeta Kristen yang mengambil kepalal Imam Husain dari tentara Bani Umayyah ketika dibawa ke Damaskus, Suriah. Pendeta itu meminjam kepala Imam Husain kemudian dibersihkan dan diberi wewangian. Dikabarkan setelah dikembalikan, pendeta itu bermimpi dan seseorang datang mengucapkan terima kasih. Setelah terbangun, pendeta itu memeluk Islam dengan menjadi pengikut Imam Husain atau Ahlulbait.

Acara berlanjut dengan lantunan syair duka yang diiringi jamaah. Disambung dengan doa ziarah dan bersalaman dengan rombongan Ustadz Miftah bersama 33 orang yang hari Rabu, 25 Desember 2013, berangkat ziarah ke makam Imam Ali Ridha dan para ulama di Iran serta dilanjutkan ke Karbala untuk ziarah kepada Imam Husain, cucu Rasulullah saw. [redaksi@misykat.net]

 

 

Thu, 26 Dec 2013 @19:00

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved