Rubrik
Terbaru
MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Syiah di Indonesia

image

Indonesia adalah bangsa yang plural dan menghormati perbedaan dan keanekaragaman suku, bangsa, aliran, dan agama, sesuai dengan berdasar prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Sebagai bangsa yang selalu menjunjung tinggi toleransi, Indonesia mengakui dan menjamin penghormatan terhadap kebebasan HAM di konstitusi UUD 1945 dan berbagai konvensi dan perjanjian internasional tentang HAM.

Secara historis, Syiah di Indonesia telah ada sejak Islam masuk di Indonesia pertama kalinya.

Fakta ini telah banyak dirujuk oleh banyak pengamat dan sejarawan termasuk Abubakar Aceh, A. Hasyimi, Agus Sunyoto, Azmi Jamil, juga Fatimi, Kern, dan sebagainya (Untuk lengkapnya, silakan lihat disertasi Zulkifli di Universitas Leiden, berjudul The Struggle of the Shi'is in Indonesia,  2009).

Bahkan, K.H. Abdurahman Wahid pernah menyatakan bahwa NU secara kultural adalah Syiah. Hal itu karena tradisi Syafi’i di Indonesia—berbeda dengan tradisi Syafi’i di negeri-negeri lain—sangat kental diwarnai tradisi-tradisi Syiah.

Ada beberapa shalawat khas Syiah yang sampai sekarang masih dijalankan di pesantren-pesantren. Ada wirid-wirid tertentu yang jelas menyebutkan lima keturunan Ahlul Bait.

Kemudian juga tradisi ziarah kubur, lalu membuat kubah pada kuburan. Menurut beliau, itu semua tradisi Syiah. Tradisi itu lahir di sini dalam bentuk Mazhab Syafi’i. Jadi, di luarnya Syafi’i, di dalamnya Syiah.

Masih ada juga bukti-bukti ritus khas Syiah— bukan khas Syafi’i—yang populer di Indonesia. Salah satunya ialah tahlilan hari ke satu atau keempat puluh (setelah kematian seseorang) dan juga haul. Tradisi Syiah seperti ini tidak dikenal pada, misalnya, Mazhab Syafi’i di Mesir.

Lalu, di kalangan NU setiap malam Jumat sering dibacakan maulid diba’ dan lainnya yang sarat dengan shalawat  dan salam kepada Rasulullah dengan berdiri, yang tidak lain merupakan tradisi ziarah dari jauh, yang tidak kita temui kecuali dalam tradisi orang-orang Syiah saja.

Sumber: Buku Putih Mazhab Syiah


 

Sat, 12 Nov 2016 @20:41

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved