Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Takfiri di Bandung Semakin Gencar

image

Bandung sebentar lagi disebut kawasan intoleran jika setiap orang tak peduli dengan kaum takfiri yang terus beraksi ke masyarakat bawah. Kalau sebelumnya pernah menghalangi kegiatan Asyura Muslim Syiah pada 10 Muharram 1435 Hijriah dan menyebut bidah pada kegiatan tahlilan, shalawat dan dzikir bersama, melarang baca Al-Barzanji pada saat Maulid Nabi, dan selamatan lainnya. Kini, mulai memprovokasi masyarakat bawah untuk membenci sesama umat Islam.

Setelah meluncurkan Aliansi Anti Syiah, segelintir kaum takfiri melanjutkan aksinya dengan mengerahkan khatib Jumat menyampaikan Syiah dengan tinjauan yang negatif. Anehnya, orang-orang takfiri ini dahulu tidak gencar dalam menyesatkan mazhab Syiah. Hanya sekarang ini bermunculan. 

Entah karena ada agenda politik, mereka kemudian ikut meramaikan wacana Islam Indonesia dengan berupaya menyingkirkan Islam mazhab Syiah dari bumi Indonesia. Mulai dari seminar sampai pengajian ibu-ibu pun dimasuki. Bahkan, masuk pula gerakan anti syiah pada kampus.

Ada kawan di UIN Bandung bercerita bahwa kini di beberapa fakultas sudah ada selebaran anti syiah. Kawan saya bilang, “Lucu ya mereka itu. Menyebarkan anti syiah dalam kampus yang setiap mahasiswanya pernah belajar ilmu kalam dan fiqih yang di dalamnya ada pembahasan Syiah.”

Saya sendiri selaku alumni mendapatkan kajian syiah dalam ilmu kalam. Tentu dengan kajian ilmiah dan sumber terpercaya sehingga tidak muncul pengkafiran. Saya merasa kasihan dengan kejahilan kaum takfiri. Coba kalau mereka belajar ilmu kalam di UIN SGD Bandung pasti akan paham dengan khazanah intelektual Islam.

Kembali pada gerakan anti syiah. Kemarin sore ada kabar dari seorang warga di Pasir Luyu Soekarno Hatta Bandung. Pada bulan ini setiap khatib pada khutbah Jumat di masjid al-mukminun, dekat rumahnya kawasan Pasir Luyu, menyampaikan kesesatan Syiah. Sampai kemudian ada jamaah yang berkata: “Ti Kamari Syiah deui nu dibahas. Sesat deui nu diomongkeun. Jiga anu euweuh bahan eta khotib teh (Dari kemarin masih Syiah yang dibahas. Kesesatan lagi yang dibicarakan. Seperti yang tak ada bahan itu khatib).”

Kemudian ada cerita juga dari guru Taman Pendidikan Quran (TKQ) yang masih di kawasan Pasir Luyu Bandung. Pagi-pagi masuk madrasah tempat mengajar dan pada papan tulis terdapat tulisan yang menyesatkan Syiah. Mungkin itu bekas pengajian malam hari yang diisi oleh ustad takfiri. Mereka lupa menghapusnya. Tulisan yang muncul di papan tulis itu di antaranya: Syiah bukan Islam, Syiah agama Majusi, Syiah tidak hormati Ahlulbait dan menghina sahabat Nabi, Syiah kiblat dan hajinya ke Karbala,  dan catatan lain yang kurang pantas.

Tentu saja tindakan takfiri tersebut bentuk pembodohan publik. Mereka menyebarkan tanpa merujuk langsung pada rujukan yang benar. Mereka juga menyebarkan kebencian pada sesama umat Islam dan harus ada tindakan yang tegas dari pemerintah.

Mendengar kisah kawan tersebut, saya menjadi ingat dengan buku yang berjudul: Syiah Dicaci, Syiah Dicari. Memang betul demikian. Karena kawan saya yang mengisahkan itu kemudian meminta rujukan buku untuk dibaca berkaitan dengan Syiah. Ia ingin mengetahui Syiah yang sebenarnya dari Kaum Muslim Syiah, bukan dari para pembenci Syiah.

Tentu yang saya rekomendasikan adalah Buku Putih Mazhab Syiah (yang diterbitkan ormas Syiah ABI). Ini buku ditulis oleh TIM yang ahli dalam Syiah dan termasuk kaum Muslim Syiah.

Sementara yang ditulis perorangan adalah buku 40 Masalah Syiah karya Emilia Renita, Inilah JalanKu yang Lurus karya Emilia Renita (diterbitkan Marja 2014), Kesesatan Sunni Syiah, Merajut Ukhuwah Memahami Syiah, dan Polemik Sunni Syiah (tiga buku) karya Muhammad Babul Ulum.

Sekadar informasi bahwa para penulis buku yang disebutkan bisa dianggap mewakili kaum Muslimin Syiah dalam memaparkan ajaran Islam mazhab Syiah karena berasal dari ormas Syiah ternama dan resmi yang bernama IJABI .

Sumber: KOMPASIANA

Fri, 23 May 2014 @15:15


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved