BERBAGI BUKU

TULIS nama, alamat & HP/WhatsApp pada KONTAK

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

Twitter Kata Hikmah 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Makna Tasawuf [by Miftah Rakhmat]

image

Tasawuf dipandang berasal dari banyak nama. Kitab Awarif al-Maarif secara khusus memuat pendapat para sufi tentang makna tasawuf.

Ada yang mengatakan ia berasal dari kata ahlus shufah, yaitu para sahabat Nabi yang tinggal di beranda masjid. Ada yang mengatakannya berasal dari kata shuf yang artinya kain domba karena orang-orang shsleh waktu itu mengenakan pakaian dari kulit domba sebagai simbol kesederhanaan. Ada juga yang mengatakan tasawuf berasal dari kata shaf yang artinya kesucian.

Ada pula yang menyebutkan sebagai terjemahan dari bahasa Yunani, sophia, yang artinya hikmah. Tasawuf dikenal pula dengan banyak nama. Bagi yang mengartikannya sebagai sebuah proses untuk mengenal Tuhan (sesuai hadis Imam Ali as man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu), mereka menamai ilmu ini dengan ilmu irfan.

Bagi yang memandangnya sebagai sebuah jalan menuju Tuhan, mereka menyebutnya dengan istilah tarekat. Bagi yang melihatnya sebagai sebuah metode pendisiplinan diri dan pengabdian, mereka menggelarinya dengan ilmu al-syar wa suluk. Bagi yang mengkhususkannya sebagai cara untuk belajar “langsung” dari Tuhan, tasawuf dikenal dengan sebutan ilmu hudhuri, atau ilmu ladunni. Walhasil, tasawuf pada hakikatnya adalah keberagaman itu sendiri.

Sebagaimana keberagaman, ia pun dibagi ke dalam dua tipe: ekstrinsik dan intrinsik. Keberagaman (dan tasawuf) yang ekstrinsik ditandai dengan keberagaman yang simbolis. Yang terikat pada penampilan – penampilan lahiriah. Yang pergi mengaji karena ada ustadz yang kocak, atau yang menjanjikan tangisan, atau yang hanya pergi untuk keperluan kehidupan sosialnya.

Keberagaman (dan tasawuf) yang intrinsik dipelajari dengan merenung dan mencari jauh ke dalam diri; berusaha memahami makna di balik ayat-ayat Ilahi, baik yang tasyi’ri maupun yang takwini. Keberagaman yang intrinsik ditandai dengan tujuan seperti dikutip Emha dalam syairnya Muhammadkan hamba ya Rabbi!

Muhammadkan hamba ya Rabbi,

hamba yang hina dina

Seperti siang-malam-Mu yang patuh dan setia

Seperti bumi dan matahari yang bekerja sama

Menjalankan tugasnya, dengan terpelihara.

Muhammadkan hamba, ya Rabbi

Di setiap tarikan nafas dan langkah Kaki

Tak ada dambaan yang lebih sempurna lagi,

Di ufuk jauh kerinduan hamba,

Muhammad berdiri.

 

Miftah F. Rakhmat adalah penulis buku Tasawuf for Beginners

 

Wed, 16 Jan 2019 @08:57

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved