AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Antara Jihad danTerorisme [Nasaruddin Umar]

image

JARAK antara jihad dan terorisme bagaikan langit dan bumi. Jihad upaya untuk meningkatkan martabat hidup kemanusiaan sedangkan teroris berupaya untuk menakut-nakuti dan menimbulkan kesengsaraan kalau perlu membunuh orang, termasuk orang-orang yang tak berdosa.

Dengan kata lain, jihad untuk menghidupkan orang dan kemanusiaan sedangkan terorisme untuk mematikan orang. Jihad diserukan dalam agama sedangkan terorisme terkutuk di dalam agama manapun.

Masalahnya ialah para teroris tidak pernah sadar kalau dirinya sebagai teroris. Ia selalu menganggap dirinya sebagai mujahidin dan tidak peduli orang lain menganggapnya sebagai teroris. Padahal, membunuh orang yang tak berdosa, mengancam dan menakut-nakuti orang dengan dengan tindakan kekerasan atas nama apapun dan untuk apapun tidak ada tempatnya di dalam Islam.

Jihad harus berangkat dari niat untuk meningkatkan martabat kehidupan umat. Karena itu jihad membutuhkan niat luhur, perhitungan dan strategi yang matang, seperti dicontohkan Rasulullah Saw. Jihad membutuhkan fisik yang prima dengan kekuatan yang terukur.

Jihad membutuhkan ijtihad, yaitu pemikiran taktis dan strategi untuk mencapai tujuan dengan mengeliminir semaksimal mungkin jatuhnya korban. Jihad juga membutuhkan mujahadah, yaitu kontemplasi spiritual untuk memohon petunjuk dan kemenangan dari Allah Swt. Jihad tanpa ijtihad dan mujahadah tidak bisa disebut jihad.

Jihad tanpa ijtihad dan mujahadah lebih tepat disebut tindakan nekat. Orang yang mati karena nekat tidak bisa disebut dengan syahid. Orang yang mati di dalam jihad disebut syahid (jamaknya suhada’), sedangkan pelaku teroris yang mati disebut mati nekat, apalagi pelaku bom bunuh diri dapat disamakan orang yang bunuh diri. Sesuai hadis Nabi orang yang mati karena bunuh diri ialah mati kafir, sehingga ada orang yang enggan menshalati orang yang bunuh diri karena sudah bukan lagi muslim.

Sebaiknya para ulama dan ilmuan muslim harus berani terang-terangan untuk bicara (speak out) bahwa terorisme itu perbuatan terkutuk dan pengebom bunuh diri bukannya syahid tetapi mati kafir.

Tidak boleh lagi dibiarkan ada orang yang menyandera nama Islam untuk melakukan kekerasan dan keonaran. Atas nama apapun dan untuk tujuan apapun serta siapapun tidak boleh ada yang memberikan tempat di dalam Islam. Sesuai dengan namanya: islam (damai, sejahtera, tunduk, dan pasrah) tidak bisa dijadikan amunisi untuk melakukan kekerasan.

Di dalam jihad, jelas-jelas ada tujuannya, yaitu membela dengan akal sehat dan perhitungan yang matang untuk meninggikan kalimat Allah (li i’lai kalimat Allah). Jihad dilakukan setelah melakukan berbagai pendekatan dan usaha lain sebelumnya.

Di dalam Al-Qur’an jihad bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan jalan perang untuk membela dan mempertahankan diri, bukan ofensif. Bisa juga dengan harta dan ilmu pengetahuan. Bisa dengan soft jihad bisa juga dengan hard jihad. Soft jihad dalam bentuk perjuangan diplomasi dan hard jihad dalam bentuk peperangan.

Sebelum jihad terlebih dahulu dilakukan hijrah (wahajaru wajahadu) dan di dalam berjihad pertama kali dengan harta baru jiwa (wajahidu bi amwalikum wa anfusikum). Perang adalah skop paling kecil dari jihad. Wilayah jihad paling luas ialah da’wah, diplomasi, dan pendidikan.

Nasaruddin Umar adalah cendekiawan Islam Indonesia


Wed, 8 Apr 2015 @18:52

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved