Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Apa Makna Puasa Bicara? [KH Jalaluddin Rakhmat]

image

Puasa bicara bukan berarti tidak berbicara sama sekali. Puasa bicara juga bukan berarti menghindari kejahatan-kejahatan lidah, karena kita memang diperintahkan untuk menjauhi pembicaraan yang diharamkan.

Hari ini, ketika Anda berpuasa, Anda tentu saja bukan hanya meninggalkan makanan dan minuman yang haram, karena di luar bulan puasa pun Anda harus menghindarinya.

Pada bulan ini, Anda juga harus meninggalkan makanan dan minuman yang halal sekalipun karena mematuhi perintah Allah. Pada tingkatnya yang elementer, menurut Al-Quran, puasa bicara ialah mengharamkan berbicara apa pun, kecuali seperti yang tercantum dalam surah Al-Nisa ayat 114. Jadi, Anda hanya berbicara jika pembicaraan Anda mengandung apa yang dikecualikan itu.

“Tidak ada kebaikan apa pun dalam semua obrolan mereka, kecuali kalau ia memerintahkan untuk bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau memperbaiki hubungan di antara manusia. Barangsiapa yang melakukan seperti itu, karena mencari rido Allah, maka Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar” (Al-Nisa: 114)

Jadi, sekarang setiap kali Anda mau berbicara –dalam keadaan tatap muka atau melalui media seperti telpon, sms, internet dan sebagainya- pikirkanlah apakah dalam pembicaraan Anda ada perintah untuk bersedekah, atau berbuat baik, atau yang mendatangkan kemaslahatan. Jika tidak, Anda lebih baik memilih diam. Anda akan memperoleh pahala yang besar.

Di antara pahala itu, ialah mendengar suara para malaikat melalui jendela hati nuranimu. Kalau Anda tetap saja berbicara, tirai antara Anda dengan Tuhanmu akan menjadi lebih tebal. Kegelapan hatimu akan makin pekat. Puasa yang seharusnya mendekatkan kamu kepada Tuhanmu, akan melemparkan kamu dari hadiratNya.

Mulai hari ini, ketika kamu meletakkan jemarimu di atas keyboard komputermu, pikirkan apakah yang akan kamu tuliskan itu mengandung perintah sedekah, kebaikan, atau kemaslahatan, atau hanya sekedar memenuhi hawa nafsumu – mencari popularitas, pujian, kasih sayang, atau menghabiskan waktu dalam ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat (laghw )?

Jika kamu memilih yang pertama, kamu akan memperkuat sayapmu untuk terbang ke langit ruhani yang bening. Jika kamu memilih yang kedua, kamu mematahkan sayapmu dan kamu terjerumus dalam lubang bumi yang gelita!

KH Jalaluddin Rakhmat adalah Ketua Dewan Syura IJABI


Sun, 13 Jul 2014 @20:01

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved