AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Imam Mahdi Al-Muntazhar

image

Imam al-Mahdi dilahirkan pada tanggal 15 Sya’ban 255 Hijriah. Lengkapnya bernama Muhammad Al-Mahdi bin Al-Hasan Al-Askari bin Ali Al-Hadi bin Muhammad Al-Jawad bin Ali Ar-Ridha bin Musa Al-Kadzim bin Jafar As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib kw, yang juga putra Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah saw. 

Dengan kelahirannya bersinarlah harapan orang-orang yang tersiksa dan tertindas d dunia. Ayahnya adalah Imam Hasan Al-Askari, dan ibunya adalah seorang wanita suci yang bernama Narjis dan berasal dari keturunan Syamun ash-Shafa, salah seorang murid pilihan Nabi Isa as.

Al-Mahdi merupakan Imam Ahlulbait terakhir, dimana datuknya, Nabi Muhammad saw., telah menyampaikan berita gembira tentangnya melalui hadis-hadis mutawatir, bahwa ia (Al-Mahdi) akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman.

Namanya adalah Muhammad, gelarnya ialah Al-Mahdi, nama panggilannya adalah Abul-Qasim. Para penguasa mengeluarkan perintah untuk menangkapnya sebelum kelahirannya, dimana para intelijen mengawasi setiap tanda dan petunjuk tentang kelahirannya. Akan tetapi Allah menyelamatkannya sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Musa as. dari Fir’aun, dan sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim as. dari genggaman Namrud.

Bani Abbas berada dalam puncak kegelisahan, maka mereka mengawasi rumah Imam Hasan al-Askari dengan sangat ketat, rumah itu pun diserbu setelah wafatnya Imam al-Askari, namun para intelijen dan prajurit tidak menemukan apa yang mereka cari.

Sungguh, Imam Hasan al-Askari telah bertindak dengan sangat hati-hati, dimana beliau benar-benar merahasiakan kelahiran Al-Mahdi dari semua orang, kecuali orang-orang yang terpercaya oleh Imam, dan beliau mengadakan perjanjian dengan mereka agar tidak membocorkan rahasia itu.

Ayahnya, Imam Hasan al-Askari, wafat pada tahun 260 Hijriah, di mana Al-Mahdi pada waktu itu berusia lima tahun. Maka ia menjadi seorang imam kecil sebagaimana Allah memberi Nabi Yahya as. ‘kekuasaan pada waktu kecil’ dan sebagaimana Allah kehendaki hal itu terhadap Nabi Isa as. pada waktu Isa as. masih berada dalam buaian.

Khalifah tidak sanggup bersabar menanggung keberadaan Imam Hasan al-Askari, maka khalifah meracuninya hingga Imam kembali kepada Tuhannya sebagai seorang syahid. Keagungan Imam telah begitu mempesonakannya, ketika pasar-pasar dikota Samara menjadi lengang dengan tumpah ruahnya umat mengantar jenazah Imam yang suci dengan hati duka dan mata menangis.

Para intelijen mengawasi segala sesuatunya, mereka berharap dapat melihat tanda berkaitan dengan Imam Al-Mahdi. Akan tetapi usaha mereka sia-sia. Dan kesempatan ini dipergunakan Jafar Al-Kadzdzab untuk mengumumkan dirinya sebagai imam.

Pemerintah Abbasiyyah mengontrol pembagian warisan Imam Hasan al-Askari dan perhitungan waris untuk tujuan provokasi dan verifikasi, demi mengesahkan Imamah Jafar Al-Kadzdzab.

Demi memanfaatkan kesempatan ini, Ja’far pun maju untuk melaksanakan shalat atas jenazahnya Imam al-Askari, tetapi Al-Mahdi menggagalkan konspirasi-konspirasi ini dengan muncul secara tiba-tiba. Lalu, ia menyingkirkan pamannya dari pelaksanaan shalat atas jenazah ayahnya dan maju melaksanakan shalat untuk mengukuhkan keberadaannya dihadapan umat.

 

(kiriman dari PW IJABI Jawa Tengah)

Sun, 22 May 2016 @07:35

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved