AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Riwayat Tahrif Quran dalam Hadis Ahlussunnah

image

Ada sejumlah hadis yang juga seolah-olah menunjukkan tahrif  dalam hadis-hadis Ahlus Sunnah.

Misalnya dalam kitab tafsir Ad-Durr Al-Mantsur  karya Jalaluddin As-Suyuthi, yang menyebutkan riwayat Ibnu Mardawaih dari Sayyidina Umar ibn Al-Khaththab, yang berkata, “Rasulullah Saw. bersabda,

“Al-Quran itu terdiri dari satu juta dua puluh tujuh ribu huruf, barang siapa membacanya dengan niat mengharap pahala, maka baginya untuk setiap hurufnya seorang istri dari bidadari.”

Dalam kitab Al-Itqân- nya As-Suyuthi kembali menyebutkan riwayat di atas dalam pasal, Naw’  (macam) ke-19: Bilangan surat, ayat, kata-kata, dan hurufnya  dari riwayat Ath-Thabarâni, dan setelahnya ia mengomentari dengan mengatakan, “Hadis ini, seluruh perawinya tepercaya, kecuali guru Ath-Thabarâni; Muhammad ibn Ubaid ibn Adam ibn Abi Iyâs. Adz-Dzahabi mempermasalahkannya karena riwayat hadis di atas.”

Artinya pada dasarnya dia juga jujur tepercaya, hanya saja dipandang cacat karena dia meriwayatkan hadis di atas. Jalaluddin As-Suyuthi sendiri menerima kesahihan dan ke-mu’tabar- an hadis di atas, dengan mengatakan, “Dan di antara hadis-hadis yang meng-i’tibar- kan masalah huruf-huruf Al-Quran adalah apa yang diriwayatkan At-Turmudzi (lalu dia menyebutkannya) dan apa yang diriwayatkan Ath-Thabarâni ….” yaitu hadis di atas.

Hadis riwayat Khalifah Umar di atas telah diterima oleh para ulama Ahlus Sunnah, bahkan ada yang menyebutnya ketika menghitung jumlah huruf-huruf Al-Quran seperti yang dilakukan Doktor Muhammad Salim Muhaisin dalam kitabnya Rihâbul Qur’an Al- Karîm  (hal. 132).

Az-Zarkasyi dalam kitab Al-Burhân -nya menyebut beberapa hasil penghitungan para pakar Al-Quran tentang bilangan huruf Al-Quran, seperti di bawah ini:

1. Dalam penghitungan Abu Bakar Ahmad ibn Hasan ibn Mihrân: 323.015 huruf.

2. Dalam penghitungan Mujahid: 3.210.00 huruf.

3. Dalam penghitungan para ulama atas perintah Hajjaj ibn Yusuf: 340.740 huruf.

Inilah pendapat-pendapat yang disebutkan Az-Zarkasyi. Sengaja di sini disebutkan dengan beragam perbedaannya, agar dapat dilihat langsung bahwa jumlah tertinggi yang disebutkan di atas tidak melebihi tiga ratus empat puluh satu ribu huruf. Itu artinya jumlah ayat Al-Quran yang hilang sebanyak lebih dari 686.260 huruf.

Sepertinya Khalifah Umar hendak memperkuat apa yang beliau riwayatkan dalam hadis di atas dengan penegasan lanjutan yang sangat tegas. Diriwayatkan dari Ibnu Abbâs, bahwa Umar memerintah agar umat Islam berkumpul. Setelah berkumpul dia berpidato, setelah memuji Allah, dia berkata:

“Hai sekalian manusia! Jangan ada orang yang sedih atas ayat rajam. Sesungguhnya ia adalah ayat yang diturunkan dalam Kitab Allah, kami semua membacanya, akan tetapi ia hilang bersama banyak ayat Al-Quran yang hilang bersama (wafatnya Nabi) Muhammad.”

Namun, tak ada satu pun ulama Syiah yang menjadikan hadis-hadis di atas sebagai dasar untuk menuduh bahwa Ahlus Sunnah meyakini adanya tahrif , karena Syiah meyakini bahwa pendapat yang menyatakan ada mazhab Islam atau bahkan mazhab di luar Islam yang mampu mengubah Al-Quran berarti mengingkari Al-Quran dan jaminan Allah untuk menjaganya.

Berikut ini adalah sebagian karya ulama Syiah yang menegaskan ketiadaan tahrif  dalam Al-Quran:

1. I’tiqâdât : Ash-Shadûq (w. 381 H)

2. Aâil Al-Maqâlâl Fî Al-Madzâhib Al-Mukhtârât : Syaikh Mufid (w. 413 H)

3. Al-Masâil Ath-Tharablusiyah : Sayyid Murtadha yang bergelar ‘Alamul Huda (w. 436 H)

4. At-Tibyân Fi Tafsîr Al-Quran ; Syaikh Ath-Thûsi yang bergelar Syaikh Ath-Thâifah (w. 460 H)

5. Tafsir Majma’ Al-Bayân : Ath-Thabarsi yang bergelar Aminul Islam (w. 548 H)

6. Sa’du As-Su’ûd : Sayyid Abul Qasim Ali Ibn Thâwûs Al-Hilli (w. 664 H)

7. Ajwibah Al-Masâil Al-Mihnâwiyah : Allamah Al-Hilli (w. 726 H)

8. Ash-Shirâth Al-Mustaqîm : Zainuddin Al-Bayadhi Al-Amili (w. 877 H)

9. Tafsir Manhaj Ash-Shâdiqîn : Fathullah Al-Kâsyâni (w. 988 H)

10. Al-Wâfi : Al-Faidh Al-Kâsyâni (w. 1019 H)

11. Bihar Al-Anwâr , jilid 92: Syaikh Muhammad Baqir Al-Majlisi (w. 1111 H)

12. Kasyfu Al-Ghithâ’ : Syaikh Akbar Ja’far yang dikenal dengan gelar Kâsyif Al-Ghithâ’ (w. 1228 H)

13. Tafsir ‘Âlâu Ar -Rahmân : Syaikh Muhammad Jawad Al-Balâghi (w. 1352 H)

14. A’yân Asy -Syiah : Sayyid Al-Mujtahid Al-Akbar Muhsin Al-Amin Al-‘Âmili (w. 1371 H)

15. Al-Fushûl Al-Muhimmah Fi Ta’lîf Al-Ummah  dan Ajwibah Masâil Jârullah : Sayyid Al-Imam Syarafuddin Al-Muaswi (w. 1381 H)

16. Al-Bayân Fî Tafsîr Al-Qurân : Sayyid Al-Marja’ Al-A’la Abul Qâsim Al-Khûi.

17. Tahdzîb Al-Ushul dan Anwâr Al-Hidâyah : Imam Rûhullah Al-Muaswi Al-Khumaini (w. 1409 H)

Sumber: Buku Putih Mazhab Syiah

 

Tue, 12 Jan 2016 @14:11

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved