AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Saya Bangga dengan Jalaluddin Rakhmat

image

Salam...

Alhamdulillahirabbil alamin, saya termasuk di antara mereka yang pertama menyukai dan mengagumi Kang Jalal. Kesukaan dan kekaguman itu tidak pernah pudar hingga kini. Mudah-mudahan saya termasuk yang terakhir menyukai dan mengagumi beliau.

Terus terang saya bangga. Kebanggaan dapat mengenal dan mengikuti beliau dari dekat. Hampir sama bangganya dengan apa yang saya alami dengan Sayyid Muhammad Rizvi sekarang.

Benar, mungkin saya termasuk di antara yang sedikit yang menyukai pendekatan rasional beliau dalam ceramah-ceramahnya. Seperti ditulis rekan di bawah, pendekatan emosional penting untuk membasahi hati dan praktek agama kita namun tidak cukup untuk menjadi benteng pertahanan kita dalam menghadapi ghazwul fikr (pertarungan pemikiran), apalagi kalauAnda tinggal di Barat dan menghadapi orang-orang yang sudah lama meninggalkan agama dan sebagian memilih ateisme.

Di antara yang saya sukai dari beliau adalah konsistensinya dalam bersikap, bahkan ketika “seluruh jin dan manusia memusuhi” beliau. Beliau tetap teguh selama yakin apa yang dilakukannya hanya demi “qurbatan ilallah” (memperoleh keridaan Allah).

Saya termasuk yang menyaksikan kiprah beliau dari masjid ke masjid, dari jamaah ke jamaah, dan dari satu tempat ke tempat lain karena kesukaan orang pada ceramah dan kuliahnya.

Bukan saja ceramah agama, saya (yang tidak studi di Unpad) pernah menghadiri salah satu kuliah psi kom beliau di universitas itu. Dengan teratur kuliah Subuhnya di Salman, ceramahnya di Istiqamah, Mujahidin, dialog Sunni-Syiahnya di Jakarta, seminar Islam dan politiknya di luar kota, dan kunjungannya ke Kedubes Iran di Jakarta, serta pertemuan tak terencana kami dalam ibadah Haji di Mekkah, saya hadiri dan ikuti.

Para “ulama” yang iri atas popularitasnya menemukan umpan yang tepat untuk mentarget beliau: tuduhan bahwa beliau penyebar Syiah yang sesat. Memang saat itu beliau belum secara terbuka mengakui Syiah, ditunjukkan dengan kenyataan bahwa ceramah2 beliau mengambil inspirasi dari para Ma’sumin, namun beliau tidak secara khusus mengajarkan kaidah, ajaran atau ibadah Ahlul Bait.

Jadi, apakah itu Syiah atau misalnya kursus membuat kue, para “ulama dan kyai” itu akan tetap iri kepada beliau karena sebenarnya bukan materi, tema atau subyeknya yang meresahkan mereka, melainkan para pemirsa dan pendengar yang mengalihkan perhatian mereka dari para pesaing itu kepada Kang Jalal itulah yang jadi sebabnya.

Bang Amin Rais adalah orang pertama yang berani membuka mulut mengkritik Soeharto dan rejimnya. Bola reformasi selanjutnya bergulir menjadi Indonesia, meski masih centang perenang, yang demokratis. Kang Jalal adalah orang pertama yang membawa atau membuka wacana mazhab yang sebelumnya tak banyak diketahui orang ini. Bola Ahlul Bait sekarang melaju kencang tanpa dapat ditahan dengan mudah oleh para antinya.

Hanya sedikit orang yang dapat menghargai para pemula (pioneer) terutama ketika apa yang mereka mulai itu sudah menjadi kenyataan atau sesuatu yang lumrah. Apa sulitnya mengkritik SBY saat ini?

Tapi pernahkah anda bayangkan situasi yg sama ketika Bang Amin mengatakan sudah saatnya Pak Harto menyerahkan kepemimpinan kepada generasi penerus. Apa sulitnya menjadi dan menceramahkan Syiah hari ini? Tapi pernahkah Anda bayangkan bagaimana perasaan Kang Jalal difitnah dikucilkan dan dilarang bicara di masjid dan institusi-institusi karena alasan beliau Syiah yang menyesatkan?

Begitulah, sekadar nostalgia saya yang tidak pernah bosan menyebut Kang Jalal sebagai gurunya atau mengakui saya sebagai muridnya. Saya kehilangan beliau setelah hijrah ke Toronto. Namun alhamdulillahirabbil alamin, selain saya tetap dapat berhubungan secara terbatas dengan beliau, saya pun menemukan pengganti beliau yang sama-sama mengajarkan pentingnya rasionalitas di samping emosi. Bukankah orang berkata Syiah adalah mazhab rasionalitas/rasionalisme?

Wassalam,
Abdi M.S.

Sat, 22 Mar 2014 @21:15

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved