Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

NU adalah Golongan Syiah yang Minus Imamah

image

Gus Dur Mempersilahkan warga NU untuk masuk Syiah

Menurut Majalah Berita Mingguan GATRA Edisi : 25 November 1995 (No.2/II) bahwa Kiai Bashori mengatakan pernah mendengar pidato Gus Dur di Bangil, Jawa Timur, menyebut Ayatullah Khomeini sebagai waliyullah atau wali terbesar abad ini. Padahal, menurut pendapat ahlusunah waljamaah, jelas bahwa Syiah itu (dianggap) menyimpang dari Islam. Maka Kiai Bashori bertanya, “Bagaimana sih sebenarnya akidah sampeyan tentang Syiah ini?”

Menurut Effendy Choiri, yang dikenal sebagai pendukung Gus Dur, jawaban Gus Dur sebagai berikut: dari segi akidah, memang beda antara Syiah dan Sunni. Saya melihat Khomeini itu waliyullah bukan dalam konteks akidah, melainkan dalam konteks sosial. Khomeini adalah satu-satunya tokoh Islam yang berhasil menegakkan keadilan, memberantas kezaliman, dan lain-lain. Jadi soal akidah kita tetap beda dengan Syiah.

Ketika terjadi dialog di Genggong, Gus Dur ditanya oleh K.H. Bashori Alwi ,”Saya mendengar langsung dari Gus-Dur, apa alasan Gus-Dur mengatakan Khumaini waliyullah terbesar abad ini ? Gus Dur menjawab bahwa yang saya maksudkan Khumaini waliyullah terbesar abad ini adalah Khumaini melawan kedloliman Syah Iran.”

Almarhum Gus Dur yang sebagai ulama besar sekaligus Ketua Umum NU semasa hidupnya pernah mengatakan bahwa NU adalah golongan Syiah yang minus imamah.

Gus Dur meminta agar peredaran buku-buku dan kitab-kitab Syi’ah tidak perlu disensor oleh pemerintah. Lebih jauh Gus Dur dalam dialog tersebut mempersilahkan warga NU untuk masuk Syi’ah, sehingga harian Terbit 15 Februari 1993 membuat judul Gus-Dur menyeberang ke Sy’iah.

Melalui majalah Aula (April 1996, halaman 26) Gus-Dur membantah dengan pertanyaan “Syi’ah mana yang saya kembangkan?”

Komentar Ustad Husain Ardilla : “Demikian sebagian kepeloporan Gus-Dur dalam mengembangkan Syi’ah di kalangan NU, sehingga wajar bila Gus-Dur dan Said Aqil saya katakan sebagai pelopor persatuanh NU- Syi’ah di akhir abad kedua puluh ini. Lebih baik NU membela syi’ah daripada wahabi pembunuh para ulama serta umat islam dan mengkafirkan orang tua nabi saw. Wahabi menuduh Tuhan memiliki tangan-wajah-mata-betis yang zahir lalu turun secara zahir ke langit dunia pada 1/3 malam yang akhir. Tuduhan wahabi kepada Tuhan dibantah NU dan syi’ah yang menta’wil ayat mutasyabihat”

Ulama NU yang membela Syiah bisa di maklumi karena Gusdur pemimpin NU membela Syiah itu akan mendarah daging. Pengaruh Gusdur sangat kuat di NU. Baru-baru ini Ketua Umum NU Said Aqil Siroj juga mengakui bahwa NU banyak kemiripan dan sampai membela mati-matian Syi’ah di Indonesia

Tugas wahabi hanya satu sebagaimana pekerjaannya setan yaitu menyesatkan umat manusia.Syiah sangat menghormati GusDur, namun wahabi semacam  Ustadz Abu Bakar Ba’asyir malah menuduh Gus Dur telah murtad, menurut Ba’asyir:

“Jadi, mengenai mister Dur, menurut keyakinan saya Mr Dur ini murtad ”.

Pernyataan itu terlontar, saat ustad Abu Bakar Ba’asyir, berkali-kali di tanya oleh jemaah pengajian mengenai pengikut Gus Dur yang begitu mengkultuskannya. Dan ia pun menolak memanggil Abdurrahman Wahid dengan “Gus” karena baginya sebutan itu:

Maaf, saya tidak memanggil Gus, karena panggilan Gus itu hanya digunakan untuk anak kyai mulia di Jawa Timur”, kata ustad Abu. Ustad Abu mengatakan,

Ba’asyir berani mempertanggung jawabkan pernyataannya ini, ia pun menantang tokoh-tokoh NU untuk berdiskusi, bahkan ia pun berani bermubahalah.

Sumber: http://syiahali.wordpress.com/2012/11/05/gus-dur-1995-menyebut-ayatullah-khomeini-sebagai-waliyullah-atau-wali-terbesar-abad-ini/

 

Mon, 30 Dec 2013 @18:06

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved