Rubrik
Terbaru
MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Kang Jalal Masuk Politik untuk Melindungi Kaum Minoritas

image

KH Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal) tidak hanya memiliki daya tarik, juga daya tolak. Banyak orang yang terkagum-kagum dengan kecerdasan dan karya-karya Kang Jalal, juga ada yang terus-terusan menghina dan mencaci maki. Segala hal yang berkaitan dengan Kang Jalal disikapi dengan buruk. Dicurigai sebagai penistaan agama karena melakukan kajian kritis.

Dari masalah mazhab sampai urusan ijazah pun dipersoalkan. Dari masalah desertasi sampai pencalonan menjadi anggota legislatif juga muncul upaya-upaya pencegalan.

Dalam pertemuan di Bandung, Kang Jalal bercerita bahwa pihak KPU (Komisi Pemilihan Umum) memanggilnya. Ketika tiba di tempat, langsung Kang Jalal bilang bahwa ada isu dari Makassar tentang dirinya. Pihak KPU pun membenarkan. Setelah dijelaskan mereka mengerti.

Kemudian oleh segelintir orang dari ormas yang berhaluan Wahabisme, Kang Jalal disebut sebagai orang sesat dan tidak boleh dipilih saat pemilihan umum. Sejumlah ustad dalam khutbah jumat dan pengajian ibu-ibu di Kabupaten Bandung menyatakan tidak boleh memilih Kang Jalal. Saya sendiri langsung mendengarkan seorang ustad ternama di Bandung dalam khutbah jumat meyebut Kang Jalal sudah murtad dan harus bertobat kemudian masuk Islam kembali.

Saya kira masalah larangan memilih Jalaluddin Rakhmat dalam pemilihan umum pastinya ada pesan politik dari rival PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan orang-orang yang tidak menghendaki sosok Kang Jalal menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Mungkin hal itu ada kaitannya dengan Islam (mazhab) Syiah yang dianut Kang Jalal. Hampir setiap saya baca berita atau artikel di internet yang berkaitan dengan Jalaluddin Rakhmat senantiasa negatif (tanpa ada konfirmasi langsung kepada orangnya).

Memang ada yang menulis dengan baik. Namun kalah banyak dibandingkan dengan menyesatkan Kang Jalal. Saya yakin Kang Jalal jauh dari tuduhan dan fitnah yang disebarkan orang-orang takfiri. Mungkin lagi musim pemilu, jigana mah engkin mun atos pamilu mah eureun.

Nah, itulah yang mungkin disebut daya tolak dari Kang Jalal. Meski demikian, saya yakin mereka yang memusuhi Kang Jalal itu karena belum tercerahkan dan tidak mengenal dengan baik. Coba kalau sering interaksi pasti akan berubah seratus persen.

Apalagi alasan yang diusung Kang Jalal masuk politik praktis (dari PDIP no.1 daerah pilihan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat) adalah untuk melindungi nasib kaum minoritas melalui jalur politik. Sebuah cita-cita mulia dan harus didukung. Insya Allah, abdi salaku warga Kabupaten Bandung bade ngarojong ku doa sareng ngabantosan Pangersa Guru.

Sumber: Kompasiana


 

Tue, 8 Apr 2014 @13:13

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved