KH Jalaluddin Rakhmat (Akan) Terapkan Model Pembelajaran Abad 21

image

Saya beruntung bisa menghadiri pertemuan para guru sekolah-sekolah Muthahhari. Pertemuan ini berlangsung selepas Shalat Jumat yang berlokasi di Aula Muthahhari, Jalan Kampus Kiaracondong Bandung.

 

Acara ini dihadiri guru-guru SD Cerdas Muthahhari, SMP Bahtera, SMP Plus Muthahhari, dan SMA Plus Muthahhari.

Narasumber yang mengisi adalah KH Jalaluddin Rakhmat. Masyarakat akademis biasa mengenalnya dengan sapaan Kang Jalal. Namun, para guru sekolah Muthahhari menyapanya dengan Ustadz Jalal.

Selaku Dewan Pembina Yayasan Muthahhari, Ustadz Jalal bisa disebut tokoh intelektual dibalik berdirinya sekolah-sekolah Muthahhari. Karena itu, keberhasilan sekolah Muthahhari dalam dunia pendidikan tidak bisa dipisahkan dari Ustadz Jalal.

Dengan dimoderatori Ustadz Miftah, Ustadz Jalal memberikan pencerahan bagi para guru tentang pembelajaran abad 21. Bahkan, pada tahun ajaran baru ini seluruh sekolah Muthahhari akan diarahkan dan menerapkan model pembelajaran abad 21.

Menurut Ustadz Jalal, dunia pendidikan dari masa ke masa menghadapi tantangan yang berbeda-beda sehingga memerlukan metode dan model pembelajaran yang tidak sama. Model pembelajaran dan pendidikan terdahulu berbeda dengan zaman sekarang. Apalagi kini masanya teknologi informasi. Hampir setiap anak zaman sekarang mengenal internet dan mampu menggunakan berbagai macam alat komunikasi elektronik. Informasi dari internet sangat mudah diakses.

Kapan pun, di mana pun, dan keadaan apa pun setiap orang bisa mengakses informasi yang diinginkan hanya dengan membuka komputer yang tersambung ke internet. Namun, di balik sisi positif tentu ada hal yang negatif. Hal inilah yang pastinya perlu dihindarkan. Banyak kasus kejahatan yang dimulai dari akses sosial media seperti facebook, twitter,  dan lainnya. Juga banyak anak yang menghabiskan waktu di depan komputer melakukan permainan online. Tentu kalau tidak disikapi dan diarahkan dengan bisa menjadi masalah.

Australia, Amerika, Singapore, dan negara-negara maju sudah menggunakan teknologi informasi sebagai media yang membantu anak-anak dalam belajar.

Di negera kita, kata Ustadz Jalal, pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan alat-alat elektronika belum banyak dilakukan. Padahal, alat komunikasi elektronika dan internet bukan sesuatu yang asing bagi anak-anak zaman sekarang. Seorang anak malah lebih hebat dalam menggunakan alat komunikasi elektronik ketimbang orang tuanya.

“Sekarang ini anak-anak tidak sama dengan generasi anak terdahulu. Anak-anak sekarang sudah lebih mengenal dunia teknologi informasi,” kata Ustadz Jalal.

Kang Jalal juga menyampaikan bahwa anak-anak yang belajar di luar negeri yang menggunakan teknologi informasi mampu melakukan inovasi dan kreatif. Sebab teknologi informasi mampu membuat seseorang tenggelam dalam aktivitasnya. Tentu jika diarahkan pada ilmu pengetahuan akan membuat anak memiliki informasi yang lebih banyak dari yang diberikan guru-gurunya di sekolah. Apalagi sekarang ini banyak penemuan dan penelitian baru dalam ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Jika seorang anak hanya mendapatkan pengetahuan lama, bukan informasi dari hasil penelitian terbaru maka yang terjadi anak akan terus terkungkung dengan pola mikir lama yang tidak maju.

Karena itu, menurut Ustadz Jalal, seorang guru harus meningkatkan kemampuannya dengan mengakses informasi terbaru melalui internet kemudian disampaikan pada anak didiknya. Bahkan, seorang guru bisa menggunakan sosial media seperti blog dan grup facebook dalam menyampaikan materi pelajaran. Kemudian anak-anak sekolah pun bisa melaporkan tugasnya dalam bentuk karya tulis yang dimuat dalam blog dan notes facebook.

“Zaman sekarang adalah masa teknologi informasi. Sudah seharusnya pendidikan diintegrasikan dengan teknologi informasi. Sekarang ini masa 21 st century learning. Sekolah-sekolah Muthahhari mulai dari SD, SMP, dan SMA akan menerapkan model pembelajaran abad 21,” pungkas Ustadz Jalal.

Nah, kita tunggu dan lihat bagaimana sekolah-sekolah di bawah bimbingan cendekiawan Jalaluddin Rakhmat ini bisa menerapkannya.

Ahmad Sahidin

Sat, 17 May 2014 @20:43

AUDIO MISYKAT

BAHAN BACAAN
FACEBOOK MISYKAT
BERBAGI BUKU

 Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan nomor WhatsApp pada KONTAK

Copyright © 2017 Misykat · All Rights Reserved