Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Seminar Pembelajaran Abad 21

image

Dengan pembangunan dan teknologi, dunia terus mengalami perubahan. Penguasa dari masa ke masa mengalami perubahan. Meski terjadi perubahan politik, tetapi ada yang tak berubah. Apakah itu? Sistem pendidikan dan pembelajaran belum mengalami perubahan. Bahkan seakan-akan tetap dipertahakan dengan model lama: duduk manis di kursi dan mendengarkan guru yang bicara. Duduk sambil pikirannya berharap agar segera berakhir. Belum lagi masalah-masalah pendidikan yang kian tidak memiliki pemecahan dengan baik. Berganti menteri, kurikulum berubah. Murid dan guru terpaksa menyesuaikan dengan menteri dan kebijakan baru. Meski menteri baru, tetapi sistem dan model pembelajaran masih tetap yang lama dan mempertahankan model pembelajaran lama.

Demikian papar Dr.KH. Jalaluddin Rakhmat dalam seminar Pembelajaran Abad 21 yang digagas Sekolah Teknik Elektronika dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) bekerjasama dengan Yayasan Muthahhari ini berlangsung pada Jumat, 27 Juni 2014, jam 08.00 sampai selesai di Auditorium Cyber Security Center ITB Jatinangor, Jalan Winaya Mukti No.1 Jatinangor Sumedang.   

Jalaluddin Rakhmat menyayangkan dari dua calon presiden sekarang ini tidak memiliki visi yang bagus dalam pendidikan. Kedua calon presiden masih sama hanya menyebutkan menyelesaikan pendidikan standar untuk rakyat Indonesia tuntas selama dua belas tahun.

“Dunia banyak perubahan, tetapi pendidikan masih terbelakang dalam pembelajaran. Sekarang sudah masuk zaman digital harusnya dipersiapkan. Insya Allah, sekolah-sekolah Muthahhari akan menerapkan pembelajaran abad 21,” katanya.

Untuk menunjang itu, Kang Jalal—sapaan Jalaluddin Rakhmat—berpesan kepada para guru dari sekolah Muthahhari yang hadir bahwa mereka harus menciptakan suasana pembelajaran yang membuat murid betah dan tenggelam dalam belajar.

Dalam presentasinya, Kang Jalal mencontohkan Jilan Zahra yang meraih nilai UN tertinggi tingkat SMP di Indonesia karena lebih sering menyelesaikan soal berupa tugas dari sekolah dengan menggunakan internet.

Kang Jalal juga sempat menyinggung tentang isu pencalon menjadi menteri agama jika Jokowi menang. Dengan tegas Kang Jalal menyatakan dirinya tak mau kalau nanti selepas masa akhir jabatan berakhir digiring KPK.

“Saya lebih tertarik menjadi menteri pendidikan,” katanya.

Selain Kang Jalal, hadir pula Andri Qiantori dari Telkom Indonesia yang memaparkan strategi Telkom dalam menghadapi generasi digital. Ada juga perwakilan Intel Asia Tenggara, Firstman R.Marpaung, yang mengajak membangun pendidikan Indonesia dengan model pembelajaran abad 21.

Menurut Firstman bahwa kegiatan pembelajaran tidak hanya di ruang kelas, tetapi bisa dilakukan di luar kelas dengan menggunakan perangkat teknologi informasi.  “Bisa belajar kapan saja. Murid dan guru bisa interaksi setiap waktu,” ujarnya.

Paparan yang tak kalah menarik dari Yusep Rosmansyah mewakili ITB. Yusep menerangkan hubungan ITB dengan pendidikan dan upaya-upaya menyebarkan pengetahuan informatika dalam bentuk pelatihan yang telah dirintis ITB untuk para guru.

Narasumber lainnya yang paling termuda adalah Muhammad Delshady Rakhmat. Cucu Kang Jalal yang masih duduk di kelas 8 SMP Bahtera Muthahhari Bandung ini menerangkan sisi positif dan negatif dari permainan online dengan menggunakan bahasa Inggris.

Dalam sesi dialog, ada seorang ibu yang mengkhawatirkan akibat negatif dari penggunaan gadget dan barang-barang elekronika bagi anaknya. Kemudian direspon oleh Firstman bahwa sekarang sudah banyak upaya untuk memproteksi. Namun, yang lebih penting adalah proteksi dari diri sendiri atau bimbingan orang tua dan para guru.

“Kalau diarahkan dengan baik, para pengguna gadget itu akan menghasilkan hal-hal yang positif,” jawabnya.

Dikarenakan waktu menjelang shalat Jumat maka seminar berakhir dengan pembagian souvenir kepada para pembicara dan hadiah buku untuk para penanya.

(Ahmad Sahidin, penulis di Kompasiana

 

 

Fri, 27 Jun 2014 @20:01

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved