Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Kang Jalal: Syiah adalah Sunni plus Imamah

image

Jumat, 7 Februari 2014 terlihat pemandangan yang tidak biasa di Markas GUSDURian. Terlihat kerumunan kendaraan tumpah ruah memadati halaman The Wahid Institute karena ada diskusi Titik Temu Sunni-Syiah .

Acara dimulai dengan hiburan musik khas Timur Tengah dan dilanjutkan dengan sambutan dari Lisa Wahid (Putri Gusdur). Dalam sebuah banner berisikan gambar Wali Songo yang terpampang di tengah-tengah Aula dengan tertera nama Dr Jalaluddin Rakhmat sebagai perwakilan Syiah dan KH Masdar Farid mewakili kelompok Sunni.

Zuhairi Misrawi yang berperan sebagai moderator memulainya dengan mengutip kata-kata Gusdur: NU itu adalah Syiah minus Imamah.

“Jika ada pertanyaan, apakah masih ada titik temu antara Sunni dan Syiah? Maka GUSDURIan akan menjawab bahwa harus ada titik temu tersebut. Acara yang kita selenggarakan ini adalah salah satu buktinya,” kata Zuhairi.

Yang kebagian menjadi pembicara pertama adalah Jalaluddin Rakhmat (biasa disapa Kang Jalal) yang mengisahkan masa kebersamaannya dengan almarhum KH Abdurahman Wahid alias Gusdur.

Kang Jalal bercerita bahwa Gusdur pernah mengajaknya berkeliling kota untuk bertemu dengan kader-kader Nahdatul Ulama (NU).  Bahkan, Kang Jalal juga menyatakan bahwa dirinya adalah seorang ABG.

“Dulu, waktu tahun 80-an saya pernah diajak almarhum Gusdur berkeliling kota buat nemuin kader-kader Nahdatul Ulama. Makanya kalo tadi dikatakan bahwa di sini tempatnya para ABG, maka saya juga seorang ABG. Tapi bukan ABG Anak Baru Gede, tapi ABGnya, ABG yang punya arti Anak Buah Gusdur,” ucap Kang Jalal.

Kang Jalal mengatakan bahwa titik temu antara Sunni dan Syiah sebenarnya sudah terjadi, yaitu bahwa kita sama-sama dikafirkan oleh kelompok yang juga mengaku Ahlussunnah. Beliau juga mengungkapkan penolakannya jika dikatakan bahwa NU adalah Syiah minus Imamah.

“Saya kurang setuju kalau tadi dikatakan bahwa NU adalah Syiah minus Imamah. Kata-kata minus itu adalah kata-kata kekurangan yang sebenarnya agak kurang enak didengar. Saya lebih setuju kalau kita pakai kata plus atau lebihnya dari pada kurangnya. Makanya saya lebih enak bilang, bahwa Syiah adalah Sunni plus Imamah.”

Mengakhiri pembicaraannya, Kang Jalal menukil syair Imam Syafi’i yang mengatakan: “Jika mencintai Keluarga Nabi disebut Rafidhi, maka saksikanlah wahai Jin dan Manusia bahwa aku adalah seorang Rafidhi.”

Tidak jauh berbeda, KH Masdar Farid yang merupakan perwakilan dari kelompok Sunni juga ikut menyindir salah satu mazhab yang mengaku sebagai Ahlussunnah, tetapi bertingkah laku tidak seperti Ahlussunnah. Beliau juga mengatakan bahwa di antara Sunni dan Syiah terdapat banyak persamaan dan sangat sedikit perbedaan.

“Kalau kalian coba lihat itu spanduk gambarnya Wali Songo, terus di bawahnya ada tulisan Titik Temu Sunni-Syiah. Nyambung ga? Ya nyambung karena memang budaya kita itu sama, tahlil, maulid, ziarah kubur, sholawatan. Nah siapa yang bawa? Yang bawa ya mereka itu para wali. Karena budaya seperti tahlil itu cuma ada di negara kita saja,” ujar Kiai Masdar yang disambut tepuk tangan.

Acara diskusi ini ditutup dengan tanya jawab dan pembagian Al-Qur’an versi Iran (Syiah) yang bertujuan menghilangkan fitnah bahwa Syiah memiliki Al-Qur’an yang berbeda. 

Sumber: Kubah Hijau

Sat, 8 Feb 2014 @18:55

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved