Rubrik
Terbaru
RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Ustadz Babul Ulum: Buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia, Bukan Keputusan Resmi MUI

image

Buku Panduan MUI: Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia (MMPSI ) karya kaum Takfiri Wahabi yang disebut sebagai oknum MUI (Majelis Ulama Indonesia) dibahas di berbagai tempat.

Di Bandung saja lebih dari tiga tempat. Hanya saja mereka tidak menghadirkan ustadz atau ulama dari pihak yang dituding sebagai menyimpang. Karena itu, sejumlah diskusi dan seminar buku MMPSI lebih layak disebut penghakiman ketimbang kajian ilmiah.

Berbeda dengan yang digelar kaum Takfiri Wahabi, Pesantren Babussalam Bandung menggelar diskusi buku MMPSI pada Minggu, 9 Maret 2014, jam 08.00 menghadirkan pihak Islam Syiah dari ormas IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) . Penyelenggaranya menyebutkan bahwa diskusi buku MMPSI tidak karena sponsor Takfiri Wahabi. Namun, murni untuk memberikan pemahaman yang benar berkaitan dengan perbedaan mazhab Sunni dan Syiah.

Karena itu, tidak hanya mengundang dari pihak yang menyesatkan (yang dalam hal ini diwakili MUI Jawa Barat), juga dari Syiah yang diwakili Ustadz Muhammad Babul Ulum.

Pembicara lainnya: KH Muchtar Adam, Ustadz Fadlullah M.Said, dan Mujiyo Nucholis dari Nahdlatul Ulama (NU).

Pembicara dari MUI Jawa Barat menyampaikan bahwa seharusnya yang hadir adalah penulisnya. (Kabarnya tim penulis buku MMPSI sudah diundang panitia, tetapi tak ada kabar). Karena diundang maka MUI Jawa Barat mengutus Izudin Mustafa yang mengatakan bahwa buku MMPSI adalah suara MUI. Pak Izudin menyebutkan bahwa berdasarkan buku MMPSI bahwa Syiah bertentangan dengan akidah Ahlussunnah, Qurannya berbeda, dan menghalalkan nikah mutah, dan lainnya.

Pernyataan dari yang mewakili MUI Jawa Barat itu ditentang oleh narasumber dari Syiah. Ustadz Muhammad Babul Ulum, penulis buku Kesesatan Sunni Syiah dan aktivis IJABI , menyebutkan bahwa MMPSI tidak bisa dikatakan keputusan resmi MUI. Sebab dalam buku itu tidak ada surat resmi dari MUI.

Ustadz Babul bercerita bahwa seorang ulama NU pernah ditawari oleh segelintir orang untuk menyelenggarakan diskusi buku MMPSI. Mereka siap mengeluarkan uang sampai ratusan juta untuk kegiatan tersebut. Karena mengetahui buku itu mengandung provokasi dan tidak benar dari isinya sehingga ditolak oleh Kiai.

“Buku MMPSI hanya merupakan ajang provokasi memecah belah umat dan ajang mencari uang dari pihak-pihak yang memang sedang gencar juga membiayai diskusi-diskusi menyerang Syiah,” tegasnya.

Menurut Ustadz Babul bahwa semua tuduhan dalam buku MMPSI adalah bohong. Misalnya, isu soal Al-Quran umat Syiah yang berbeda.

"Saya berani menemani Anas digantung di Monas jika ditemukan Al-Quran Syiah yang berbeda dengan yang terdapat di kalangan kaum muslimin," kata Babul.

Pernyataan Ustadz Babul Ulum mendapatkan konfirmasi dari KH. Muchtar Adam, sesepuh Pondok Pesantren Babussalam, Dago Bandung. Beliau menunjukkan Al-Quran yang dicetak dan dibeli langsung dari Iran.

“Pernah ada orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an Syiah itu beda. Lalu saya suruh dia membaca Al-Quran dari Iran ini. Setelah khatam, orang itu mengatakan bahwa Al-Qurannya sama," ujar Pak Kiai.

Begitu juga dengan Ustadz Fadlullah. Fadlullah yang pernah belajar di Arab Saudi dan sekarang menjadi pimpinan pesantren Babussalam mengatakan buku MMPSI tidak masuk dalam kategori ilmiah. “Jika diajukan dalam sidang ilmiah di perguruan tinggi pasti langsung ditolak,” ujarnya.

Fadhlullah, doktor lulusan UIN Jakarta ini, menilai buku MMPSI memiliki banyak kelemahan, di antaranya tidak adanya batasan masalah yang dibahas. Karena itu, buku MPPSI terasa mengambang dan tidak jelas. Apalagi tidak ada pembanding dari pihak Syiah sehingga terkesan menghakimi Syiah. Akibatnya, sumber dan data yang tertuang hanya dipilih yang memojokkan Syiah. Seharusnya mereka yang menulis itu konfirmasi kepada ulama dan organisasi Syiah sehingga hasilnya benar-benar berkualitas ilmiah.

Sementara pembicara dari NU: Mujiyo menyebutkan bahwa ajaran Syiah sebagian dalilnya diambil dari hadis-hadis Ahlussunah. Seperti dalil imamah Ghadir Khum, tsaqalain, dan keistimewaan Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah disebutkan dalam kitab-kitab Ahlussunah.

Sekedar informasi, buku MMPSI oleh cendekiawan dan akademisi Islam diragukan kalau itu berasal dari MUI . Memang ada orang-orang MUI yang tercatat sebagai penulis. Namun, karena tidak ada surat resmi dari MUI kemudian bersifat menyerang Syiah maka banyak yang menganggap itu karya oknum MUI . Orang-orang MUI sendiri banyak yang tidak mengetahui dan hanya mencatut nama.

Semoga saja Ketua Umum MUI Prof Din Syamsuddin berani membongkar oknum-oknum MUI yang berupaya memecah belah persaudaraan umat Indonesia melalui buku MMPSI. [redaksi@misykat.net ]

Sat, 15 Mar 2014 @15:12

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved