Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

K.H. Jalaluddin Rakhmat: Berkhidmat Untuk Kaum Duafa

image

 

”BANYAK orang­ ­yang ber­tanya mengapa saya terjun ke dunia politik praktis. Salah satu alasannya, saya kerap menyaksikan nasib kelompok minoritas yang kian mengenaskan. Pada saat yang sama, hukum impoten karena seringkali ditunggangi kepentingan politik,” ujar K.H. Jala­luddin Rakhmat, menerangkan latar belakang keputusannya untuk mencalon­kan diri sebagai anggota DPR RI, Rabu (12/3) di Bandung.

Untuk memperjuangkan idealismenya, Jalaluddin Rakhmat yang akrab dipanggil Kang Jalal ini, memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai kendaraan politik. Pilihan ini pun tidak sembarangan. Menurut Kang Jalal, PDI-P dan dirinya memiliki kesamaan. PDIP selalu identik dengan perjuangan untuk wong cilik. Bung Karno menyebutnya kaum Marhaen. Sementara dalam Alquran, Tuhan menyebutnya mustadh’afin.

“Ada kesamaan. Selama ini juga saya memberdayakan kelompok kecil. Memperjuangkan kaum mustadh’afin atau kelompok yang tertindas secara ekonomi dan politik,” kata Kang Jalal yang berada pada nomor urut 1 di Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar II yang meliputi Kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat.

Menurutnya, pencalegannya di PDIP merupakan permintaan dari tokoh-tokoh PDIP. Hal itu juga dibenarkan salah seorang petinggi partai berlambang banteng moncong putih itu. ­“Kang Jalal adalah tokoh Jawa Barat. PDIP menawarkan untuk jadi jadi caleg dan Kang Jalal bersedia,” kata Tjahyo Kumolo.

Dalam tulisan dan ceramahnya, seringkali Kang Jalal mengungkapkan keberpihakannya kepada kaum mustadh’afin. Menurut pakar komunikasi ini, pembelaan dan berkhidmat kepada kaum duafa adalah seni ilahiah. Perkhidmatan pada mereka, katanya lagi, adalah jalan paling cepat menuju Allah swt.

Kang Jalal bukan cuma pandai berteori. Kiprahnya dalam membela kaum duafa dipraktikkannya dalam kehidupan nyata. Melalui gerakan sosial bernama Lisana Sidqin, kaum duafa disantuninya. Ada juga Imdad Mustad’afin yang khusus mendidik dan menyantuni anak-anak tak mampu. Selain mendirikan sekolah model SMA Muthahhari, Kang Jalal juga mendirikan 18 sekolah gratis.

Ustaz Jalal menyelesaikan jenjang sarjana di Universitas Padjajaran. Kemudian mendapat beasiswa dari Iowa State University di Amerika Serikat. Di sana ia mengambil bidang studi komunikasi dan psikologi serta lulus dengan predikan magna cum laude. Lantaran memperoleh 4,0 grade point average, ia terpilih menjadi anggota Phi Kappa Phi dan Sigma Delta Chi.

Kang Jalal sangat mencintai Islam. Hal itu pula yang mendorongnya meninggalkan dunia kampus dan mengembara jauh ke Kota Qom di Iran. Belajar filsafat agama Islam dari para mullah tradisional di sana. Dari Iran dia terbang jauh ke Australia menekuni studi tentang perubahan politik dan hubungan internasional di ANU Canberra. 

Kecerdasan memahami ilmu modern, penguasaan dan ketaatan pada agama, menjadikannya sebagi sosok yang dihormati. Ustaz Jalal kerap diminta pemikirannya soal perkembangan agama di Indonesia, toleransi, dan bagaimana sebaiknya menata hubungan negara dan agama. Dia menjadi salah seorang pemikir Islam terkemuka di Indonesia.

Buku-buku yang ditulis Ustaz Jalal sering menjadi rujukan penting dalam kancah pemikiran Islam di Indonesia. Selain buku-buku dan kuliah-kuliahnya yang tersebar di mana-mana, ternyata Ustaz Jalal juga fasih berbicara tujuh bahasa asing. Bahasa asing yang dikuasainya dengan baik adalah Prancis, Jerman, Belanda, Inggris, Arab, Persia, dan Italia.[]

Sumber: Harian Umum Galamedia

Fri, 4 Apr 2014 @20:46

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved