MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Kang Jalal: Demokrasi Kita Itu Materialistis

image

Cendekiawan Muslim Jalaludin Rakhmat, atau yang akrab disapa Kang Jalal memutuskan untuk masuk ke gelanggang politik praktis. Padahal dahulu dia enggan bersinggung dengan politik. Lantas apa yang membuatnya berubah pikirin?

Berikut petikan wawancara Fahri Haidar dari sayangi dengan lelaki yang akrab dipanggil Kang Jalal.
 

Apa yang melatarbelakangi anda masuk politik?
Saat ini saya menyaksikan nasib kelompok minoritas kian mengenaskan, serta di saat yang sama hukum impoten karena selalu ada kepentingan-kepentingan politik di baliknya.
 

Kenapa Pilihannya PDIP?
Sebenarnya ini pilihan ideologis. Pertama, saya sekarang jadi Soekarnois. Saya melihat ekonomi kita sudah dikuasai kapitalis internasional. Bung Karno pernah bilang bahwa tujuan gerakan massa di Indonesia adalah menumbangkan stelsel kapitalisme. Anda bisa baca di buku-buku Bung Karno.

Nah, banyak orang tahu kalo Anda kan seorang Syiah. Bagaimana Syiah memandang Kapitalisme?
Syiah memandang kapitalisme sebagai kezaliman yang harus kita lawan. Kan Syiah itu mazhabnya kelompok yang tertindas melawan kelompok penindas.

Apakah Syiah di seluruh dunia juga seperti itu?
Iya seperti itu, sampai sekarang musuh kapitalis Amerika ya orang Syiah. Itu sebabnya di Bahrain walaupun Syiah itu mayoritas, setelah mereka menang pemilihan umum mereka dibasmi.

Bagaimana pandangan tentang Demokrasi di Indonesia?
Belakangan setelah saya jadi caleg, saya tahu bagaimana lemahnya demokrasi di negeri kita. Kalo dulu ada demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila. Saat ini yang ada demokrasi materialistis, artinya para calon anggota legislatif menipu konstituen, pada saat yang sama konstituen menerima ditipu. Dan tipuan itu adalah uang.

Pandangan Tentang Pancasila Bagaimana? Masihkah relevan?
Pancasila sangat relevan. Karena Pancasila itu disepakati oleh seluruh agama. Sama kelompok ekstrim sekalipun, karena saya dulu juga pernah jadi anggota kelompok ekstrim.

Apa dari Pancasila itu yang melanggar atau bertentangan dengan Islam?
Tidak ada. Periksa satu persatu, tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Kristiani, Budha, semua agama sepakat. Seorang teolog dari Jerman menyebutnya teologi pembebasan. Itu disebut global etik, katanya. Makanya kita harus berterimakasih kepada Bung Karno yang telah mewariskan Pancasila.

Sun, 7 Oct 2018 @06:27

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved