CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

14 Alasan Ustad Jalaluddin Rakhmat Harus Menjadi Anggota DPR RI (1)

image

Ustad Jalaluddin Rakhmat atau dikenal juga dengan sebutan Kang Jalal maju sebagai calon anggota legislatif Dari PDI-P dengan nomor urut 1 di dapil Jabar II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Alasan Ustad Jalal terjun ke politik-sebagaimana dilansir Republika, karena menyaksikan nasib kelompok minoritas kian mengenaskan, serta di saat yang sama hukum impoten karena selalu ada kepentingan-kepentingan politik di baliknya.

PDI-P pun menjadi perlabuhan aspirasi politiknya. Ustad Jalal memilih PDI Perjuangan, karena isu utama PDI Perjuangan dengan dirinya hampir memiliki titik kesamaan. PDI Perjuangan, selalu identik dan memperjuangkan kepentingan wong cilik.

Sementara perjuangannya selama ini juga adalah memberdayakan kelompok kecil juga, "Bila PDIP memperjuangkan wong cilik, saya memperjuangkan kaum mustadhafin, atau kelompok yang tertindas secara ekonomi dan politik. Itu sama, antara wong cilik danmustadhafin. Jadi kami memiliki kesamaaan dalam hal ini." (Republika, Mei 2013).

Menurut Ustad Jalal, pencalegannya di PDI-P adalah permintaan dari tokoh-tokoh PDI-P. Hal itu diklarifikasi oleh Petinggi Partai itu. "Kang Jalal tokoh Pasundan, Jabar, mau bergabung di PDI Perjuangan sekalian PDI Perjuangan Jabar menawarkan jadi caleg dan Kang Jalal bersedia," Kata Tjahyo Kumolo (Detik Mei 2013).

Saya ikut mendukung langkah Ustad Jalaluddin Rakhmat dalam memperjuangkan kaum minoritas dan kaum mustad'afin. Menurut saya-paling tidak-ada 14 alasan untuk ikut mendukung Ustad Jalaluddin Rakhmat untuk sampai ke kursi DPR-RI.

1. Santun
Sebelum menjadi sekolah seperti sekarang ini, kegiatan Muthahari diisi dengan berbagai macam training dan pesantren mahasiswa. Pernah satu saat (antara tahun 1991-1992), ketika beliau akan mengisi training tashawuf, banyak buku dibawanya sehingga terlihat kerepotan. Panitia saat itu mencoba membawa tas dan bukunya namun beliau menolaknya sambil mengatakan, "Shahibusysyai i ahaqqu bihamlihi" pemilik sesuatu lebih berhak membawanya.

Ustad Jalal juga selalu menghormati orang, terutama orang yang lebih tua darinya. Ketika berkumpul dengan para ulama yang lebih sepuh dirinya, beliau selalu mendahulukan yang lebih tua di depannya. Jika kita bersalaman dengannya, beliau akan berusaha membungkuk lebih rendah dari kita. Jika kita mencoba mencium tangannya beliau akan berusaha menarik tangannya atau bahkan membalas mencium tangan kita.

Dengan ketokohannya, Ustad Jalal tetap menjadi manusia yang santun. Jika dalam diskusi banyak orang mencercanya, tak akan keluar satu kata cercaan pun. Beliau akan tetap menjawab dengan baik tanpa takut sambil tetap mengontrol kata-katanya.

2. Sederhana
Dalam artikel berjudul Mengenal Kesederhanaan dan Kiprah Kang Jalal, Kang Harja Saputra menceritakan kesederhanaan Ustad Jalal, "Kang Jalal adalah sosok intelektual dan tokoh nasional namun sangat bermasyarakat, sederhana, dan dermawan. Bagi orang yang sudah mengenalnya dalam waktu yang cukup lama akan mengerti betul karakter Kang Jalal tersebut. Ia tidak pernah tega ketika orang datang padanya meminta bantuan. Pasti dibantunya. Meskipun kadang, ia tahu sudah sangat sering membantu orang yang datang kepada tersebut, tapi tetap saja dikasih."

Menurut kalkulasi saya, dengan buku yang hampir semuanya best seller atau panggilan ceramah di dalam dan luar negeri yang cukup padat, Ustad Jalal bisa hidup lebih dari yang sekarang. Rumahnya di jalan Kampus bukanlah rumah mewah. Tak ada halaman yang luas yang memisahkan rumahnya dengan jalan di depan rumahnya. Sebuah Mobil kelas 1500 cc yang setahu saya sudah relatif lama nangkring di garasi rumahnya.

3. Pembela kaum mustad'afin
Dalam tulisan dan ceramahnya kita akan dengan sangat mudah menemukan pembelaan-pembelaan terhadap kaum mustad'afin. Kaum mustad'afin adalah kaum yang dilemahkan secara ekonomi dan politik. Menurut Ustad Jalal, pembelaan dan berkhidmat kepada kaum dhu'ada adalah seni ilahiah. Perkhidmatan kepada kaum dhuafa itulah yang -masih menurut Ustad Jalal- adalah jalan yang paling cepat menuju Allah swt.

Tidak hanya dalam tulisan dan ceramah, kiprahnya dalam membela kaum dhuafa dituangkan juga dalam gerakan yang diberi nama Lisana Sidqin sebuah gerakan sosial untuk menyantuni kaum dhu'afa. Ada juga yang disebut imdad mustadafin yang khusus mendidik dan menyantuni anak-anak tak mampu. Selain mendirikan Sekolah model SMA Muthahhari, Ustad Jalal juga mendirikan 18 sekolah gratis (dua di antaranya tidak betul-betul gratis).

4. Intelektual Muslim Terkemuka
Ustad Jalal menyelesaikan sarjana di Universitas Padjajaran. Sesudah tamat, beliau  menjadi dosen di situ. Kemudian beliau mendapat beasiswa belajar di Iowa State University di Amerika Serikat. Di sana beliau mengambil komunikasi dan psikologi dan lulus dengan predikan magna cum laude. Lantaran memperoleh 4.0 grade point average, ia terpilih menjadi anggota Phi Kappa Phi dan Sigma Delta Chi.

Kecintaan pada Islam, mendorongnya meninggalkan dunia kampus dan  mengembara jauh ke ke kota Qom di Iran. Belajar filsafat agama Islam dari para Mullah tradisional di sana. Dari Iran dia terbang jauh ke Australia menekuni studi tentang perubahan politik dan hubungan internasional di ANU Canberra. Di sanalah dia  meraih gelar doktor.

Kecerdasan memahami ilmu modern, penguasaan dan ketaatan pada agama, menjadikannya sebagi sosok yang dihormati. Ustad Jalal kerap diminta pemikirannya soal perkembangan agama di Indonesia, toleransi, dan bagaimana sebaiknya menata hubungan negara dan agama.

Buku-buku yang ditulis oleh Ustad Jalal sering menjadi rujukan penting dalam kancah pemikiran Islam di Indonesia. Selain buku-buku dan kuliah-kuliahnya yang tersebar di mana-mana, ternyata Ustad Jalal juga fasih berbicara 8 bahasa asing. Bahasa asing yang dikuasainya dengan baik adalah Prancis, Jerman, Belanda, Inggris, Arab, Persia dan Italia (disarikan dari Vivanews).

5. Nasionalis
Ketika segelintir pihak mencoba mendongkel Pancasila, Ustad Jalal justru menegaskan pentingnya Pancasila bagi bangsa Indonesia. Ketika ditanya tentang relevansi Pancasila sebagai dasar negara, Ustad Jalal menjawab, "Pancasila sangat relevan. Karena Pancasila itu disepakati oleh seluruh agama. Sama kelompok ekstrim sekalipun, karena saya dulu juga pernah jadi anggota kelompok ekstrim. Apa dari Pancasila itu yang melanggar atau bertentangan dengan Islam? Tidak ada. Periksa satu persatu, tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Kristiani, Budha, semua agama sepakat. Seorang teolog dari Jerman menyebutnya  teologi pembebasan. Itu disebut global etik" katanya. Lalu beliau melanjutkan, "Jadi, kita harus berterima kasih kepada Soekarno. Dulu, saya termasuk salah satu orang yang menentang Soekarno dan ikut menjatuhkannya. Maka saya ingin menebus dosa saya. Warisan yang paling berharga dari Soekarno adalah Pancasila." (Vivanews, Februari 2014).

Saat ini bentuk kekaguman Ustad Jalal kepada pemikiran Bung Karno dipublish dalam serial tulisan di situs Misykat. Tulisan yang sudah terbit berjudul Bung Karno Pelanjut Pesan Para Nabi.

Dalam ceramah milad IJABI, Ustad Jalal mengatakan bahwa jamaah ahlul bait harus tetap menjaga pilar bangsa, yaitu Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tetap berpegang pada asas Pancasila dalam menjalankan organisasi dan kehidupan beragama.

Terkait dengan nasionalisme di Indonesia, Ustad Jalal menyebutkan bahwa Indonesia sering dikatakan bukan sebagai suatu bangsa, tapi sebagai kumpulan bangsa-bangsa. Baik itu Jawa, Sunda dan lain-lain. Mereka berbeda-beda.  Tapi karena disatukan oleh kitab, lalu mereka membangun bangsa Indonesia. Jadi kontribusi pertama Islam adalah membangun kebangsaan. Orang Indonesia yang beragama Islam, yang terdapat di berbagai daerah bersama-sama membangun suatu bangsa. Islam lah yang mempersatukan mereka.

Dan kontribusi kedua adalah bahwa Islam membantu kita membentuk nasionalisme kebangsaan. Tentu saja karena Islam itu mayoritas, maka dia memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan NKRI. Sampai Bung Karno pendiri bangsa ini berkata, "Kalau kau gali hatiku ini lebih dalam, maka kau temukan di dalamnya itu Islam". Para pejuang kemerdekaan juga mayoritas orang Islam (Vivanews).

6. Penulis produktif
Ustad Jalal dikenal sebagai penulis yang produktif dan enak dibaca. Tulisannya pun mempunyai rentang yang luas. Mulai dari ilmu-ilmu sosial, psikologi dan dirasah Islamiyyah hingga pembahasan filsafat dan tashawuf yang bertakik-takik. Lewat tulisan dan ceramahnya, materi-materi yang rumit bisa diurai dengan sangat ringan dan menarik.

Jika tak salah dengar Ustad Jalal pernah mengatakan ada dua kelahiran yang akan beliau tandai dengan istimewa. Pertama adalah hari kelahiran Rasulullah dan kedua adalah hari kelahiran beliau sendiri. Keistimewaan yang dimaksud adalah pada dua hari kelahiran itu beliau akan mencoba untuk menerbitkan buku baru. Oleh karenanya, setiap tahun, paling tidak ada dua buku baru dari ustad Jalal. Kang Ahmad Sahidin dalam artikel Jalaluddin Rakhmat, Buku, dan PDIP menyebutkan bahwa buku-buku Ustad Jalal yang sudah terbit itu berjumlah 41 buku. Sebuah jumlah yang banyak.

7. Muballigh yang komunikatif
Siapapun yang mendengar ceramah-ceramah dan kuliah-kuliahnya akan sepakat bahwa beliau memiliki kemampuan dalam mengemas materi. Ceramah-ceramahnya adalah ceramah yang bisa membuka sebuah pemahaman baru yang sedikit banyak bisa menghilangkan dahaga para pencari ilmu. Kemampuan mendeskripsikan sebuah fragmen membuat jamaah seperti melihat sebuah tayangan film. Kemampuan komunikasi dan keluasan pandangan Ustad Jalal itulah yang menjadi ciri khasnya.

Sumber: Fajr Muchtar

Fri, 4 Apr 2014 @15:38

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved