Rubrik
Terbaru
RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Mengapa Zat Tuhan Tidak Bisa Kita Ketahui? [by Mulyadhi Kartanegara]

image

Sudah lama para filosof berbicara tentang ketidakmungkinan kita mengenal zat atau esensi Tuhan sehingga muncullah istilah negative theology atau via negativa. Kaum Neo-Platonis menyebut Tuhan, the Great Unknown.

Kaum Taois di Cina, pernah mengatakan, kalau ada orang yang mengatakan inilah Tao maka pasti itu bukanlah Tao. Budha sendiri juga memandang sia-sia orang menanyakan tentang hakikat Tuhan. Ketika ditanya apa itu Tuhan, beliau menjawab, lebih baik kita tidak menanyakan itu, tapi tanyakan bagaimana cara mendekatkan diri pada-Nya.

Pertanyaannya mengapa, tak bisa diketahui? Jawaban al-Quran adalah "karena tak ada suatu apapun yang sama atau serupa dengan-Nya" (ليس كمثله شيئ). Apa pun yang kita bayangkan tentang Tuhan, apa pun konsep kita tentangnya, maka pastilah ia merujuk pada sesuatu, padahal telah jelas bahwa Ia berbeda dengan sesuatu apa pun.

Keberbedaan Tuhan dengan apa pun termasuk dengan manusia yang dirujuk oleh para Sufi sebagai "tanzih." Karena sifat tanzih inilah maka tidak akan ada jalan bagi manusia untuk mengetahui Allah.

Lalu bagaimana untuk mengenal-Nya? Ketika zat Allah tidak bisa dikenal karena aspek tanzihnya, untungnya Ia bisa dikenal lewat aspek tasybih-Nya, yakni keserupaan yang ada antara Tuhan dan manusia, bukan dalam hal zat-Nya, tapi lewat sifat-sifat-Nya.

Manusia sebagai cermin Tuhan, berbagi sifat-sifat tertentu dengan-Nya. Bukankah Allah bersifat mengetahui, hidup dan berkehendak, dan bukankah sifat-sifat ini juga dimiliki oleh manusia?

Nah, adanya keserupaan (tasybih) antara keduanya inilah yang menyebabkan manusia berkemungkinan mengenal Allah dari aspek sifat-sifat atau dalam istilah Qurannya nama-nama (asma)-Nya. Kalau tidak, mengapa Ia mengenalkan nama-nama-Nya kepada manusia. Kenyataan bahwa Ia mengenalkan nama-namaNya lewat wahyunya, menjadi bukti bagian para sufi tentang kemungkinan manusia untuk mengetahui Tuhannya. 

Prof Mulaydhi Kartanegara adalah pakar filsafat Islam dan penulis buku-buku filsafat Islam

Wed, 17 Jan 2018 @15:28

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved