Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

FACEBOOK & WHATSAPP

Fanpage Komunitas Misykat

WhatsApp Group: Kajian Islam

BERBAGI BUKU

Silakan tulis nama, alamat, dan WhatsApp pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Mengenang Imam Khomeini

image

Sosok ulama karismatis Imam Khomeini tidak hanya dikenal di Iran, tapi juga di Indonesia. Bahkan beberapa buku karyanya sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Tidak sedikit orang-orang Barat pun terkesan dengan gerakan Imam Khomeini yang meski usia tua ternyata berhasil mendirikan pemerintahan Republik Islam Iran. Sebuah prestasi yang luar biasa dan sulit dicari bandingannya di dunia ini. Tentunya sosok Imam Khomeini perlu diteladani oleh umat Islam sepanjang zaman.

Mungkin dalam rangka upaya itulah, sebuah lembaga Islam di Bandung dan Jakarta menyelenggarakan kegiatan mengenang Imam Khomeini. Di Bandung digelar di Aula Muthahhari (Selasa malam Rabu, 3 Juni 2014) diisi oleh penulis Dina Y. Sulaeman, KH Alawi Nurul Alam Al-Bantani (perwakilan NU Jawa Barat), KH Jalaluddin Rakhmat (Ketua Dewan Syura IJABI). dan dipandu Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat.

Sementara di Jakarta berlangsung di Islamic Cultural Center pada Rabu malam Kamis, 4 Juni 2014, yang diisi oleh Mahmoud Farazandeh, Duta Besar Republik Islam Iran, dan KH Jalaluddin Rakhmat (yang biasa disapa Kang Jalal).

Sebagaimana diberitakan media ABI (yang meliput acara di Jakarta) bahwa KH Jalaluddin Rakhmat dalam ceramahnya menyampaikan pesan Imam Khomenei kepada seluruh umat Islam agar mereka benar-benar bijak dalam memanfaatkan amanah umur yang Allah karuniakan.

Menurut Kang Jalal, Imam Khomeini seringkali menyampaikan salah satu penyesalannya tentang masa mudanya yang terbuang percuma. Padahal kita ketahui bersama bahwa sejatinya sejak belia Imam Khomeini telah berkhidmat kepada Islam. Meski demikian, dengan tawadhu beliau tetap mengakui bahwa masa mudanya seolah terbuang sia-sia, demi menekankan pentingnya kaum muda tak mudah menyia-nyiakan karunia masa muda mereka.

Lebih jauh Kang Jalal menerangkan bahwa Imam Khomenei sepanjang hidupnya selalu berusaha meluruskan penafsiran-penafsiran yang salah dari sebagian orang terhadap persoalan-persoalan keagamaan.

“Dalam banyak kesempatan Imam Khomeini mengatakan bahwa dirinya ingin pergi dari hiruk-pikuik masjid demi untuk mendengar perkataan orang-orang yang salah tentang pemahaman beliau, agar beliau bisa segera meluruskannya kembali,” tegas Kang Jalal. 

(redaksi@misykat.net )


Sun, 8 Jun 2014 @13:30

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved