Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Seminar Internasional: Deklarasi Islam Madani, Islam Akhlaqi

image

 “Siapa yang telah menjadikan aku maulanya, maka Ali adalah maulanya,” demikian petikan hadis al-Ghadir di kalangan para sahabat tentang pelantikan Ali as sebagai khalifah langsung selepas Rasulullah Saww.

“Tidak ada satupun alasan untuk menolak kebenaran hadis (Ghadir Khum) tersebut, sebab baik sanad maupun matan-nya adalah shahih,” ungkap Zuhairi Misrawi, seorang intelektual muda NU dalam sebuah seminar internasional memperingati peristiwa Ghadir Khum di Jakarta (12/10/2014).

Zuhairi yang pernah menempuh pendidikan di Kairo Mesir ini menambahkan, esensi dari peringatan Ghadir Khum ini adalah persatuan umat Islam. Sebab, peristiwa yang diriwayatkan lebih dari seratus ulama ini dihadiri lebih dari seratus ribu umat Islam dari berbagai kalangan yang saat itu, usai melaksanakan ibadah haji. Sekaligus menandai peristiwa kutbah terakhir Rasulullah Saww.

Peristiwa yang kemudian sering diperingati umat Muslim Syiah ini sejatinya merupakan peristiwa milik umat Islam seluruhnya. Sebab itu Zuhairi menekankan umat Islam untuk bersatu. “Kalau Muslim Sunni dan Syiah tidak bersatu, akan mudah dikalahkan musuh-musuhnya,” tambah Zuhairi. 

Ia juga menghimbau agar mewaspadai dan menghadapi tantangan umat Islam dari fundamentalisme kaum Wahabi dan fundamentalisme Barat serta Zionis. “Fundamentalisme seperti itu yang kemudian menampilkan Islam sebagai sosok ISIS yang menakutkan,” pungkas Zuhairi.

Seminar internasional ini diselenggarakan oleh Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI). Selain Zuhairi, seminar dengan tema “Deklarasi Islam Madani, Islam Akhlaqi” ini juga menghadirkan beberapa nara sumber lain dari dalam maupun luar negeri.

Pembicara lain adalah dari Iran, yang menekankan perlunya menyampaikan berita tentang Ghadir Khum ini ke orang lain, seperti halnya Rasulullah dahulu memerintahkan untuk mengabarkan kepada orang lain yang tidak hadir dalam peristiwa itu.

Husein Safaqoh menyampaikan tiga hal sebagai bekal untuk menyampaikan kabar tentang Ghadir Khum ke orang lain yaitu, takwa, ilmu yang baik, serta akhlak yang indah. Sebab menurutnya, kalau salah dalam menyampaikan, justru akan memicu perpecahan.

Pentingnya membina akhlak yang baik ini juga disampaikan Syamsuddin Baharuddin selaku Ketua Umum Ijabi dalam sambutannya. Bahkan, ia menegaskan, “Hanya Islam akhlaqi, yang menjunjung tinggi akhlak yang dicontohkan Nabi, yang boleh hadir di negeri ini.”

Sumber: ABI

 

Mon, 13 Oct 2014 @18:00

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved