Rubrik
Terbaru
RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Menjawab Fitnah Terhadap Islam mazhab Syiah (3)

image

Masih dalam e-mail, Muhyi menulis: Dari buku-buku referensi utama agama Syiah, jelas sangat berbahaya bagi NKRI, di mana: (1) HAM sudah dijamin, sementara agama Syiah menyiksa dan membunuh adalah ibadah; (2) Seks bebas di luar nikah adalah tindakan asusila, di agama Syiah tindakan asusila ini adalah ibadah (bahkan pahala dan ampunannya sangat luar biasa, dan diekspresikan dengan tidak senonoh); (3) Mencaci-maki Sahabat RA versi Islam, adalah penistaan atas agama Islam; (4) Terorisme dilarang di NKRI, tapi agama Syiah malah menumpahkan darah kaum muslimin itu ibadah? Jika pun ada kesamaan-kesamaan antara agama Syiah dengan agama Islam (agama para nabi dan rasul), maka cuma satu posisinya: yaitu ketika melaksanakan taqiyyah atau kemunafikan, mengaku beragama dan berkeyakinan tertentu padahal di hatinya tidak. Dan sebaiknya para penganut agama Syiah tidak usah mengemis untuk diakui Islam. Sebaiknya memang buat saja agama baru yang ke-7 di NKRI, barangkali bisa diterima ajaran-ajaran terorismenya itu.

 

JAWABAN :

Sejak awal Anda sudah keluar dari tema. Seharusnya sejak awal fokus untuk bahas Syiah, yang oleh Muhyi dianggap bukan Islam (dan jelaskan yang dimaksud agama Islam oleh Anda). Harusnya dijelaskan dahulu apa itu agama kemudian sebutkan rincian dari unsur agama dalam hal ini ketuhanan sampai ajaran.

Kami sejak awal sudah menjelaskan bahwa Syiah itu mazhab Islam. Kami sudah paparkan bahwa Kitab Suci yang dibaca dan diamalkan Ahlussunah adalah dibaca juga Muslim Syiah. Silakan buktikan sendiri.

Alhamdulillah kami pernah membaca buku-buku Imam Khomeini, termasuk karya tulis orang yang menulis tentang Imam Khomeini. Jelas dalam buku yang dibaca, Imam Khomeini betul-betul sosok ulama yang beriman kepada Allah, mengikuti Nabi Muhammad Rasulullah saw, dan mengikuti Ahlulbait Rasulullah saw.

Yang aneh itu Anda menyebutkan bahwa Imam Ali, Imam Hasan dan Iman Husein didustakan oleh Imam Syiah. Justru Ahlulbait yang menjadi Imam Syiah. Anda belum paham dan belajar sejarah Islam sehingga punya kesimpulan sendiri dan sangat bertentangan dengan jumhur ulama dalam konferensi Islam internasional di Jordania.

Sebagai pengantar awal, coba deh baca BUKU PUTIH MAZHAB SYIAH yang diterbitkan ormas ABI (Ahlul Bait Indonesia). Itu buku langsung karya Muslim Syiah dan jelas mewakili mazhabnya. Masa mau beli nasi goreng belinya di toko bangunan, ya paku dan bahan bagunan yang diberi. Bacalah buku tersebut kemudian dialog dengan Muslim Syiah.

Ini untuk Jawaban nomor 1 dan nomor 4. Harus diakui bahwa sampai sekarang Islam Syiah masih tetap berada dalam naungan NKRI dan dilindungi. Itu bukti dari adanya HAM. Lihat kasus Sampang: SIAPA YANG MEMBUNUH? Siapa yang merusak rumah dan masjid? Siapa yang menjatuhkan martabat kemanusiaan? Siapa yang doyan menghina atau menyebut sesat?

Semua media menyiarkan bahwa semua itu dilakukan oleh warga yang mengatasnamakan Sunni? Kalau memang betul beragama Islam pasti tidak akan lakukan demikian.

Tidak ada bukti di Indonesia pengikut Syiah melakukan penyerangan terhadap Ahlussunah atau Musim Sunni. Justru warga Muslim Syiah yang menjadi korban. Di Bangil, Bondowoso, Sampang, dan hujatan-hujatan di Makassar dan Bandung terus menimpa kepada Muslimin Syiah.

Kami belum dengar dari Muslimin Syiah gelar acara ramai-ramai teriakan kebencian kepada Sunni dan Wahabi. Malahan dari pihak Wahabi terus saja gencar dari masjid dan majelis ibu-ibu pun disusupi ajaran kebencian terhadap Muslimin Syiah. Sudah jelas para ulama dalam Risalah Amman menyatakan tidak boleh mengafirkan Syiah, Zaidi, dan kaum sufi. Sekarang Anda malah sebaliknya. Siapakah yang Anda ikuti? Ulama Islam dan Nabi ataukah kaum zionis?

Meski diserang dengan kecaman, tidak ada perlawanan dari pihak Syiah atau pengikut Ahlulbait. Media sudah mengabari dalam siaran-siarannya bahwa yang menyerang itu orang-orang Wahabi yang mengaku Ahlussunah.

Kami yakin itu hanya mencatut Ahlussunnah karena identitas yang sebenarnya adalah agama teror dengan projek untuk menyebarkan Wahabisme di Indonesia. Ajaran yang jelas-jelas anti perdamaian dan sering menyebut sesat kepada yang berbeda dengan pemahamannya.

Sampai sekarang mereka, Wahabisme, yang berkedok Islam Sunni itu bergentayangan meresahkan masyarakat.

Sedikit-sedikit bidah, syirik, musyrik, dan kafir. Itu kalimat-kalimat yang meluncur dari Wahabisme. (Kami kira Anda bukan bagian dari Wahabisme? Maaf kalau salah).

Perlu diketahui, dua ormas Islam para pecinta Ahlulbait Rasulullah saw atau Syiah: sudah ada di Indonesia dan salah satunya resmi terdaftar di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

IJABI dan ABI merupakan ormas yang memayungi para pecinta Ahlulbait Rasulullah saw di Indonesia. Sampai sekarang masih tetap berdiri dan mendapat perlindungan dari pemerintah. Aktivitasnya senantiasa dihadiri perwakilan pemerintah. Bukankah itu bukti bahwa Syiah di Indonesia diakui?

Silakan Anda cek kepada teroris yang tertangkap oleh pemerintah Indonesia. Apakah mereka itu Syiah? Sangat jelas mereka itu berjenggot tebal, celana cungkring, jidat hitam, dan wajah garang.

Kalau ditanya, mereka bilang itu amar ma’ruf nahi munkar. Mereka bilang menyontoh sahabat-sahabat dalam berperang. Tidak pernah menyebutkan mencontoh Ahlulbait. Sudah jelas dari berita-berita di TV dan kepolisian bahwa mereka itu bagian dari gerakan yang berupaya runtuhkan NKRI.

Sekali lagi, apakah ada di antara mereka yang lulusan Iran atau Lebanon dan Irak? Tidak! Sebagian besar dari Afganistan, Araub Saudi, dan Pakistan, serta Mesir.

Apa yang mereka gaungkan: menegakkan syariat Islam. Coba bandingkan dengan Kang Jalal, Umar Shihab, Husein Shahab, atau dari negeri luar seperti Sayid Ali Khamenei, Sayid Fadhlullah, Syaikh Ali Taskhiri, dan Sayid Sistani.

Ulama-ulama yang bermazhab Islam Syiah itu senantiasa meneriakan ukhuwah dan persatuan umat Islam. Coba lihat teroris yang tertangkap, apa yang dikeluarkan dari mulutnya: tegakkan Syariat Islam, singkirkan orang-orang tidak pro-Islam. Juga kata-kata sesat, kafir, bidah, syirik, dan kata buruk lainnya meluncur pada orang-orang Islam yang berbeda mazhab dan tak sepaham.

INI Jawaban nomor 2. Silakan Anda buktikan kalau memang Islam Syiah menganjurkan seks bebas. Tidak ada buktinya. Islam, apapun mazhabnya, sudah sejak 15 abad lalu melarang seks bebas. Yang ada dalam Islam itu hanya pernikahan. Ada yang daim/permanen dan ada yang sementara/mut’ah.

Dua jenis nikah (Islam) tersebut ada landasannya dalam Quran dan hadis. Mutah memang bagi mazhab Sunni menjadi kontroversi karena sebelumnya telah dilarang oleh Khalifah Umar bin Khatab ketika berkuasa yang menyebutkan: dua mutah yang sebelumnya halal, sekarang aku haramkan, yaitu mutah haji (haji tamattu) dan nikah mutah.

Meski dilarang oleh Umar, tetapi dalam sejarah banyak sahabat dan tabiin yang masih melakukannya. Kami kira itu wajar karena fatwa Umar bukan dalil yang kuat.

Nikah mutah dalam praktiknya sama dengan nikah daim. Ada rukun-rukun yang harus dipenuhi, termasuk mahar dan perjanjian-pernjanjian yang menjadi batas dari usia pernikannya. Syarat dan rukunnya bisa dibaca dalam buku fikih jafari atau risalah amaliah dari para ulama Syiah.

Di Indonesia nikah mut’ah tidak populer karena hukum yang berlaku bukan hukum Islam. Karena itu KH Jalaluddin Rakhmat selaku Pimpinan IJABI dihadapan wartawan pernah menyatakan “haram” bagi warga IJABI.

Sampai sekarang ini, kami kira warga IJABI tidak ada yang melakukannya. Dalam sebuah majalah nasional disebutkan di Cisarua Bogor ada tempat yang dianggap sebagai mutah. Tetapi setelah ditelusuri oleh media tersebut ternyata itu lokasi prostitusi dan banyaknya adalah warga Arab yang sedang melancong ke Indonesia.

Islam sangat melarang seks bebas. Pemerintah Indonesia juga melarang. Meski dilarang sampai sekarang ini, ternyata yang melakukannya adalah para pejabat dan anggota legislatif, termasuk dari parpol PKS. Bukankah sudah beredar beritanya. Sudahlah jangan buhtan!

INI jawaban nomor 3: tentang mencaci-maki sahabat. Bagian ini senantiasa terus digemborkan orang-orang yang tidak suka kepada Ahlulbait dan Kaum Muslim Syiah.

Seakan-akan sahabat lebih utama dari Nabi dan Ahlulbait. Kami meyakini Nabi dan Ahlulbait yang harusnya dimuliakan dan dibela karena memang dalilnya dalam Quran dan Hadis.

Sudah sering kali dijawab oleh orang Muslim Syiah, tapi masih juga ditanyakan. Tampaknya tidak belajar dari diskusi yang sudah-sudah.

Berkaitan dengan tuduhan yang disebutkan, kami belum menemukan bukti bahwa orang Islam Syiah menghujat sahabat Nabi, khususnya di Indonesia. Sejarah mengisahkan justru Dinasti Umayyah yang menghujat Sayidina Ali bin Abi Thalib beserta keturunannya. Muawiyah dan Yazid serta kroninya banyak lakukan hina terhadap Ahlulbait, sampai melakukan pembunuhan terhadap Imam Husain (cucu Rasulullah saw).

Setiap jumat, khatib jumat di bawah pengaturan Dinasti Umayyah diperintahkan untuk hujat dan caci Imam Ali bin Abi Thalib. Kemudian dihentikan melalui pernyataan Umar bin Abdul Aziz yang menjadi khalifah Dinasti Umayyah (selanjutnya).

Sampai sekarang kami belum menemukan bukti orang-orang Islam Syiah sepanjang sejarah melakukan hujat terhadap sahabat Nabi yang saleh. Kalau kepada pembunuh cucu Nabi Muhammad saw, Imam Husain bin Ali, memang kerap terdengar. Kami kira itu wajar terhadap orang zalim.

Sejarah mengisahkan Yazid bin Muawiyah beserta konconya melakukan kezaliman. Pasti orang Islam pun tidak suka pada mereka yang melakukan kezaliman, penindasan, dan penghujatan, dan penyebar isu-isu negatif.

Nah, berikut ini ada fatwa dari Sayid Ali Khamenei, pemimpin Islam Syiah di Iran yang menyatakan larangan menghujat sahabat Nabi:

“Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh. Diharamkan menghina simbol-simbol (yang diagungkan) saudara-saudara seagama kita, ahlusunah, berupa tuduhan terhadap istri Nabi saw dengan hal-hal yang mencederai kehormatannya, bahkan tindakan ini diharamkan terhadap istri- istri para nabi terutama penghulunya, yaitu Rasul termulia saw. Semoga Anda semua mendapatkan taufik untuk setiap kebaikan.

Setahu kami dalam akidah atau rukun iman Ahlussunah, tidak terdapat rukun yang menyatakan dengan tegas larangan dari hujat sahabat yang tercela. Tidak ada dalam rukun iman (ahlussunah/sunni) bahwa membela sahabat itu wajib. Yang kami ketahui mungkin itu bagian dari akhlak yang harus menjaga persaudaraan dan tidak mengumbar aib di antara sesama umat Islam.

Jadi, membela sahabat termasuk (rukun) akhlak, bukan akidah. Kalau ada yang mencela sahabat harus dilihat, apakah betul benci atau sekadar menguraikan sejarah.

Kalau itu fakta sejarah harus diakui saja tanpa perlu membela dengan mati-matian (karena sahabat itu manusia yang pernah salah dan pernah melakukan dosa). Sahabat-sahabat dan istri-istri Nabi itu manusia biasa.

Sedangkan menghina Ahlulbait, termasuk dalam kategori dosa. Apalagi menghujat, mengambil haknya, dan membunuhnya pasti sebuah dosa besar. Imam Hasan dan Imam Husein dalam hadis disebut pemuda ahli surga. Kalau sudah ditetapkan demikian oleh Rasulullah saw, tampaknya wajar kalau kemudian umat Islam mengikuti Ahlulbait Rasulullah saw seperti Imam Ali, Sayidah Fathimah, Imam Hasan dan Imam Husein, serta keturunannya yang disebutkan dalam riwayat untuk diikuti selepas Rasulullah saw.

Dalam hadis sudah banyak dijelaskan tentang perlunya umat Islam memperhatikan dan menjaga Ahlulbait selepas Rasulullah saw wafat. Bahkan untuk mengikuti Ahlulbait sangat dianjurkan dalam hadis-hadis yang terdapat dalam Ahlussunah.

Silakan baca buku Dialog Sunnah Syiah yang diterbitkan Mizan dan Akhirnya Kutemukan Kebenaran karya Dr Muhammad At-Tijani yang diterbitkan Zahra.

UNTUK yang terakhir (dari komentar MUHYI di atas) sudah jelas sekali tidak punya argumen yang kuat. Hanya dugaan-dugaan yang berujung pada fitnah dan malah bakal menjadi buhtan. Tentu informasi salah tersebut harusnya diralat karena Allah dan Rasulullah saw serta Ahlulbait akan meminta pertanggungan jawab.

[redaksi@misykat.net]

 

Sat, 20 Dec 2014 @17:56

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved