Rubrik
Terbaru
RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Pohon Yang Selalu Menangis Dengan Air Mata Darah Pada Setiap Hari Asyura (Kesyahidan Imam Husain as)

image

Di salah satu desa yg disebut dg Zar Abad (Zar Oobood) yg merupakan bagian dari kota Qazwain/Qazvain, Iran, terdapat pohon yg selalu menangis dg air mata darah pas di setiap hari 10 Muharram (Asyura).

Pohon tersebut mengeluarkan getah persis spt darah, setiap shubuh tgl 10 Muharram, sampai sore harinya. Selalu seperti itu dlm ratusan tahun. Ada jg yg memeriksanya dan mengatakan bhw mmg mengandung unsur HR yg merupakan unsur darah. Tp para marja’, biasanya tdk menajiskan darah yg keluar dari pohon.

Dlm riwayat, dikatakan bhw untuk memberitakan bencana Ahlulbait as, Allah memerintah makhluk2nya untuk mengabarkan pembantaian terhadap imam Husain as itu, ke seluruh penjuru alam (lihat jg catatan alfakir ttg hujan darah 40 hari di timur tengah dan eropa setelah terbantainya imam Husain as, menurut kitab sunni dan enciklopedia barat sekalipun).

Salah satu dari makhluk Tuhan, yaitu seekor burung, melumuri sayapnya dg darah imam Husain as dan terbang jauh sampai ke Qazwain tsb dan mengoles-oleskan darah imam Husain as ke sebuah pohon Chanaar yg ada disana. Pohon itupun, mengeluarkan darah pada setiap ‘Asyura sampai sekarang walau sdh berabad-abad tahun lamanya (sktr 13 abad).

Tiap tahun, banyak sekali yg datang ke tempat tsb. Kebetulan pohon itu jg berdekatakan dg makam syahid sayyid Ali Ashghar putra imam Musa as. Dari seluruh dunia, tiap tahun, banyak yg mengunjungi tempat terpencil itu untuk merayakan peringatan ‘Asyura di makam syahid ‘Ali Ashghar dan di Pohon Chanaar tsb, dan sekaligus melihat salah satu keajaiban terbesar dlm sepanjang abad sejak abad pertama Islam itu.

Selain pengunjung, jg banyak cendikiawan yg datang dan jg ulama yg telah menulis buku ttg pohon tsb atau menyebutkannya dlm kitab2 mereka, spt:

Chanaar Khunbaar, karya Mirza Qawaamu al-Diin Muhammad bin Musa Wazwaini; Makhzanu al-Bukaa’, karya Mullah Muhammad Shaalih Burghaanii; Karaamaat, karya Sayyid Ishfahani; Maktal Safiinatu al-Najaah, karya Ibnu Ali Syirazi; Nafaayisu al-Akhbaar, karya Waa’izh Muhammad Haasyim; Risaaleh Chanaar Khunbaar, karya Mirza Ridha Kaamil Husaini Qazwaini; Muntakhabu al-Tawaariikh, karya Khuraasaani; Bayaanu al-Furqaan, karya Syaikh Mujtabaa Qazwaini; Mustadrak Safiinatu al-Bihaar, karya Namaazii Syaahrudi; Dastaanhae Syeghift, karya ayatullah syahid Dastghiib; Haasyiah ‘Urwatu al-Wutsqaa, karya marja’ terkenal, ayatullah al-‘uzhma sayyid Mar’asyi al-Najafii;

Pohon tersebut memiliki keluasan ranting2nya selebar 10 meter dan ketinggian 30 meter yg kebetulan berada di samping makam syahid ‘Ali Ashghar yg dibunuh antek2 Bani Abbaas.

Yg paling aneh bagi yg tahu permusiman, di Iran memiliki 4 musim, semi, panas, rontok/gugur dan dingin/salju. Nah, pohon tsb, selalu mengeluarkan darah, pada setiap ‘Asyura, baik hari ‘Asyura tsb berada di musim semi, panas, rontok atau salju. Padahal, di musim rontok dan salju, jelas pohon2 tdk berdaun dan temasuk pohon Chanar tsb. Tp walau demikian, ia terus saja mengeluarkan darah dari sejak adzan shubuh sampai sore ‘Asyura. Padahal desa Zar Abad tsb, berada di ketinggian kota Qazwain yg mmg berada di utara Iran. Maksudnya, disamping sdh dingin, kalau musim salju, selalunya saljunya sangat lebat dan tinggi hingga bisa menutupi plang jalanan atau bahkan rumah. Tp ajibnya, pohon tsb, tetap setia menangisi imam Husain as dg air mata darah tanpa henti walau sdh melebihi seribu tahun lamanya.

Pohon ini bernama pohon Chanaar dan iapun dinamai Chanaare Surkh atau Chanaar Khunbaar (khunboor) yg artinya Chanaar Merah atau Chanaar Berdarah.

Saya sdh berulang-ulang meng-upload videonya, tp gagal terus. Sekarang saya melakukan tiga editan kasar terhadap video yg berdurasi sekitar 20 menit itu, dg: Pertama, menjadikannya berdurasi 10 menit saja. Ke dua, memotong lima menit terakhir untuk dijadikan bagian pertamanya. Ke tiga, memotong lima menit pertama untuk dijadikan bagian ke duanya. Smg kali ini saya berhasil meng-uploadnya dan bermamfaat untuk semua. Kalau kelak ada waktu, atau teman2 yg bisa bahasa Parsi, diharapkan dpt menerjemahkan beberapa tulisan dan ucapan pentingnya. Misalnya, di video penunjukan mengalirnya darah, ada yg menyebutkan tahun2 perekamannya. Tentu saja sesuai dg tahun2 Parsi yg memakai tahun Hijrah Nabi saww tp dg hitungan matahari/syamsyiyyah. Wassalam.

Ustad Sinar Agama

 


Mon, 10 Sep 2018 @08:40


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved