Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Sirah Nabawiyah: Biarlah Aku yang Mengambil Kayu Bakar

image

Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah untuk menjadi guru umat manusia. Beliau bersabda: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak."

Beliau mengajarkan kepada kaum Muslimin dalam banyak jalan. Terkadang beliau mengajar mereka dengan kata-kata dan ceramah-ceramah.

Lain waktu, kaum Muslimin berbuat sesuatu di hadapan Nabi Muhammad Saw dan beliau tidak mmenegur. Maka mereka dapat mengambil kesimpulan bahwa apa yang mereka lakukan sudah benar, karena kalau tidak, Nabi Saw pasti akan menegur mereka.

Suatu hari, Nabi Muhammad Saw dan beberapa sahabat pergi melakukan perjalanan. Setelah berjalan beberapa lama, mereka kelelahan, lalu mereka berhenti sejenak untuk beristirahat.

Mereka memutuskan untuk mendirikan tenda kecil dan memasak makanan.

Salah seorang dari mereka berkata bahwa dia akan pergi dan membunuh seekor domba sehingga mereka dapat masak. Yang lainnya berkata bahwa dia akan menguliti kulit domba tersebut sebelum dimasak. Yang lainnya berkata bahwa dia akan menyalakan api dan memasak daging.

Setiap orang berkata bahwa mereka akan melakukan pekerjaan tertentu sehingga mereka dapat melakukannya dnegan cepat dan seimbang.

Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa dia akan pergi mengumpulkan dan membawa kayu baker dari hutan.

Seluruh sahabat berkata kepada beliau bahwa beliau tidak perlu untuk melakukan apa pun. Mereka yang akan melakukan semua hal ini. Nabi Muhammad Saw berkata kepada mereka bahwa mereka dapat melakukan pekerjaan ini, tetapi Allah Swt tidak menyukai seseorang duduk berdiam diri dan membiarkan orang lain sibuk bekerja.

Nabi Saw juga berkata kepada mereka bahwa meskipun beliau adalah pemimpin mereka, tetapi beliau tidak suka mendapatkan perlakuan khusus dari mereka. Karena Allah tidak menyukai orang yang berpikir bahwa dirinya lebih baik dari orang lain.

Sumber: Murtadha Muthahhari, Dastan-e Rastan.

Mon, 6 Jan 2014 @14:17

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved