CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN

Menjawab Fitnah Terhadap Islam mazhab Syiah (1)

image

Seseorang yang bernama Muhyi sempat dialog dengan kami tentang Islam Syiah. Kemudian kami sampaikan tentang Syiah yang kami ketahui. Menurutnya, Syiah itu agama tersendiri.

Muhyi jelas bohong karena sekira 300 ulama dari seluruh dunia menegaskan dalam konferensi Islam di Amman, Jordania, hingga melahirkan Risalah Amman bahwa Syiah (Jafari dan Zaidi), empat mazhab (fikih) Sunni, Ibadhi, dan Salafy adalah benar-benar bagian dari Islam.

Sejumlah buku sejarah juga menyebutkan bahwa Syiah adalah salah satu mazhab Islam yang merujuk kepada Allah, Rasulullah saw dan Ahlulbait Rasulullah saw dalam mengambil sumbernya. Kitab suci yang dijadikan sumbernya adalah Al-Quran yang sama dengan yang digunakan Ahlussunah.

Kami katakan bahwa Kitab Tafsir Al-Mizan, Kitab Tafsir Min Wahyu Al-Quran yang merupakan dua kitab tafsir karya ulama Syiah modern, isinya menafsirkan ayat-ayat Quran yang mulai dari surah fatihah berakhir pada surah annas.

Bahkan dalam setiap acara yang digelar, Muslim Syiah tidak pernah lepas dari baca Quran, shalawat, dan menyampaikan riwayat-riwayat dari Rasulullah saw. Tidak ada unsur caci maki pada sahabat. Itu yang saya lihat saat ikut acara Idul Ghadir, Asyura, Maulid Nabi, Milad Imam Ali, Nisfu Syaban, dan lainnya.

Kemudian tanpa alasan, Muhyi yang ternyata sang admin mengeluarkan akun kami dari milis sambil menulis:

“...Anda belum paham Syiah dengan baik. Anda juga tidak memahami Islam dengan baik. Anda tidak bisa membedakan apa itu madzhab, dan apa itu agama. Konsep ini biasanya memang gamang di kalangan agama Syiah, dan kegamangan ini dilontarkan ke kaum muslimin.”

Jawaban kami:

Kemudian kami kirim email balasan secara pribadi. Anda sudah mengingatkan dan kami memang masih belajar tentang Islam. Insya Allah dengan membaca buku dan dialog dengan ahli Islam, kebodohan kami akan berkurang.

Pak Muhyi yang pintar dan saleh, coba Anda jelaskan dengan rinci: apa itu mazhab dan apa itu agama (menurut pemahaman Anda, bukan mengutip dari yang lain). Setahu saya yang disebut agama itu setidaknya memiliki konsep tersendiri; khususnya dalam sosiologi agama dengan rincian: (1) adanya gagasan tentang Yang Kuasa atau Tuhan, (2) ada utusan dari Tuhan atau pembawa ajaran, (3) ada kitab suci, (4) ada ritual yang khusus dan berbeda dengan agama lain, (5) memiliki pengikut dengan identitas yang khas.

Sementara mazhab, dari sisi bahasa jelas bermakna jalan atau sarana untuk berangkat, pergi. Mungkin dalam hal ini maknanya menuju kepada Tuhan. Mazhab bisa juga diartikan dengan aliran, atau pecahan dari pemahaman yang muncul dari agama tersebut. Setiap pemahaman dalam agama melahirkan aliran atau mazhab.

Sejarah mengisahkan Islam melahirkan banyak mazhab. Fikih saja sampai delapan mazhab, bukan hanya yang empat. Ilmu kalam saja sampai tujuh puluh golongan, bahkan lebih.

Tafsir juga banyak melahirkan model dan alirannya. Sampai sekarang, umat Islam terbagi dalam organisasi, bahkan dalam partai politik. Bukankah itu juga bagian dari mazhab atau aliran atau golongan. Saya kira dalam konteks ini kalau Pak Muhyi mau belajar dari sejarah akan memahami dengan jelas pemahaman Islam itu beragam.

Gamang? Justru yang kami lihat para pengikut Islam mazhab Syiah itu lurus dan jelas dalam konsep keislamannya. Mulai dari ushuluddin, furuddin, dan konsep akhlak yang begitu sarat nilai.

Lihat ulama-ulama Iran dengan wajah teduh sampai banyak mengahsilkan karya tulis. Kabarnya ilmuwan-ilmuwan seperti Ibnu Sina-Al-Farabi, Al-Biruni, Al-Khawarizmi, Mulla Shadra, dan Nasaruddin At-Thusi juga seorang Syiah. Mereka itu dalam sejarah dikenal sebagai ilmuwan besar.

Bahkan sosok Khomeini berhasil membuat Amerika kewalahan dan mendirikan Republik Islam Iran. Setiap tahun warga Iran yang Muslim (Sunni dan Syiah) haji ke Makkah dan ziarah ke Madinah. Bukankah itu menunjukkan mereka Islam?

Kalau memang bukan Islam, seharusnya pihak OKI dan Kerajaan Arab Saudi melarang mereka untuk haji dan umrah. Buktinya, setiap tahun dan setiap bulan kaum Muslim dari Iran datang ke Makkah dan Madinah untuk ibadah haji atau umrah.

(redaksi@misykat.net)

 

Sat, 20 Dec 2014 @07:40

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved