Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Kesepakatan Ormas Islam dan Pemerintah Indonesia

image

Kasus intoleransi terhadap Muslimin Syiah di Sampang, Madura, sampai saat ini masih belum selesai. Tampaknya pemerintahan Republik Indonesia sengaja membiarkan kasus penindasan terhadap pengikut Syiah tidak jelas nasibnya. Mereka tidak lagi menempati rumah dan tanah kelahirannya. Mereka seakan-akan tidak memiliki lagi bumi untuk berpijak. Meski memang pernah ada  kesepakatan Ormas Islam Indonesia bersama Kementerian Agama dan MUI serta pemerintahan Madura, sampai sekarang tidak beres. Mengapa? Inilah yang harusnya kita cari jalan keluarnya.

Persoalan di Indonesia makin banyak. Persoalan intoleransi akan makin tumbuh subur. Apalagi pemimpin negeri ini hanya bisa janji dan sebar janji. Tentu saja kekuatan politik sangat menentukan dalam penyelesaian setiap masalah di Indonesia. 

Nah, sekadar mengingatkan kasus Sampang, kami turunkan informasi lama tentang Kesepakatan Ormas Islam Indonesia. 

Senin, 10 September 2012, di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, terjadi kesepakatan tentang kasus penindasan terhadap Muslim Syiah, Sampang-Madura. 

Kesepakatan ini dibuat oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, Bupati Sampang (Madura) Noer Tjahja, Ketua MUI Pusat Slamet Effendy Yusuf, Khatib Aam PBNU Malik Madani, Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rakhmat dan Ketua Dewan Syura Ahlul Bait Indonesia (ABI) Umar Shahab. 

Dalam pertemuan tertutup tersebut, dicapai delapan kesepakatan:

1. Kami yang ikut dalam pertemuan ini sepakat melakukan upaya-upaya guna menyelesaikan permasalahan permanen untuk Kabupaten Sampang.

2. Pimpinan IJABI pusat dan pimpinan ABI pusat akan berusaha memberikan dukungan untuk mewujudkan ketertiban masyarakat di wilayah Sampang dan Jatim pada khususnya.

3. Pimpinan NU bersama dengan unsur NU di Jatim ikut berusaha menciptakan kondisi kondusif di Jatim.

4. MUI pusat bersama MUI Jatim membantu mewujudkan kerukunan umat dalam rangka meneguhkan ukhuwah Islamiyah.

5. Pemda Jatim memfasilitasi pada pengungsi Sampang mencarikan solusi permanen terhadap masa depan para pengungsi.

6. Pemda Jatim memfasilitasi terhadap adanya keinginan bagi pengungsi untuk mencari penampungan sementara dengan memperhatikan kemampuan pemda.

7. Pemda Kabupaten Sampang bersama-sama dengan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) berupaya memberikan jaminan ketenteraman dan ketertiban masyarakat di wilayah Sampang.

8. Semua pihak sepakat melakukan dialog-dialog secara terus-menerus menciptakan hubungan harmonis internal umat Islam. 

Delapan butir sesepakatan tersebut jelas mengokohkan upaya-upaya ukhuwah yang dirintis sebelumnya oleh para ulama dan cendekiawan Islam dunia. Mulai dari Risalah Amman, Deklarasi Makkah, Deklarasi Bogor, Deklarasi Muhsin, Risalah Depok, dan Deklarasi UMI Makassar.

Semoga dengan adanya kesepakatan tersebut, ukhuwah Islamiyyah di Indonesia terjaga dan masing-masing pihak dapat menahan diri dari isu-isu negatif yang diembuskan oleh pihak yang tidak menginginkan terjadinya kehidupan yang damai di negeri ini.

(redaksi@misykat.net)

 

 

Sun, 6 Apr 2014 @22:25


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved