AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Amalan Malam Nishfu Syaban (1)

image

Dari Ibnu Abbas dia berkata: Rasulullah saw berkata—ketika para sahabatnya menyebut-nyebut keutamaan bulan Syaban--beliau berkata, "Adalah bulan yang mulia dan ia adalah bulanku, para pemikul ‘arsy mengagungkannya dan mereka mengenal haknya. Dan ia adalah bulan yang padanya ditambah rezeki kaum mu`minin untuk bulan Ramadhân, dan padanya surga-surga dihias. Ia dinamakan Sya‘bân (bercabang), sebab padanya bercabang-cabang rezeki kaum mu`minîn. Ia adalah bulan amal yang padanya dilipatgandakan kebaikan dengan tujuh puluh kali lipat, keburukan digugurkan, dosa diampuni dan kebaikan diterima. Al-Jabbâr jalla jalâluh berbangga-bangga padanya dengan hamba-hamba-Nya, Dia perhatikan mereka yang shaum padanya dan beribadah pada malamnya. Maka Dia berbangga-bangga dengan mereka kepada para malaikat pemikul ‘arsy…"  

Pada malam Nishfu Syaban (malam 15 bulan syaban), ada beberapa shalat yang dianjurkan yang antara lain ada shalat seratus rakaat, shalat dua rakaat dan shalat tasbih.

Shalat Dua Raka‘at berikut Doanya 
Dari Abû Yahyâ dari Ja‘far bin Muhammad Al-Shâdiq as berkata: Al-Bâqir as ditanya mengenai keutamaan malamNishfu Sya‘bân, kemudian beliau menjawab, "Dia adalah malam yang paling utama setelah lailatul qadr, padanya Allah memberikan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan Dia mengampuni mereka dengan anugerah-Nya, maka hendaklah kalian bersungguh-sungguh dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah ta‘âlâ padanya, sebab ia adalah malam yang Allah ‘azza wa jalla telah bersumpah atas diri-Nya bahwa Dia tidak menolak seorang peminta padanya selama tidak meminta kemaksiatan, dan sesungguhnya ia adalah malam yang Allah telah menjadikannya untuk kami Ahlulbait sebagaimana Dia telah menjadikan lailatul qadr untuk Nabi kita saw, maka bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa dan memuji Allah ta‘âlâ, sebab orang yang bertasbîh kepada Allah ta‘âlâ padanya seratus kali, memujinya seratus kali, bertakbîr seratus kali dan membaca tahlîl seratus kali, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan Dia tentukan baginya kebutuhan-kebutuhan dunia dan akhirat yang dia cari kepada-Nya, dan jika dia tidak mencarinya, maka sebagai karunia bagi hamba-hamba-Nya." 
 

Abû Yahyâ berkata kepada Al-Shâdiq as: Doa apakah yang paling utama? Beliau menjawab, "Apabila kamu telah menunaikan shalat ‘isya, maka shalatlah dua raka'at, kamu baca pada raka‘at pertama sûrah Al-Hamdu dan sûrahAl-Jahdu yaitu sûrah Al-Kâfirûn dan pada raka‘at kedua baca sûrah Al-Hamdu dan sûrah Al-Tauhîdyakni Qul Huwallâhu Ahad, jika kamu telah taslîm, ucapkanlah: Subhânallah 33 kali, Alhamdu lillâh 33 kali dan Allâhu Akbar 34 kali, kemudian ucapkanlah doa berikut:

يَا مَنْ يَلْجَأُ إِلَيْهِ الْعِبَادُ فِي الْمُهِمَّاتِ, وَ إِلَيْهِ يَفْزَعُ الْخَلْقُ فِي الْمُلِمَّاتِ, يَا عَالِمَ الْجَهْرِ وَ الْخَفِيَّاتِ, وَ يَا مَنْ لاَ يَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ اْلأَوْهَامِ وَ تَصَرُّفُ الْخَطَرَاتِ, يَا رَبَّ الْخَلاَئِقِ وَ الْبَرِيَّاتِ, يَا مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ اْلأَرَضِيْنَ وَ السَّمَاوَاتِ, أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ, أَمِتْ إِلَيْكَ بِلاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ 
Yâ man yalja`u ilaihil ‘ibâdu fil muhimmât, wa ilaihi yafza‘ul khalqu fil mulimmât, yâ ‘âlimal jahri wal khafiyyât, wayâ man lâ yakhfâ ‘alaihi khawâthirul auhâmi wa tasharruful khatharât, yâ rabbal khalâ`qi wal bariyyât, yâ man biyadihi malakûtul aradhîna was samâwât, antallâhu lâ ilâha illâ ant, amit ilaika bilâ ilâha illâ ant. 

Wahai Tuhan yang berlindung kepada-Nya semua hamba dalam hal-hal yang sangat penting, yang terkejut kepada-Nya seluruh makhluk dalam perkara-perkara yang dapat menutup kekurangan, wahai Tuhan yang mengetahui yang tampak dan tersembunyi, wahai Tuhan yang tidak tersembunyi atas-Nya lintasan pikiran dan gerakan hati, wahai Tuhan yang mengatur seluruh makhluk dan ciptaan, wahai yang di tangan-Nya kerajaan semua bumi dan seluruh langit, Engkaulah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, matikankanlah (aku) kepada-Mu dengan lâ ilâha illallâh. 

فَيَا لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ, اِجْعَلْنِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِمَّنْ نَظَرْتَ إِلَيْهِ فَرَحِمْتَهُ, وَ سَمِعْتَ دُعَائَهُ فَأَجَبْتَهُ, وَ عَلِمْتَ اسْتِقَالَتَهُ فَأَقَلْتَهُ, وَ تَجَاوَزْتَ عَنْ سَالِفِ خَطِيْئَتِهِ وَ عَظِيْمِ جَرِيْرَتِهِ, فَقَدِ اسْتَجَرْتُ بِكَ مِنْ ذُنُوْبِي, وَ لَجَأْتُ إِلَيْكَ فِي سِتْرِ عُيُوْبِي 
Fayâ lâ ilâha illâ ant, ij‘alnî fî hâdzihil lailati mimman nazharta ilaihi farahimtah, wa sami‘ta du‘â`ahu fa`ajabtah, wa ‘alimtas tiqâlatahu fa`aqaltah, wa tajâwazta ‘an sâlifi khathî`atihi wa ‘azhîmi jarîratih, faqadis tajartu bika min dzunûbî, wa laja`tu ilaika fî sitri ‘uyûbî. 

Wahai yang tidak ada Tuhan selain Engkau, jadikanlah aku pada malam ini di antara orang yang Engkau perhatikan lalu Engkau sayangi, yang Engkau dengarkan doanya lalu Engkau kabulkan, yang Engkau ketahui ketergelincirannya lalu Engkau memaafkan, dan yang Engkau ampuni kesalahannya yang telah lalu serta kejahatannya yang besar. Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dosa-dosaku dan bernaung kepada-Mu dalam menutup segala celaku. 

اللَّهُمَّ فَجُدْ عَلَيَّ بِكَرَمِكَ وَ فَضْلِكَ, وَ احْطُطْ خَطَايَايَ بِحِلْمِكَ وَ عَفْوِكَ, وَ تَغَمَّدْنِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ بِسَابِغِ كَرَامَتِكَ, وَ اجْعَلْنِي فِيْهَا مِنْ أَوْلِيَائِكَ الَّذِيْنَ اجْتَبَيْتَهُمْ لِطَاعَتِكَ, وَ اخْتَرْتَهُمْ لِعِبَادَتِكَ, وَ جَعَلْتَهُمْ خَالِصَتَكَ وَ صَفْوَتَكَ 
Allâhumma fajud ‘alayya bikaramika wa fadhlik, wahthuth khathâyâya bihilmika wa ‘afwik, wa taghammadnî fî hâdzihil lailati bisâbighi karâmatik, waj‘alnî fîhâ min auliyâ`ik, alladzînan tajabtahum lithâ‘atik, wakhtartahum li‘ibâdatik, wa ja‘altahum khâlishataka wa shafwatak. 

Ya Allah bermurahlah kepadaku dengan kemuliaan-Mu serta karunia-Mu, dan gugurkanlah segala kesalahanku dengan sabar dan maaf-Mu, curahkanlah kepadaku pada malam ini dengan keluasan kemuliaan-Mu, dan jadikanlah aku padanya di antara wali-wali-Mu yang Engkau pilih untuk taat serta mengabdi kepada-Mu dan Engkau jadikan aku orang yang ikhlas kepada-Mu. 

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ سَعِدَ جَدُّهُ, وَ تَوَفَّرَ مِنَ الْخَيْرَاتِ حَظُّهُ, وَ اجْعَلْنِي مِمَّنْ سَلِمَ فَنَعِمَ, وَ فَازَ فَغَنِمَ, وَ اكْفِنِي شَرَ مَا أَسْلَفْتُ, وَ اعْصِمْنِي مِنَ اْلإِزْدِيَادِ فِي مَعْصِيَتِكَ, وَ حَبِّبْ إِلَيَّ طَاعَتَكَ, وَ مَا يُقَرِّبُنِي لَدَيْكَ وَ مَا يُزْلِفُنِي عِنْدَكَ 
Allâhummaj‘alnî mimman sa‘ida jadduh, wa tawaffara minal khairâti hazhzhuh, waj‘alnî mimman salima fana‘im, wakfinî syarra mâ aslaft, wa‘shimnî minal izdiyâdi fî ma‘shiyatik, wa habbib ilayya thâ‘atak, wamâ yuqarribunî ladaik, wamâ yuzlifunî ‘indak. 

Ya Allah jadikanlah aku orang yang beruntung kemuliaannya dan mendapat kebaikan yang banyak, dan jadikan aku orang yang selamat lalu mendapatkan nikmat, yang beruntung lalu mendapat bagian yang besar, jagalah aku dari keburukan dosa yang telah kulakukan, dan jagalah aku dari bertambahnya kemaksiatan terhadap-Mu dan cintakanlah kepadaku ketaatan kepada-Mu dan kepada segala yang mendekatkan diriku kepada-Mu.

سَيِّدِي إِلَيْكَ يَا مَلْجَأَ الْهَارِبُ, وَ مِنْكَ يَلْتَمِسُ الطَّالِبُ, وَ عَلَى كَرَمِكَ يَعُوْلُ الْمُسْتَقِِيْلُ التَّائِبُ, أَدَّبْتَ عِبَادَكَ بِالتَّكَرُّمِ وَ أَنْتَ أَكْرَمُ اْلأَكْرَمِيْنَ, وَ أَمَرْتَ بِالْعَفْوِ عِبَادَكَ وَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 
Sayyidî ilaika yâ malja`al hârib, wa minka yaltamisuth thâlib, wa ‘alâ karamika ya‘ûlul mustaqîlut tâ`ib, addabta ‘ibâdaka bittakarrumi wa anta akramul akramîn, wa amarta bil‘afwi ‘ibâdaka wa antal ghafûrur rahîm.  

Wahai Tuanku kepada-Mu tempat berlindung hamba yang lari, dan dari-Mu hamba yang menuntut dan mencari, dan dengan kemuliaan-Mu hamba yang salah dan bertobat merintih. Engkau tekah mendidik hamba-hamba-Mu dengan kemuliaan, dan Engkau yang maha mulia dari semua yang mulia, Engkau telah memerintahkan untuk memaafkan hamba-hamba-Mu, dan Engkau maha pengampun lagi maha penyayang.
 
اللَّهُمَّ فَلاَ تَحْرِمْنِي مَا رَجَوْتُ مِنْ كَرَمِكَ, وَ لاَ تُؤْيِسْنِي مِنْ سَابِغِ نِعَمِكَ, وَ لاَ تُخَيِّبْنِي مِنْ جَزِيْلِ قِسَمِكَ, فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ ِلأَهْلِ طَاعَتِكَ, وَ اجْعَلْنِي فِي جُنَّةٍ مِنْ شِرَارِ بَرِيَّتِكَ 
Allâhumma falâ tahrimnî mâ rajautu min karamik, walâ tu`yisnî min sâbighi ni‘amik, walâ tukhayyibnî min jazîli qisamik, fî hâdzihil lailati li`ahli thâ‘atik, waj‘alnî fî junnatin min syirâri bariyyatik. 

Ya Allah janganlah Engkau mencegahku dari harapan untuk menggapai kemuliaan, dan janganlah Engkau membuatku putus asa dari karunia-Mu yang melimpah, dan janganlah Engkau menghampakanku dari besarnya bagian-Mu pada malam ini bagi orang-orang yang taat kepada-Mu, dan jadikanlah aku berada dalam perlindungan dari kejahatan makhluk-Mu.

رَبِّ إِنْ لَمْ أَكُنْ منْ أَهْلِ ذَالِكَ فَأَنْتَ أَهْلُ الْكَرَمِ وَ الْعَفْوِ وَ الْمَغْفِرَةِ, وَ جُدْ عَلَيَّ بِمَا أَنْتَ أَهْلُهُ لاَ بِمَا أَسْتَحِقُّهُ, فَقَدْ حَسُنَ ظَنِّي بِكَ, وَ تَحَقَّقْ رَجَائِي لَكَ, وَ عَلَقَتْ نَفْسِي بِكَرَمِكَ, وَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ وَ أَكْرَمُ اْلأَكْرَمِيْنَ. اللَّهُمَّ اخُصُصْنِي مِنْ كَرَمِكَ بِجَزِيْلِ قِسَمِكَ, وَ أَعُوذُ بِعَفْوِكَ 
Rabbi in lam akun min ahli dzâlika fa`anta ahlul karami wal‘afwi wal maghfirah, wa jud ‘alayya bimâ anta ahluhu lâ bimâ astahiqquh, faqad hasuna zhannî bik, wa tahaqqaq rajâ`î lak, wa ‘alaqat nafsî bikaramik, wa anta arhamur râhimîna wa akramul akramîn. Allâhummakhshushnî min karamika bijazîli qisamik, wa a‘ûdzu bi‘afwik. 

Wahai Tuhanku apabila aku bukan ahlinya untuk mendapatkan hal itu, maka Engkaulah ahli kemuliaan, ahli memaafkan dan memberi pengampunan, dan bermurahlah kepadaku dengan apa yang Engkau adalah ahlinya, tidak dengan apa yang aku berhak kepadanya. Sesungguhnya sangkaanku baik kepada-Mu dan wujudkanlah harapanku kepada-Mu sedang diriku bergantung kepada kenuliaan-Mu, dan Engkau maha pengasih dari semua yang mengasihi, dan maha mulia dari semua yang mulia. Ya Allah tentukanlah aku dengan kemuliaan-Mu, dengan bagian yang besar dari-Mu, dan aku berlindung kepada maaf-Mu.

Apabila telah selesai berdoa, lalu sujud dan ucapkanlah 20 kali: Yâ rabbi, 7 kali: Yâ  muhammad, 10 kali: Lâ  haula walâ  quwwata illâ billâh, 10 kali: Mâ syâ`allâh, 10 kali: Lâ quwwata illâ billâh. Kemudian bacalah shalawât bagi Nabi Muhammad saw dan keluarganya, dan mintalah kebutuhan kamu kepada Allah, maka demi Allah, kalaulah kamu meminta sebanyak tetesan air hujan dengan cara seperti itu, dengan karunia-Nya dan kemulian-Nya, niscaya Allah menyampaikan kamu kepada apa yang kamu inginkan dengan kemuliaan-Nya dan karunia-Nya."  

Sumber: www.abuzahra.net

 

 

Mon, 30 Apr 2018 @14:23

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved