MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Kang Jalal di Tengah Kaum Bertangan Kasar

image

Siapa tak kenal Kang Jalal. Pria 65 tahun yang memiliki nama asli Jalaludin Rakhmat ini adalah Professor ilmu komunikasi dan dikenal sebagai tokoh Syiah Indonesia.

Dalam kesehariannya menurut Kang Jalal, ia berkeliling dari kampus ke kampus, hotel ke hotel di Indonesia yang menurutnya sama berdakwah. Malang melintang di dunia akademis kampus di perkotaan membuatnya ingin ketika menunggu akhir hayatnya datang banyak mengajari orang di kampung-kampung.

Kang Jalal yang menukilkan dari sebuah hadits bahwa dia ingin banyak mencium tangan tangan yang kasar walaupun harus jauh dari perkotaan dan di gunung-gunung. Dia menilai banyak kemuliaan yang dicapai jika sisa umurnya dihabiskan dengan berada di tempat banyak orang bertangan kasar.

Kang Jalal bisa di sebut tokoh kontroversial. Ketua Yayasan Muthahhari ini sering di tentang banyak kalangan karena konon kesyiahannya. Sedangkan karya-karya tulisnya berupa buku dan esai diberbagai surat kabar sejak lama dibaca banyak kalangan.

Sikap kritis Kang Jalal pun pernah diungkapkan kepada penulis. Menurut Kang Jalal, emas Indonesia berton-ton yang di gelontorkan ke Amerika setiap harinya karena Indonesia telah menyewakan lahannya kepada Amerika.

Ingin disebut Ajengan bukan Kiai
“Saya ini lebih senang dipanggil ajengan nantinya jangan kiai karena panggilan ajengan ini khas orang Sunda. Sebutan kiai bukan untuk orang Sunda, tapi bagi masyarakat Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur),” tutur Kang Jalal.

“Salah satu penyesalan hidup saya adalah saya belum pernah mencicipi pendidikan pesantren,” kata Kang Jalal saat di undang dalam acara silaturahmi di pesantren Nurul Iman Cililin, Bandung. 

Dia sendiri menuturkan walaupun kemampuan Bahasa Arabnya terhitung baik, tapi dia merasa banyak kekurangan saat mengunjungi pondok pesantren.

Kang Jalal sendiri menganalogikan hidupnya seperti perjalanan wisata bersama milaran manusia di perahu yang bernama Bumi. Dia yang telah merasa 65 kali dibawa piknik mengelililingi matahari ini berharap bonus tambahan usia (jika dibanding usia nabi yang wafat di usia 63 tahun) bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Kang Jalal pun menuturkan kisah dia bertemu dengan Burhanudin Rabbani, tokoh Pemimpin Islam di Afghanistan, di sela-sela sebuah konfrensi di Iran. Salah satu yang dipesankan Rabbani adalah agar salah seorang anaknya didedikasikan untuk dipersembahkan kepada Tuhan dalam arti membaktikan hidupnya semata-mata karena Tuhan. (Ridwan Hartiwan)

Fri, 16 Nov 2018 @20:17

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved