AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Hadis-hadis 12 Imam

image
Islam mazhab Syiah mendasarkan kepercayaan pada hadis yang mengisyaratkan adanya penunjukan kepemimpinan dan penyebutan oleh Rasulullah saw tentang Imam-imam yang menjadi pelanjut sekaligus penjaga risalah Islam. Berikt ini dalilnya dalam hadis-hadis Ahlussunnah:
Sahabat Abdullah ibn Mas’ud berkata, “Tidak ada seorang pun yang bertanya kepadaku tentang hal itu sejak aku datang ke Irak.” Kemudian, dia berkata, ‘Ya, kami telah menanyakan hal itu kepada Rasulullah Saw., lalu dia menjawab, “Dua belas, seperti bilangan pemimpin Bani Isra’il.”
Imam Ahmad ibn Hanbal juga meriwayatkan hadis tersebut dengan jalur yang lain. Dia juga meriwayatkan dalam Musnad -nya dari Jabir ibn Samurah yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda pada haji Wadâ’, agama ini senantiasa akan mengalahkan orang yang memusuhinya, dan orang yang menentangnya tidak akan membahayakannya sehingga berlalu dua belas pemimpin dari umatku, semuanya berasal dari Quraisy.”
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shah îh -nya dari Jabir ibn Samurah yang berkata, “Aku bersama ayahku pernah masuk menemui Nabi Saw., lalu aku mendengar dia bersabda, ‘Sesungguhnya urusan (agama) ini tidak akan punah sehingga berlalu dua belas khalifah.’ Kemudian, dia berkata sesuatu yang samar bagiku, maka aku menanyakan hal itu kepada ayahku. Ayahku berkata bahwa dia bersabda, ‘Semuanya berasal dari Quraisy.’” Juga, “Islam selalu mulia di bawah pimpinan dua belas khalifah yang semuanya dari Quraisy.”
Muslim juga meriwayatkan dalam Shahîh-nya dari Nabi Saw. bahwa dia bersabda, “Agama ini akan tetap tegak berdiri sehingga tiba Hari Kiamat dan ada pada mereka dua belas khalifah, semuanya berasal dari Quraisy.”
Dalam riwayat yang lain, “Urusan manusia akan senantiasa berjalan selama mereka dipimpin oleh dua belas orang laki-laki, semuanya berasal dari Quraisy.”
Dalam riwayat yang lain, “Agama Islam ini akan senantiasa mulia selama dipimpin oleh dua belas khalifah, semuanya berasal dari Quraisy.”
Dalam riwayat yang lain, “Agama ini akan senantiasa mulia dan kukuh selama dipimpin oleh dua belas khalifah, semuanya berasal dari Quraisy.”
Dalam Sunan at-Tirmidzi  disebutkan hadis yang sama, tetapi dengan menggantikan kata “khalifah” menjadi “amir”.
Dalam Shah îh  Al-Bukhâri  dari Jabir ibn Samurah bahwa Nabi Saw. bersabda, “Setelahku ada dua belas amir (khalifah), lalu beliau berkata sesuatu yang tidak aku dengar. Ayahku berkata bahwa ia bersabda, ‘Semuanya berasal dari Quraisy.’”
Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, “Perkara ini (kekhalifahan) akan senantiasa berada pada Quraisy selama masih ada dua belas orang dari mereka.”
Al-Muttaqi menyebutkan dalam Kanzul ‘Ummâl  dari Nabi Saw. sesungguhnya dia bersabda, “Setelahku ada dua belas khalifah.”
Ibn Hajar menyebutkan dalam Shawa’iq -nya “Ath-Thabrani meriwayatkan dari Jabir ibn Samurah bahwa Nabi Saw. bersabda, ‘Setelahku ada dua belas amir (khalifah), semuanya berasal dari Quraisy.’”
Dalam hadis yang disebutkan dalam kitab Yanabiul Mawaddah,  Al-Qunduzi Al-Hanafi begitu juga dalam Tafsir Al-Burhan dari Sahabat Jabir ibn Abdullah Al-Anshari, bahwa di saat turun firman Allah Swt. Yang berbunyi: Athiy’ullaaha wa athiy’ur rasuula wa ulil amri minkum …  (taatlah kalian kepada Allah, taatlah kalian kepada Rasul dan Ulil Amri di antara kalian …). Aku (Jabir) berkata, “Wahai Rasulullah, kamu tahu Allah dan Rasul-Nya, namun siapakah ulil amri yang Allah sandingkan ketaatan kepadanya dengan ketaatan kepadamu?”
Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Mereka adalah para khalifahku wahai Jabir dan imam kaum Muslim setelahku, yang diawali oleh Ali ibn Abu Thalib, kemudian Hasan, kemudian Husain, kemudian Ali ibn Husain, kemudian Muhammad ibn Ali yang dikenal dalam kitab Taurat dengan julukan Al-Baqir , engkau akan berkesempatan untuk bertemu dengannya dan di saat engkau bertemu dengannya, maka sampaikan salamku kepadanya. Kemudian, setelahnya adalah Shadiq, yaitu Jakfar Putra Muhammad, kemudian Musa ibn Jakfar, kemudian Ali ibn Musa, kemudian Muhammad ibn Ali, kemudian Ali ibn Muhammad, kemudian Hasan ibn Ali, kemudian yang sama dengan namaku, yaitu Muhammad dan yang sama dengan julukanku, yaitu Hujjah Allah  di muka bumi dan baqiyyah -Nya di antara hamba-Nya, Putra Hasan ibn Ali. Dialah yang Allah akan memenangkan (Islam) atas seluruh yang di Timur dan di Barat dengan tangannya. Dialah yang akan gaib dari Syiah (pengikut)-nya serta para penolongnya sehingga tidak akan kukuh keimanan seseorang akan kepemimpinannya, kecuali orang yang telah teruji hatinya untuk beriman.”
Sahabat Jabir bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah Syiahnya akan mendapatkan manfaat darinya di saat dia gaib?” Rasulullah Saw. menjawab, “Demi yang mengutusku sebagai Nabi, mereka mendapatkan cahayanya dan mendapatkan manfaat dengan kepemimpinannya di masa gaibnya seperti manusia memanfaatkan matahari di saat tertutup oleh awan.”
Menurut kaum Syiah, hadis-hadis tentang dua belas khalifah tersebut hanya dapat diterapkan kepada Dua Belas Imam Ahlul Bait. Dengan alasan pertama,  karena hadis-hadis yang dikutip di atas hanya membolehkan kepemimpinan di tangan seorang selain dari Quraisy. Selain itu, jumlah khalifah dari Bani Umayyah dan ‘Abbasiyah melebihi dua belas orang.
Sementara itu, para khalifah Bani Umayyah dan ‘Ab-basiyah yang memenuhi kriteria khalifah yang baik, jumlahnya tidak mencapai dua belas orang. Kedua,  jika bukan para Imam Ahlul Bait, hal ini mengharuskan adanya selang waktu antara seorang imam dan imam yang lain sehingga terdapat kekosongan zaman dari imam. Hal ini tidak dapat dibenarkan sesuai hadis sahih yang diriwayatkan dari Nabi Saw., “Barang siapa mati dalam keadaan tidak mengenal imam zamannya, maka ia mati dalam keadaan jahiliah.”

(Sumber: Buku Putih Mazhab Syiah)

Tue, 18 Feb 2014 @08:22

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved