PENGUNJUNG

Flag Counter

Kajian Islam LPII Bandung

Informasi kelas Hadis Al-Kafi dan Tafsir Al-Quran (follow Twitter) @LPII Bandung

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

FACEBOOK & WHATSAPP

Fanpage Komunitas Misykat

WhatsApp Group: Kajian Islam

BERBAGI BUKU

Silakan tulis nama, alamat, dan WhatsApp pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Semua Agama Mengakui Figur Imam Mahdi

image

Seluruh agama dan kepercayaan di dunia meyakini akan datangnya sosok yang ditunggu-tunggu pada akhir zaman atau yang dikenal dengan Imam Mahdi. Figur tersebut dipercaya akan membebaskan manusia dari segala masalah, serta menegakkan kebenaran dan keadilan.

Demikian benang merah yang mengemuka dalam seminar nasional “Mahdiisme sebagai Persiapan Perdamaian Dunia dalam Khazanah Pemikiran Islam” di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat (13/6/2014).

Pada acara yang digelar Yayasan Muthahhari bekerja sama dengan Program Studi Filsafat Agama Pascasarjana UIN SGD itu, hadir sebagai pembicara Dr. Mazaheri (Direktur Pusat Studi Asia Univeritas Terbuka Teheran Iran), Ayatullah Ansary (Komite Kebudayaan Islam Iran), Dr. Safakhah (Direktur Pusat Studi Islam dan Iran), dan Dr. Jalaluddin Rakhmat (Ketua Yayasan Muthahhari).

Menurut Ayatullah Ansary, bagi muslimin sosok Imam Mahdi sudah jelas. Tidak kurang dari 200 ayat dalam Alquran mengungkapkan tentang Imam Mahdi dan kondisi akhir zaman. “Karena itu, setiap muslim harus mengenali figur imam zaman ini,” katanya.

Sementara Mazaheri memaparkan tentang pandangan berbagai agama, mengenai sosok yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat manusia. Dalam berbagai versinya, agama dan kepercayaan mengabarkan akan tibanya sang penyelamat manusia di akhir zaman.

“Kabar tentang sosok ini ada dalam agama Islam, Kristen, Buddha, Hindu, Sinto ataupun Zoroaster. Ini bermakna, keyakinan akan Imam Mahdi sifatnya universal. Bukan milik satu agama atau mazhab tertentu,” ungkap Mazaheri.

Dengan demikian, Imam Mahdi bukanlah sekadar konsep. Tetapi sosok yang jelas dan memiliki ikatan ketuhanan yang kuat. Khusus di kalangan Islam, sosok tersebut memiliki garis keturunan yang bersambung pada Nabi Muhammad SAW.

Senada dengan itu, Jalaluddin Rakhmat menguraikan, Imam Mahdi datang di akhir zaman bukan untuk menyeragamkan syariat. Melainkan menghukumi setiap kaum dengan kitab suci masing-masing. Tidak ada pemaksaan dalam pelaksanaan syariat Islam.

“Jadi, perdamaian dan kesejahte­raan ditegakkan di atas keberagaman. Perdamaian tidak mungkin terjadi tanpa saling menghargai perbedaan. Itu pula yang dilakukan Imam Mahdi,” ujar tokoh yang akrab disapa Kang Jalal itu.

Kang Jalal juga menjelaskan hadis-hadis tentang Imam Mahdi, yang de­rajatnya sahih menurut para ahli hadis.

 

Sumber: Galamedia

Sat, 14 Jun 2014 @15:33

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved