Rubrik
Terbaru
RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Menjawab Fitnah Terhadap Islam Mazhab Syiah (2)

image

MUHYI menulis: Secara akidah, Syiah itu tidak menyembah Allah SWT. Rasulnya juga bukan Muhammad SAW. Kitab sucinya juga bukan Quran. Syiah adalah complete set of a new religion, secara: - akidah - ibadah - mualamah. Ada baiknya nanti Anda saya beri buku-buku asli para ulama Syiah, agar paham agama Syiah itu seperti apa? Bagaimana berbagai kedustaan dinisbatkan kepada para imam versi Syiah, baik secara akidah, ibadah, dan muamalah.

Tapi ini menarik sekali. Sepertinya Anda juga beragama Syiah, tapi tidak mau mengakui. Semua pembendaharaan Anda ini dari Syiah kontemporer/modern semua, yang notabene sudah sangat jauh dari Islam. Ciri-ciri orang beragama Syiah memang demikian, biasanya. Melontarkan syubuhat-syubuhat, karena di agama Syiah, syubuhat itu menjadi dalil.

Bila mau bertemu, nanti saya diberikan buku-bukunya ya? Bagaimana perkataan Khomeni soal menyembah selain Allah yang dibenarkan olehnya. Bagaimana juga perkataan Khomeni soal bolehnya mut’ah kepada bayi perempuan dengan cara yang amat sangat tidak senonoh diungkapkan. Juga bagaimana pendapat ulama agama Syiah bagaimana soal burung pipit harus dibunuh karena mencintai Abu Bakr dan Umar? Juga tentang menjadikan Abu Lu’lu’ah yang Majusi sebagai pahlawan agama Syiah (berarti Syiah adalah turunan Majusi)? Dan juga berbagai perkataan tentang menyiksa orang yang mencintai Sahabat radhiyallahu ‘ahnum?

 Jawaban:

TIDAK ada bukti bahwa Muslim Syiah menyembah selain Allah. Saksikan sendiri kalimat yang mereka gemakan dalam shalawat, bukankah yang tercantum adalah Allah dan Rasul Muhammad saw. Shalat mereka menghadap kiblat. Mereka baca Quran yang sama dengan Ahlussunah. Buktinya ada dalam tafsir-tafsir yang mereka hasilkan dari para ulamanya. Cek bacaan Quran yang dilafalkan oleh Thababatai, anak kecil dari Iran yang terkenal hafal Quran itu? Jelas sama dengan Ahlussunah.

Kami belum mendapatkan bukti yang jelas bahwa Tuhan yang disembah adalah bukan Allah dan Rasul yang diikuti orang-orang Syiah itu bukan Nabi Muhammad saw. Jangan berkhhayal. Itu bahaya bisa jadi buhtan. Coba deh tanya kepada orang-orang IJABI dan ABI (Ahlul Bait Indonesia).

Pasti Anda yang keliru dan bohong. Fitnah Anda keterlaluan. Kami yakin itu infonya berasal dari orang-orang yang jahil dengan kajian Islam sehingga memahaminya secara keliru. Belajar sejarahnya tidak utuh karena motifnya jelas untuk menyebut Syiah bukan Islam.

Biasanya kalau sudah dibius dengan doktrin model yang disebutkan Anda akan susah untuk mendapatkan cahaya Ilahi karena akan terus anggap yang muncul dari orang lain yang tidak sepaham dengan Anda disebut sesat, dusta, syubhat, dan kalimat kurang santun lainnya.

Harus diakui orang-orang yang melemparkan tuduhan dan fitnah yang buruk terhadap Syiah, tidak jarang mengutip literatur-literatur Syiah untuk menjustifikasi tuduhannya.

Hanya saja, selain memotong sumber informasi agar “sesuai” dengan yang diinginkan, sering pula mereka mengutip informasi yang di kalangan mayoritas Syiah sendiri ditolak.

Kalau ingin tahu bagaimana Muslim Syiah yang sebetulnya menurut referensi Syiah, silakan baca ini:

Imam Ali as berkata kepada Nauf Bakali, “Tahukah engkau wahai Nauf siapakah Syiahku?” Nauf menjawab, “Tidak, demi Allah”.

Lalu Imam Ali menjelaskan, “Syiahku adalah orang-orang yang bibirnya kering dan perutnya kosong. Mereka adalah orang-orang yang dikenali dengan kezuhudan di wajahnya. Dan mereka adalah orang-orang yang banyak beribadah di malam hari dan seperti singa di siang hari” [Bihar al-Anwar, juz 78, hadis no. 95]

Imam Muhammad Baqir as berkata, “sesungguhnya Syiah kami hanyalah orang-orang yang bertakwa kepada Allah dan menaatiNya, mereka adalah orang-orang yang terkenal dengan kerendahhatian, kekhusyuan, menyampaikan amanah, dan banyak berzikir kepada Allah” [Tuhaf al-‘Uqul hadis no. 295]

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata, “Sesungguhnya Syiah ‘Ali itu adalah orang yang menjaga kesucian perut dan kemaluannya, kuat jihadnya, beramal untuk penciptaNya, mengharapkan pahalaNya dan takut kepada siksaNya. Maka jika engkau melihat mereka itu, mereka itulah Syiah Ja’far” [Al-Kafi, juz 2 hadis no. 9]

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata, “Bukanlah termasuk Syiah kami orang yang berbicara dengan lisannya dan bertentangan dengan kami dalam perbuatan dan sunnah kami” [Bihar al-Anwar, juz 68 hadis no. 13]

Imam Ja’far Ash-Shadiq as pernah bertanya kepada seorang laki-laki tentang orang-orang yang dia tinggalkan di kotanya (yang dianggap sebagai pengikut Syiah), lalu laki-laki itu menjawab dengan sanjungan yang baik, penyucian dan pujian.

Lalu Imam Ja’far bertanya, “Bagaimana kunjungan orang-orang kaya mereka kepada orang-orang miskinnya?”, dijawab laki-laki itu, “jarang sekali”. Lalu Imam Ja’far bertanya lagi, “Bagaimana kehadiran orang-orang kaya mereka di tengah-tengah orang miskinnya?”, dijawab “jarang sekali”.

Selanjutnya Imam Ja’far bertanya lagi, “Bagaimana pemberian orang-orang kaya mereka kepada orang-orang miskinnya?”, laki-laki itu kemudian menjawab, “Anda telah menyebutkan perilaku yang jarang kami lakukan”.

Maka Imam Ja’far berkata, “Kalau begitu, bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa mereka adalah Syiah kami?” [Al-Kafi, juz 2 hadis no. 10]

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata, “Wahai seluruh pengikut Syiah, jadilah kalian sebagai penghias bagi kami. Janganlah kalian memberikan aib kepada kami. Dan berbicaralah kepada orang lain dengan perkataan yang baik. Jagalah lidah kalian, hindarkanlah dari mencampuri urusan orang lain dan cegahlah dari perkataan yang buruk” [Amali al-Shaduq, jilid 17 hal. 327]

Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata kepada, “Hai Abdul A’la, sampaikanlah salam dan rahmat Allah kepada mereka, yakni orang-orang Syiah dan katakan pula kepada mereka ‘Dia (Imam Ja’far) berkata kepada kepada kalian, ‘Semoga Allah merahmati seorang hamba yang menyebabkan manusia mencintai dirinya dan mencintai kami, yaitu yang memperlihatkan kepada manusia apa yang mereka ketahui dan menjauhkan diri terhadap apa yang mereka ingkari’” [Bihar al-Anwar, juz 2 hadis no. 62]

Imam Muhammad al-Baqir as berkata, “Syiah kami terdiri dari tiga macam: mereka yang mencari makan kepada manusia dengan mengatasnamakan kami, mereka yang seperti kaca yang memperlihatkan apa saja, dan mereka yang seperti emas murni yang setiap kali dimasukkan ke dalam api ia bertambah baik” [Bihar al-Anwar, juz 78 hadis no. 24]

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata, “Syiah itu ada tiga macam: yang mencintai dan bersahabat dengan kami, mereka adalah golongan kami; yang menampakkan kebaikan kami, dan tentu saja kami berlaku baik kepada mereka yang menampakkan kebaikan kami; dan yang mencari makan kepada orang lain dengan mengatas namakan kami, dan sesiapa yang mencari makan dengan mengatasnamakan kami, dia akan menjadi miskin” [Al-Kishal, pasal 61 hadis no. 103]

JADI kalimat-kalimat yang dituliskan oleh Anda (MUHYI) sangat jauh dari kebenaran. Sudah lama sekali Sayid Ali Khamenei memfatwakan agar Muslim Syiah menghormati sahabat dan istri Nabi.

Inilah fatwa Sayid Khamenei: “Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh. Diharamkan menghina simbol-simbol (yang diagungkan) saudara-saudara seagama kita, ahlusunah, berupa tuduhan terhadap istri Nabi saw dengan hal-hal yang mencederai kehormatannya, bahkan tindakan ini diharamkan terhadap istri-istri para nabi terutama penghulunya, yaitu Rasul termulia saw.”

Kami sarankan Pak MUHYI yang terhormat untuk membaca BUKU PUTIH MAZHAB SYIAH yang diterbitkan ABI; buku MERAJUT UKHUWAH MEMAHAMI SYIAH (Penerbit Marja-Nuansa, Bandung) dan buku KESESATAN SUNNI SYIAH karya Muhammad Babul Ulum (Penerbit Aksara), atau datangi orang Syiah.

Kalau hanya percaya kepada yang benci, pasti yang keluar adalah fitnah. Kalau ngaku seorang Muslim harusnya tabayun.

[redaksi@misykat.net]

 

Sat, 20 Dec 2014 @17:55

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved