CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

ISIS Teriak ISIS

image

Beberapa hari yang lalu, saya dikagetkan dengan dua informasi yang menghebohkan dalam wacana agama. Kemudian saya coba baca-baca berita online, media cetak, tv, dan media sosial untuk melihat fenomena yang sedang terjadi.

Informasi pertama adalah pernyataan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pimpinan Abu Jibril yang menuduh Syiah di belakang gerakan ISIS (Islamic State for Iraq and Syiria).

Dalam situs merdeka disebutkan bahwa Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin, Irfan S Awwas, melalui keterangan persnya pada  Sabtu, 9 Agustus 2014, mengurai analisanya ihwal sumber gerakan ISIS, yang kini bernama Daulah Khilafah Al-Baghdadi adalah rekayasa kaum Syiah.

Pernyataan itu segera dibantah ormas IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) dalam facebook Ijabi Pusat bahwa :

“MMI menuduh Syiah di belakang ISIS, sementara video youtube ISIS oleh Bachrumsyah, teroris buronan, dengan terang dan jelas mengancam membunuh Rafidhah (istilah mereka untuk Syiah).

Fitnah dan kebohongan MMI Abu Jibril justru terbantahkan sendiri oleh fakta. Ketika mereka mendemo acara peringatan Al-Ghadir di Gedung SMESCO yang dilaksanakan IJABI, bendera ISIS terlihat di tengah para pendemo yang dipimpin langsung oleh Abu Jibril (seperti terlihat dalam foto berikut yang dimuat berbagai media). Pada saat mereka mendemo dan ingin membubarkan acara Asyura yang diadakan ABI (Ahlul Bait Indonesia) di Balai Samudra (di wilayah Kelapa Gading) Jakarta, mereka hadir dengan membawa simbol/bendera ISIS (sebagaimana foto di bawah ini dan disiarkan oleh berbagai media cetak elektronik). Apakah tudingan dan fitnah MMI Abu Jibril terhadap Syiah justru untuk menutupi ‘keterkaitan’ kelompok mereka dengan ISIS ? Mari kita lihat berbagai bukti yang bersebaran di berbagai media.”

Melihat foto dalam facebook dan membaca tulisan di atas, saya tertawa karena maling teriak maling. Mereka yang mendukung ISIS dengan mengibarkan benderanya pada setiap kali mendemo acara Muslim Syiah, kemudian sekarang teriak ISIS rekayasa Syiah. Faktanya bahwa yang layak disebut ISIS itu MMI.

Sekadar tambahan, ISIS di Iraq justru melakukan tindakan kekejaman dan kekerasan terhadap kaum Muslimin Syiah. Mereka membunuhi orang-orang Syiah, bahkan menghancurkan jejak sejarah Islam seperti makam Nabi Yunus as dan merusak masjid-masjid. Tidak hanya itu, gereja dan kaum Kristen pun dihabisi.

Informasi kedua adalah situs arrahmah dan sejenisnya yang menyebutkan Ketua Dewan Syura IJABI KH Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal) menuduh MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai pendukung ISIS. Kemudian memuat komentar Ketua Umum MUI Prof Din Syamsuddin bahwa itu penyataan sesat dan menyesatkan.

Kemudian saya konfirmasi kepada pengurus IJABI yang hadir dalam acara konferensi pers penolakan ISIS di Jakarta pada Senin, 4 Agustus 2014, yang di dalamnya Kang Jalal menjadi pembicara. Menurutnya, berita arrahmah itu telah memelintir pernyataan Kang Jalal yang tidak menyebutkan sama sekali MUI.

Kang Jalal dalam konferensi pers menyebutkan ada empat ciri ISIS. Pertama, anti syiah. Kedua, anti sufisme. Ketiga, suka mengkafirkan yang tidak sepaham dan mengaku paling bertauhid. Keempat, reborn Islam. Orang Islam yang pada awalnya tidak memperhatikan agama, tiba-tiba mendapatkan bimbingan seorang ustadz dan dia dipenuhi semangat untuk menegakkan ajaran agama Islam dan bertujuan mendirikan negara Islam.

“Ustadz Jalal menyatakan bahwa ISIS berpotensi berkembang di Indonesia, khususnya pada orang-orang anti syiah. Kata-kata anti syiah ini kemudian ditulis dalam situs-situs berita mereka adalah MUI. Padahal, Ustadz Jalal tidak menyebut MUI,” kata pengurus IJABI yang menjadi saksi mata acara.

Setelah mendengar itu, saya hanya bisa bilang keterlaluan. Tidak bosan-bosannya kaum takfiri mengadu domba tokoh Islam di Indonesia. Saya sendiri tidak percaya kalau Prof Din Syamsuddin langsung menyatakan sesat kepada Kang Jalal tanpa melakukan tabayun (konfirmasi). Harus ada yang berani tabayun kepada Prof Din.

(Ikhwan Mustafa)


Wed, 13 Aug 2014 @14:55

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved