AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Realisasi-Diri Sebagai Aktualisasi-Diri (1) [Prof Mulyadhi Kartanegara]

image

Menurut Abraham Maslow, kebutuhan manusia yang paling tinggi, setelah makanan, cinta dan rasa aman adalah realisasi-diri. Menurut saya, realisasi-diri itu sama dengan aktualisasi-diri dan aktualisasi diri tak lain dari pada mengaktualkan segala potensi yang dimiliki oleh diri kita. Pertanyaannya: bagaimana mungkin kita mampu mengaktualkan diri; sementara kita tak tahu apa potensi-potensi diri kita. Oleh karena itu, saya ingin mendiskusikan potens-potensi diri yang Allah berikan kepada manusia, sebagai syarat bagi pengaktualan diri.

Menurut saya, setidaknya ada enam potensi diri. Pertama, potensi fisik. Allah menciptakan tubuh manusia dengan segala fungsi atau potensinya yang luar biasa. Salah satunya adalah potensi gerak. Sistem kerangka, otot dan saraf telah memungkinkan tubuh kita untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Sistem persendian yang beragam menyebabkan tubuh manusia sebagai mesin yang sangat canggih. Tangan kita bisa digunakan untuk ribuan fungsi, menulis, merajut, menggenggam, melukis dan lainnya. Potensi gerak memiliki banyak kegunaan. Sayangnya, kebanyakan gerak sebagai potensi fisik hanya digunakan untuk tujuan yang sederhana, seperti pergi ke tempat kerja atau sekolah dan kembali ke rumah dan pergerakan yang niscaya saja.

Kedua, potensi kedua adalah potensi mental. Potensi mental sebenarnya sangat beragam. Salah satunya adalah imaginasi. Sebagai potensi atau daya mental imaginasi sebenarnya sangat besar kekuatannya karena dengan imaginasi kita bisa menciptakan hal-hal yang luar biasa, menciptakan karya yang fantastic; karena imaginasi bisa menciptakan bentuk-bentuk unik yang tidak bisa ditemukan padanannya si dunia fisik.

Ketiga, potensi emosional. Emosi sering ditafsirkan secara negatif, sebagai daya yang merusak. Tapi seperti pernah saya tulis, emosi bisa menjadi sumber inspirasi dan kreativitas. Melalui emosi, seseorang bisa menciptakan karya-karya seni, atau membuat sebuah revolusi. Sayangnya kebanyakan kita tidak memanfaatkan kekuatannya secara benar.

Keempat, potensi intelektual. Kekuatan intelektual sangatlah luar biasa besarnya. Potensi ini adalah media lewat mana manusia bisa menyusun berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi manusia. Kebesaran potensi intelektual ini bisa dibayangkan dengan fakta bahwa Einstein baru menggunakan 10% dari potensi intelektualnya. Dari sini kita bisa membayangkan besarnya potensi intelektual tersebut. Sayangnya seperti pada potensi-potensi sebelumnya, kebanyakan kita kurang memaksimalkan potensi ini.

Kelima, potensi moral. Potensi moral adalah daya yang Allah karuniakan kepada manusia, dengan mana manusia bisa menjadi orang yang mulia, dihormati, karismatik dan dicintai. Dengan kebesaran-Nya manusia bisa menjadi orang jahat atau orang baik tergantung pilihannya. Potensi moral adalah daya yang bisa membedakan antara perbuatan yang baik dan yang buruk dan memilih berbuat baik agar menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Keenam, potensi terakhir adalah potensi spiritual. Dengan potensi ini manusia bisa menembus dimensi luhur dari realitas untuk menembus dunia fisik menuju dunia spiritual. Dengan potensi ini manusia bisa membina hubungan mesra, bahkan cinta dengan entitas-entitas spiritual seperti malaikat atau Tuhan sendiri.

Itulah beberapa potensi yang dimiliki oleh setiap manusia; yang bila diaktualkan akan mengangkat manusia pada tingkat dan harkat yang sangat tinggi sebagai manusia sempurna, insan kamil.

Pertanyaannya: bagaimana cara merealisasikan atau mengaktualkan potensi-potensi tersebut? jawabannya akan disampaikan pada bagian kedua, tentang aktualisasi-diri. 

Prof Mulyadhi Kartanegara adalah Pakar Filsafat Islam


Wed, 17 Sep 2014 @20:19

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved