Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Sunni-Syiah Lebur Dalam Maulid Nabi Muhammad saw

image

Saya merasa surprise ketika mengikuti Maulid Akbar yang dilaksanakan di Mesjid Raya Bandung (19/01/14). Betapa tidak. Dalam acara itu berkumpul dua penganut madzhab Islam yang sering diprovokasi untuk saling bermusuhan, Sunni dan Syiah. Malam itu, pada saat peringatan maulid Nabi Muhammad Saw ribuan jemaah memadati ruangan depan Mesjid Raya Bandung. Sungguh, di Indonesia, hal itu sangat langka. Perekatnya tak lain adalah kecintaan kepada Rasulullah saw.

Masyarakat muslim yang hadir di majlis maulid itu menjadi sebuah jawaban atas skeptisisme sebagian kecil kelompok Islam yang memustahilkan persatuan Sunni dan Syiah. Dengan tema “Dukung Persatuan Umat dengan Cinta Nabi Pembawa Rahmat” Sunni dan Syiah memproklamirkan persatuannya. Dan Kota Bandung menjadi saksi dari  peristiwa bersejarah ini. Dalam acara ini tampil sebagai penceramah K.H. Abdul Manan A. Ghani (Ketua LTM PB NU), K.H. Zainul Akifin Abbas (Ketua Foswan Indonesia), Habib Hasan Daliel Alaydrus, dan K.H. Jalaluddin Rakhmat.

K.H. Jalaluddin Rakhmat yang didaulat untuk memberikan sambutan -yang berubah menjadi pemaparan tentang maulid- mengungkapkan  syair Al-Barzanji yang dibuat sebagai bentuk kecintaan pada Nabi Saw. “Kita juga berkumpul di sini sebagai salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi,” kata Kang Jalal.

Sayangnya, belakangan muncul kecenderungan sikap mudah menyalahkan orang lain, bahkan mengafirkan dan menganggap sesat orang yang tidak sependapat. Tidak jarang, wajah yang ditampakkan bukan lagi wajah yang ramah, bukan lagi cerminan Sang Nabi yang penuh kasih. Tapi teriak kebencian, amukan amarah, dan dendam tak berkesudahan.

Sementara itu KH. Zainul Akifin Abbas yang merupakan ketua Foswan ( Forum Silaturahmi Warga Nahdliyyin) mengingatkan akan pergerakan Wahabi di Indonesia. Menurut Kyai Zainul, Wahabisme di Indonesia berbahaya karena berusaha melepaskan Islam dari budaya dan tradisi. Mereka tidak segan untuk menyesatkan orang Islam yang berbeda paham dan menyebutkan musyrik terhadap sejumlah kegiatan agama Islam yang dilakukan masyarakat nahdliyyin (Nahdlatul Ulama). Di antara yang disesatkan oleh pengikut Wahabi adalah tahlilan, dzikir, shalawatan, tawasul, ziarah, baca surah yasin malam jumat, doa bersama, maulid nabi, dan lainnya.

menurut berita yang saya baca di situs berita, acara maulid ditutup dengan acara murak tumpeng. Di Indonesia. terutama di perkampungan, mauludan selalu dilengkapi kehadiran nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk dan lalapannya.  Jumlah tumpeng pun cukup banyak yaitu 114 tumpeng yang merujuk pada 114 surat dalam Al Quran.

Mudah-mudahan saja acara yang didukung oleh kalangan Nahdlatul Ulama (NU), Ikatan Jamaah Alul Bait Indonesia (IJABI), Foswan, Pesantren Babussalam, serta sejumlah ormas Islam lainnya menjadi bibit ukhuwah islamiyah yang akan menjaga ukhuwah Islamiyah di Indonesia.

[Fajruddin Muchtar ]

Wed, 22 Jan 2014 @21:37

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved