CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN

Saya dan Kang Jalal [Melvin Tanjung]

image

Sekitar tahun 2005 kalau tidak salah, iseng-iseng saya menonton televisi, memindahkan channel, dan akhirnya saya berhenti pada 1 stasiun televisi (Anteve), yang membahas tema yang menohok saya Dialog Sunni-Syiah. Dengan narasumber KH. Jalaluddin Rakhmat (mewakili pandangan syiah) dan Ust Nabhan Husein (mewakili pandangan sunni).

Jujur saya terpana pada saat itu, dengan keluasan ilmu pengetahuan beliau (Kang Jalal) serta keahlian komunikasi dlm berargumen.

Menurut saya Kang Jalal memang ahli retorika yg cukup mumpuni karena dasar beliau akli (akal/logika) dan didukung nakli (tekstual), sebagaimana itu suatu konsep kerangka berargumen dalam metodologi syiah yg saya ketahui, agar suatu argumen itu kuat dan tidak mudah dibantah.

Dari situ saya mulai mengagumi sosok satu itu, oh iya sebelumnya saya juga sudah pernah mendengar namanya dari kawan-kawan di kampus pada saat itu (sebagai sosok cendikiawan muslim). Namun belum tahu siapa atau yang mana Kang Jalal. Ketika itu model saya masih Cak Nur, hehehe saya sempat mengagumi pemikiran Cak Nur yang inklusif. 

Lantas setelah saya menonton dialog tersebut keesokan harinya mulai saya mencari buku-buku beliau. Tidak jarang saya ke Gramedia, dan toko buku lainnya hanya untuk mencari buku karangan beliau. Ya, saya ingin mengetahui lebih jauh pemikirannya. Pokoknya saya waktu itu sudah mengaguminya diam-diam.

Singkat cerita, pada sekitar 2007, saat saya sedang di Aceh, saya bertemu dengan buku yang judulnya Pemikiran 4 Tokoh Pembaharu Islam Indonesia. 4 tokoh dimaksud adalah Gusdur (KH Abdurahman Wahib), CakNur (Nurcholish Madjid), Amien Rais, dan Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat), lengkap dengan biografi tokoh tersebut.

Bertambah pengetahuan saya tentang beliau termasuk rekam jejaknya (biografi singkat). Saya mengagumi beliau karena pemikirannya yang menurut saya keren, tidak mudah dibantah, dan keluasan ilmu nya, serta penyampaiannya yg enak. Beliau suka memberi contoh dengan cerita-cerita. Kadang saya ingin ke Bandung, tempat beliau memberikan ceramah mingguannya di  Kiara Condong (masjid depan rumahnya), tapi belum kesampaian. Walhasil saya sudah menjadi murid jauhnya (karena tidak pernah ketemu langsung-saat itu). 

Ternyata sekitar beberapa bulan lalu (belum lama), Allah menentukan lain (sedikit lebay... hehe), entah kenapa saya dgn proses yg tdk perlu diceritakan disini, sy menjadi teman FB istri sekaligus murid beliau, Bunda Emilia R. AZ, semakin mudahlah akses saya utk semakin dekat dengan sang Idola.. hehehe... Dan akhir nya kesampaian juga bisa ikut turut hadir di majelis ilmu beliau di Kemang (rumah beliau di Jakarta), tidak bisa ke Bandung, akhirnya Allah memberikan jalan di Kemang.. Mantapp !!.. 

Dan sekarang Guruku, Idolaku (Kang Jalal), ikut turut serta menjadi caleg dari PDIP, tak tanggung2 caleg no urut 1.. Semoga Allah melindungi beliau, dan melancarkan segala aktifitas beliau. Yang saya tahu pilihan yang cukup mencengangkan juga, tdk hanya saya sepertinya, pengagum beliau lainnya juga seperti itu. Karena takut beliau citra sebagai pendidik menjadi rusak dengan kepentingan politik sesaat yg kita sudah sama2 tau seperti apa busuknya..

Akhir kata, saya ingin mengatakan, mudah2 an saya ada kesempatan bertemu beliau dan bicara langsung (maaf, lancangnya seorang murid, tp apa mau dikata).. Saya ingin mengatakan.. Kang Jalal/Ustad Jalal saya mendukung Ustad utk berkiprah membawa suara2 minor kami dan lindungilah hak2 minoritas/mustadhafin, sebagaimana yg Kang Jalal suka katakan bahwa Kang Jalal membawa misi sbg pembela Kaum Mustadhafin (Kaum tertindas)..

Tetaplah seperti yg saya kenal, yg sederhana, bersahaja, tdk ada jarak dgn kami sbg murid, welcome (klo mau diajak diskusi), jgn silau dengan harta. Maafkan klo jika nantinya Kang Jalal berubah sedikit saja dimata saya, menjadi pembela cecunguk2 di senayan atau kelas atas itu, saya tdk akan segan2 menjadi keras menentang anda sama seperti saya saat ini keras mendukung anda... hmmm...Mudah2an itu tdk terjadi...

Tangerang 

10/01/14 01:19 Dini Hari

Melvin Tanjung 

Thu, 15 May 2014 @20:10

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved