Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Tanda Orang Yang Shalatnya Diterima Allah Swt (1) [KH Jalaluddin Rakhmat]

image

Saya akan memulai pembahasan ini dengan hadis-hadis Rasulullah Saw yang ada hubungannya dengan shalat dan ada pula hubungannya dengan kemasyarakatan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, "Akan datang suatu zaman di mana orang­-orang berkumpul di masjid untuk shalat berjamaah tetapi tidak seorang pun di antara mereka yang mukmin."

Sabda Rasulullah yang mulia di atas jelas menarik bagi kita. Akan muncul pertanyaan di benak kita, "Mengapa shalat yang mereka lakukan tidak dianggap sebagai tanda seorang mukmin? Dan mengapa orang yang melakukan shalat di masjid itu tidak dihitung sebagai mukmin?"

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan menunjukkan tanda-tanda seorang mukmin. Shalat bukan­lah tanda bahwa seseorang yang melakukannya dapat dise­but sebagai mukmin, tetapi ia merupakan tanda bahwa yang melakukannya adalah seorang Muslim. Oleh karena itu, tanda seorang mukmin ialah shalat ditambah dengan syarat yang lainnya.

Saya ingin menyebutkan karakteristik seorang mukmin yang dimuat dalam Shahih Bukhari. Rasulullah yang mulia bersabda:

Pertama, barangsiapa yang beriman (mu'min) kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya dia menghormati tetangganya.

Kedua, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya dia senang menyambungkan tali persaudaraan.

Ketiga, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya dia berbicara yang benar; dan kalau tidak mampu berbicara dengan benar, maka lebih baik dia berdiam diri.

Keempat, tidak dianggap sebagai orang beriman apabila seseorang tidur dalam keadaan kenyang, sementara para tetangganya kelaparan di sampingnya.

Dengan hanya mengambil empat macam hadis di atas, Anda melihat bahwa tanda seorang mukmin itu terlihat dari tanggung jawabnya di tengah-tengah masyarakatnya. Kalau dia menghormati tetangganya, menyambungkan tali persaudaraan, dan berbicara- dengan benar, atau memiliki keprihatinan di antara penderitaan yang dirasakan oleh saudaranya di sekitarnya, maka barulah dia boleh dikatakan sebagai seorang mukmin.

Dengan kata lain, Rasulullah Saw menyebutkan bahwa nanti akan datang suatu zaman; orang-orang berkumpul di masjid untuk mendirikan shalat tetapi tidak akur dengan tetangganya, yaitu tidak menyambung tali persaudaraan di antara kaum Muslim. Mereka menyebarkan fitnah dan tuduhan yang tidak layak terhadap kaum Muslim. Mereka melaksanakan shalat tetapi tidak sanggup mengatakan kalimat yang benar. Mereka melakukan shalat tetapi acuh tak acuh dengan penderitaan yang dirasakan oleh sesamanya.

Kata Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang melakukan shalat, tetapi sebetulnya tidak dihitung sebagai orang yang melakukan shalat.

Rasulullah Saw juga pernah bersabda, "Ada dua orang umatku yang melakukan shalat, yang rukuk dan sujudnya sama, akan tetapi nilai shalat kedua orang itu jauhnya antara langit dan bumi.”

KH Jalaluddin Rakhmat adalah Ketua Dewan Syura IJABI

Mon, 14 Apr 2014 @22:15

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved