Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Munajat Pada Zaman Kezaliman [KH Jalaluddin Rakhmat]

image

Ya Allah, sungguh kezaliman hamba-hamba-Mu
    Telah tegak di negeri-Mu
    Sehingga keadilan dimatikan, jalan-jalan diputuskan
        Kebenaran dihapuskan, kejujuran disia-siakan
        Kebajikan disembunyikan, keburukan ditampakkan
        Ketakwaan direndahkan, petunjuk dihilangkan
        Kebaikan dimusnahkan, keburukan ditegakkan
        Kerusakan dikembangkan, kekufuran dikuatkan
        Kezaliman dipenuhi, perubahan dimusuhi

Ya Allah, Tuhanku
Tidak ada yang dapat melepaskan kami dari semuanya
    Kecuali kekuasaan-Mu
Tidak ada yang dapat melindungi kami dari semuanya
    Kecuali anugerah-Mu
Ya Allah,
Maka hancurkanlah kezaliman
    Putuskan belenggu penindasan
    Hancurkan pusat kemunkaran
    Muliakan orang yang menghindari kezaliman
    Cabikkan akar-akar para pelaku kesewenang-wenangan
    Tutupkan kepada mereka kekurangan setelah mereka berlebihan
    Segerakan, ya Allah, kepada mereka kebinasaan
    Porak-porandakan mereka dengan perpecahan
    Turunkan kepada mereka hukuman
Sambar nyawa kemunkaran
Sehingga tenanglah orang yang ketakutan
    Tenteramlah orang yang kesulitan
    Kenyanglah orang yang lapar
    Dipelihara orang yang terlantar
    Dilindungi orang yang terusir
    Dikembalikan orang yang terbuang
Supaya orang fakir dikayakan
    Orang yang meminta perlindungan dilindungi
    Orang besar dihormati, orang kecil disayangi
    Orang teraniaya dimuliakan, orang zalim dihinakan
    Orang kesusahan dibahagiakan
Supaya lepaslah segala derita, dan hilanglah segala nestapa
    Matilah pertikaian dan hiduplah kasih sayang
    Pengetahuan menjulang tinggi dan perdamaian menyebar luas
    Perpecahan disatukan dan ketenangan dikokohkan
    Iman dikuatkan dan Al-Quran dibacakan
Sungguh, Engkaulah Maha Pembalas
    Pemberi nikmat, Penabur karunia!

Munajat di atas disampaikan oleh salah seorang sufi besar, yang kepadanya bersambung hampir semua silsilah tarekat. Ia lahir dan tumbuh besar ketika dunia Islam diterpa berbagai kerusuhan dan kekacauan. Pamannya, Zaid, pernah melakukan pemberontakan dan ditindas habis-habisan. Ribuan ulama dibantai karena mendukungnya.

Dengan pedih, Imam Jakfar Al-Shadiq menyaksikan berbagai malapetaka itu. Ia tidak mempunyai senjata yang lengkap atau tidak memperoleh cukup dukungan dari pengikut yang setia. Ia membaca doa ini ketika dunia Islam baru saja mengalami pergantian kekuasaan. Kekuasaan Dinasti Umayyah baru saja ditumbangkan dan Dinasti Abbasiyah mulai melakukan pembenahan.

Sejarah mencatat berbagai kezaliman yang dilakukan para penguasa Umayyah. Abdullah bin Muhammad bin Hasan dilantik menjadi pemimpin pemberontak. Ia dilanjutkan oleh salah seorang jenderal yang sangat ditakuti, Abul Abbas. Setelah berhasil menumbangkan Dinasti Umayyah, Abul Abbas ternyata melanjutkan cara kekerasan yang sama, bahkan mungkin lebih kejam dari penguasa sebelumnya. Ia diberi gelar Abul Abbas, Sang Penumpah Darah.

Dalam pertikaian di antara kelompok elite waktu itu, nasib rakyat makin terpuruk. Kelaparan terjadi di mana-mana. Tindakan kekerasan dianggap lazim. Kekuasaan menjadi rebutan.

Dalam kemelut besar ini, Jakfar Al-Shadiq tidak melibatkan diri dalam kelompok elite mana pun. Ia mendirikan madrasah, mengajarkan pengetahuan dan kesucian. Kepadanya berguru para fuqaha, seperti Abu Hanifah dan Malik. Tetapi kepadanya juga belajar para arifin, yang kelak menjadi bintang-bintang dunia tasawuf.

Ketika pembantaian rakyat dan mahasiswa terjadi beberapa waktu lalu, ketika bayang-bayang ketakutan terhampar di depan kita, saya ingat doa ini.

Saya ingin mempersembahkan doa ini buat mereka yang gugur, dari pihak mana pun. Saya membaca doa ini lagi, sambil memandang lukisan Bismar Siregar yang dihadiahkan kepada saya. Dalam lukisan itu tampak bumi Indonesia yang kelabu, gelap, dan mencekam. Saya harus mengakhiri tulisan ini, karena pipi saya tiba-tiba menghangat. Saya menjadi melankolis.

KH Jalaluddin Rakhmat adalah Ketua Dewan Syura IJABI

 

Thu, 9 Apr 2015 @18:48

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved